{"id":12859,"date":"2024-02-09T09:15:47","date_gmt":"2024-02-09T02:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/?p=12859"},"modified":"2026-01-26T10:36:02","modified_gmt":"2026-01-26T03:36:02","slug":"produksi-massal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hashmicro.com\/id\/blog\/produksi-massal\/","title":{"rendered":"Pengertian Produksi Massal, Ciri-ciri, dan Strategi Bisnisnya"},"content":{"rendered":"

Produksi massal atau mass production berbeda dari batch production<\/a> karena fokusnya pada output besar yang konsisten. Tujuannya jelas yaitu untuk menekan biaya per unit lewat volume produksi yang tinggi.<\/p>\n

Di Indonesia, produksi massal menjadi tulang punggung industri manufaktur yang menyumbang sekitar 20% terhadap PDB nasional. Model ini biasanya mengandalkan alur kerja yang terstandarisasi, mesin berkapasitas tinggi, dan otomasi. Dengan begitu, proses produksi bisa berjalan lebih cepat dan stabil.<\/p>\n

Meski begitu, produksi massal tetap bisa tersendat saat visibilitas antar proses kurang jelas atau data masih terpencar. Di titik tertentu, human error juga mudah muncul, misalnya pada penjadwalan, pemakaian bahan, atau kontrol kualitas.<\/p>\n\n\n\n
\n

Key Takeaways<\/b><\/span><\/h3>\n
    \n
  • Produksi massal adalah metode produksi yang mengandalkan mesin untuk membuat produk dalam jumlah besar dengan proses yang terstandarisasi.<\/span><\/li>\n
  • Ciri-ciri produksi massal adalah adanya standarisasi produk, sistematis, proses kerja berulang, hasil banyak, dan minim supervisi.<\/span><\/li>\n
  • Tahapan <\/span>mass production<\/span><\/i> meliputi perencanaan, validasi, pembelian bahan baku, produksi, <\/span>quality control<\/span><\/i>, dan distribusi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n

    \r\n\r\n