{"id":132709,"date":"2024-02-05T09:16:41","date_gmt":"2024-02-05T02:16:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=132709"},"modified":"2026-02-02T14:38:14","modified_gmt":"2026-02-02T07:38:14","slug":"mrp-vs-mps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/mrp-vs-mps\/","title":{"rendered":"Perbedaan Fundamental antara MRP dan MPS dalam Perencanaan Produksi"},"content":{"rendered":"

Material Requirement Planning (MRP) dan Master Production Schedule<\/a> (MPS) biasanya mulai dibahas saat tim produksi harus menyeimbangkan jadwal produksi, kapasitas, dan ketersediaan material dalam satu rencana yang rapi. Dua istilah ini sering terdengar mirip, padahal fokusnya berbeda dan dampaknya ke keputusan harian juga beda.<\/p>\n

MPS membantu menentukan produk apa dibuat, kapan, dan berapa banyak berdasarkan kebutuhan pasar atau pesanan. MRP menerjemahkan rencana itu menjadi kebutuhan material yang lebih detail, seperti komponen apa saja, jumlahnya, dan kapan harus siap.<\/p>\n

Kalau keduanya dipakai dengan alur yang tepat, tim bisa mengurangi revisi mendadak, memperjelas prioritas kerja, dan menjaga stok tetap terkendali.<\/p>\n\n\n\n
\n

Key Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n