Beranda Products HRM/Payroll Work Life Balance, Sudahkah Anda Mencapainya?

Work Life Balance, Sudahkah Anda Mencapainya?

Work life balance adalah sebuah mimpi dari banyak karyawan di seluruh dunia. Kesibukan di kantor, pekerjaan yang tak ada habis-habisnya, sampai dengan klien yang henti-hentinya mengejar Anda membuat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan di luar kantor.

Akibatnya, tak sedikit di antara karyawan-karyawan ini berujung pada stress berkepanjangan, mandek prestasinya, hingga terganggunya dengan keluarga. Tak hanya itu, kegagalan menyeimbangkan kesibukan pekerjaan dengan kehidupan sehari-hari akan berpengaruh pada kesehatan mental sang karyawan.

Maka dari itu, sangatlah penting untuk setiap karyawan mencapai work life balance. Lalu, bagaimanakah cara terbaik untuk menyeimbangkan kedua aspek ini? Sebelumnya, mari kita lihat terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan work life balance.

Pengertian work life balance

Secara harafiah, work life balance menurut Wikipedia adalah kondisi di mana pekerjaan, kehidupan personal dan keluarga berada dalam keadaan seimbang. Sebagai contoh, seorang ibu pekerja harus bisa menyeimbangkan porsi waktunya antara bekerja dengan mengasuh anak-anaknya di rumah.

Menjaga keseimbangan antara kedua dunia ini memang tak mudah. Banyak kita lihat di kota-kota besar seperti Jakarta, karyawan yang masuk kerja pukul 9 pagi dan pulang jam 6 sore seringkali tak tercapai work life balance-nya. Pasalnya, selain bekerja, waktu berangkat dan pulang ke kantor sudah menghabiskan cukup banyak waktu. Akibatnya, mereka tak sempat bercengkerama dengan keluarga tersayang di rumah.

Tips menjaga keseimbangan pekerjaan dan kehidupan

1. Kurangi sifat perfeksionis

Jadi perfeksionis sebenarnya tidak salah, jika Anda bermaksud memberikan yang terbaik saat bekerja. Namun jika Anda mengejar kesempurnaan untuk setiap pekerjaan yang dijalankan, di situlah keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi mulai terganggu.

Yang namanya manusia tak akan pernah lepas dari kesalahan dan lupa. Jadi cukup wajar jika hasil pekerjaan Anda terdapat satu atau dua kesalahan. Justru, saat Anda meninggalkan kebiasaan perfeksionis Anda, hidup akan menjadi lebih tenang.

2. Berani bilang tidak

Salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh kebanyakan orang adalah berkata “tidak” pada orang lain, apa lagi kepada boss atau atasan. Inilah yang membuat pekerjaan Anda seperti tak ada habisnya. Belajar untuk menolak tambahan pekerjaan jika pekerjaan Anda sendiri belum terselesaikan.

Jika atasan Anda meminta untuk menyelesaikan pekerjaan di luar jam pekerjaan, cek dulu apakah pekerjaan ini sifatnya urgent atau tidak. Jika masih bisa dikerjakan besok, beranikan diri untuk berkata bahwa Anda akan menyelesaikannya besok.

3. Tentukan prioritas

Kegagalan saat menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa juga diakibatkan dari salah menentukan prioritas. Coba cek lagi saat Anda bekerja, seberapa seringkah Anda melakukan hal yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan?

Mengecek sosial media pribadi, mengunjungi YouTube, hingga bermain game di jam bekerja adalah tanda Anda masih belum bisa menentukan prioritas. Kurangi kegiatan-kegiatan tersebut saat bekerja sehingga Anda bisa lebih fokus menyelesaikan pekerjaan Anda.

4. Jangan bawa pekerjaan ke rumah

Inilah kebiasaan buruk yang berujungnya pada kandasnya impian work life balance. Karena tak bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor, akhirnya berusaha menyelesaikan pekerjaan di rumah. Padahal waktu di rumah harusnya dimaksimalkan untuk keluarga tersayang.

Maka dari itu, maksimalkan waktu Anda di kantor. Usahakan untuk menyelesaikan tugas Anda di kantor. Kurangi bermain ponsel dan bercanda dengan rekan kerja, sehingga Anda bisa beristirahat di rumah atau bermain dengan buah hati buat yang sudah berkeluarga.

5. Beri dukungan pada karyawan

Tips terakhir ini kami khususkan bagi manajer, direktur, hingga departemen HR di perusahaan Anda. Berilah kesempatan pada karyawan Anda untuk menyeimbangkan waktu mereka di kantor dan di rumah.

Ciptakan budaya organisasi yang sehat seperti datang tepat waktu, sampai dengan mematikan listrik atau koneksi internet di atas jam 9 malam misalnya untuk memaksa karyawan Anda pulang. Karena bekerja dengan kondisi badan yang lelah itu sangatlah tidak produktif.

Kesimpulan

Tercapainya work life balance seorang karyawan tak hanya harus diperjuangkan oleh karyawan tersebut. Pihak-pihak lainnya di perusahaan seperti level manajerial, hingga departemen human resource haruslah mendukung tercapainya keseimbangan dua dunia ini. Dengan demikian, produktifitas karyawan pun bisa meningkat dan level stress dan kejenuhan bisa ditekan seminimal mungkin.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Novia

Novia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Butuh Bantuan?

Hubungi tim ahli kami untuk konsultasi gratis melalui WhatsApp.
+6287888000015
×
Butuh Bantuan?