Waspada Burnout saat Work from Home: Gejala dan Tips Pencegahan

Syifa Fadiyah
burnout saat work from home

Beberapa minggu belakangan, dan tentu beberapa minggu kedepan, banyak perusahaan yang meminta karyawannya untuk bekerja di rumah sebagai tindakan pencegahan Covid-19. Manfaat kesehatan dalam hal terhindar dari pandemi memang terasa. Tetapi, ada bayang-bayang kesehatan mental yang terganggu akibat burnout saat work from home. 

Penyebab burnout saat work from home

Bekerja di rumah banyak keuntungannya. Tidak perlu menghabiskan waktu di jalan, lebih fleksibel, bisa memakai piyama saat bekerja. Menarik sekali, bukan? 

Namun demikian, meskipun bekerja di rumah diklaim lebih produktif ketimbang saat bekerja di kantor, untuk keadaan krisis seperti ini, tidak semua orang merasa demikian. Anjuran social distancing selama Covid-19 ini menyebabkan menurunnya kesehatan mental akibat isolasi dan membaurnya ranah personal dan profesional

Social distancing tidak hanya menuntut karyawan untuk bekerja di rumah, tapi juga untuk berdiam diri di rumah. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan interaksi dengan orang lain, padahal hal tersebut berkontribusi pada kesehatan mental seseorang. Terlebih jika karyawan tersebut tinggal sendirian.

Tetapi, bukan berarti karyawan yang telah berkeluarga lebih diuntungkan. Memisahkan ranah kerja dan ranah personal akan semakin sulit jika ada anak-anak. Jika dalam sebuah keluarga kedua orang tua bekerja, mereka mungkin harus membagi tugas mengurus anak sambil fokus pada pekerjaan.  

Selain itu, ternyata, menurut riset yang dilakukan Bloomberg, jam kerja saat bekerja di rumah justru lebih banyak dari pada saat di kantor. Sifat “fleksibel” yang dijanjikan work from home, membuat karyawan justru merasa harus memberikan kontribusi lebih dibanding rekan kerja lainnya.

Jika ketiga faktor tersebut digabungkan, kemungkinan besar pekerja bisa merasa cemas, sedih, lelah, frustasi, dan bosan selama masa karantina. Belum lagi ditambah dengan kecemasan karena kesehatan yang terancam, pemutusan kerja, dan ketidakpastian akibat wabah ini. 

Ciri-ciri burnout

Burnout dapat terjadi pada siapa saja yang mengalami stress berkepanjangan. Masalah ini disebabkan oleh sedikit atau tidak adanya kontrol seseorang atas ranah eksternalnya. 

Burnout memiliki tiga komponen: kelelahan dan merasa hilang kontrol, sinisme terhadap pekerjaan, dan produktivitas yang menurun baik di rumah maupun kantor. Anda harus waspada jika merasakan gejala seperti ini karena dampak burnout yang berkepanjangan sangat berbahaya. 

Berikut adalah tanda-tanda burnout saat work from home yang harus diwaspadai:

Anda bekerja tanpa henti

Saat situasi “normal”, Anda bekerja di kantor dan istirahat di rumah. Dengan berpadunya kedua ruang ini, Anda kesulitan memisahkan keduanya dan malah bekerja terus-menerus. Anda bisa kelelahan dan jadi tidak memperhatikan kondisi kesehatan Anda. 

Menunda-nunda pekerjaan

Awalnya Anda merasa senang karena bisa bekerja di rumah, jadi Anda terlalu bersemangat saat kerja hingga mencapai titik jenuh. Akhirnya Anda letih dan malah menunda pekerjaan karena butuh istirahat. Anda tidak bisa menyusun rencana bahkan untuk jangka pendek dan merasa gagal. 

Merasa sendiri saat ada kesulitan

Saat ada masalah di kantor, Anda memiliki rekan kerja untuk berbagi dan membantu memberikan solusi. Tapi, ketika masalah mucul saat Anda di rumah, Anda merasa sangat frustasi dan cemas karena harus menanggung beban ini sendiri. 

Merasa harus bekerja lebih lama

Kita sering membandingkan diri dengan rekan kerja, termasuk saat bekerja di rumah. Jika Anda merasa rekan kerja yang lain lebih bekerja keras dan lebih lama, sehingga merasa harus bekerja melampaui mereka, Anda sudah mengalami burnout. 

Meeting yang berlebihan

Aktivitas saat WFH dipeneuhi dengan telepon atau panggilan video untuk memastikan satu atau banyak hal. Tetapi karena Anda sudah merasa lelah, bosan, dan tidak tahu harus melakukan apa lagi, Anda mencari-cari kesempatan untuk melakukan meeting. Padahal, mungkin saja Anda dan rekan kerja yang lain memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Cara mencegah kelelahan saat bekerja di rumah

burnout saat work from home

Perusahaan dapat membantu karyawan tetap sehat secara mental dengan menetapkan jam kerja yang sesuai sambil terus memantau produktivitas mereka melalui sistem kolaborasi internal. Cara ini bisa mencegah karyawan bekerja lebih atau kurang dari jam seharusnya.

Artikel terkait: 5 Kontribusi Perusahaan Terhadap Burnout Pekerja

Sementara itu, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan karyawan secara individu untuk mencegah burnout seperti:

  • Mengatur ekspektasi – wajar jika pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu 5 jam selesai dalam waktu 3 jam karena Anda lebih produktif. Jangan menyesal.
  • Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu – atur alarm setengah jam sebelum waktu kerja selesai sehingga Anda bisa menyelsaikan semua tugas tanpa harus mengulur lebih banyak waktu
  • Mematikan seluruh gadget matikan laptop dan hapus aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan untuk mencegah Anda memikirkan tugas secara terus-menerus.
  • Rencanakan hari esok – perencanaan akan membantu Anda melakukan to-do list dan memprioritaskan mana pekerjaan yang harus dikerjakan.
  • Melakukan ritual transisi – pisahkan waktu kerja dan istirahat dengan mandi, mengganti pakaian, meditasi, merencanakan pekerjaan besok, dan merapikan tempat kerja. 
  • Mengevaluasi hari – setelah selesai bekerja, rangkumlah performa dan suasana hati Anda, kemudian susun rencana bagaimana hari esok harus dijalankan dengan lebih baik. 
  • Melakukan kegiatan yang menyenangkan – lakukan apapun yang membuat Anda senang seperti memasak, menonton TV, bermain game, melakukan panggilan video dengan teman, atau lainnya. 
  • Waspada terhadap gejala burnout selain ciri-ciri burnout di atas, tetap waspada jika Anda mengalami sakit kepala, mudah tersinggung, dan mudah marah. Lalu, istirahatlah hingga Anda merasa lebih baik. 

Burnout saat work from home sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, jangan terlena dengan “kebebasan” atau “fleksibilitas” bekerja di rumah karena jika tidak dikontrol, Anda akan terlalu bersemangat saat kerja hingga kelelahan. Rumah bisa menjadi ruang yang toksik jika Anda tidak bisa memisahkan ranah personal dan ranah profesional dengan baik. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles