BerandaProductsHRM/PayrollKenali Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Mengatasinya

Kenali Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Mengatasinya

Tentu Anda mengetahui bahwa lingkungan yang toxic bisa berada dimanapun, tak terkecuali pada lingkungan kerja. Toxic pada lingkungan kerja biasanya seperti persaingan demi uang, saling menyalahkan, suasana kantor yang suram, dan masih banyak lagi hal lainnya. Tak heran jika terdapat daftar perusahaan terbaik untuk bekerja hampir setiap tahun. Tahukah Anda mengapa disebut yang terbaik dan jauh dari lingkungan toxic? Indikatornya berdasarkan pada gaji dan tunjangan yang baik, pembagian kerja yang adil dengan sistem manajemen acara yang baik, rekan kerja yang baik, hingga lingkungan kerja yang nyaman yang mendukung produktivitas.

Lalu bagaimana dengan lingkungan kerja yang buruk atau toxic? Secara tidak sadar, kondisi ini dapat membuat karyawan menjadi pribadi yang kurang baik dan perusahaan menjadi tidak produktif. Ketika terjadi kondisi seperti itu, pihak manajerial perusahaan harus dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Jangan menunggu sampai kondisinya memburuk, bahkan bisa saja menyebabkan karyawan terbaik memilih untuk resign. Agar Anda dapat mengenali lingkungan kerja toxic atau tidak serta cara mengatasinya, simak selengkapnya pada artikel berikut.

Lingkungan Kerja Toxic

Daftar Isi

Pengertian Toxic

Toxic adalah sebutan atau istilah untuk seseorang yang “beracun” yaitu sifat pribadi seseorang yang suka menyusahkan dan memberikan dampak negatif pada orang sekitar, baik itu secara fisik maupun emosional. Toxic people dapat ditemukan dimanapun dalam kehidupan nyata.

Baca juga: Budaya Kerja yang Positif Berdampak Baik bagi Bisnis Anda

Pengaruh Toxic bagi Kesehatan Mental

Biasanya, seseorang memiliki sifat toxic ini adalah orang-orang yang sangat sulit merasakan kebahagiaan, suka memandang orang lain buruk, hidupnya penuh dengan kecurigaan, sering mengeluh dan hidupnya selalu merasa tidak puas. Sifat toxic dapat menular ke orang lain karena sifat ini bisa merusak suasana yang menyenangkan. Baik dalam perbuatan maupun ucapan yang berasal dari orang yang toxic bisa berpengaruh bagi kesehatan mental Anda seperti merasakan sakit hati dan kelelahan secara fisik maupun emosional.

Ciri-ciri Lingkungan yang Toxic

Lingkungan kerja pada kenyataannya memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental serta efisiensi kerja para karyawannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa tidak hanya pekerjaannya saja yang memuaskan, tetapi puas terhadap lingkungan di tempat kerja. Untuk mengetahui apakah lingkungan kerja Anda toxic atau tidak, berikut ciri-ciri lingkungan kerja yang toxic antara lain:

  1. Beban kerja yang tidak realistis adalah bentuk lingkungan toxic. Meskipun Anda sudah berusaha keras, tetapi selalu merasa kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan, maka sudah berada dalam lingkungan kerja yang beracun. Hal ini mungkin saja karena menghadapi beban kerja yang tidak realistis yang dapat menyebabkan kecemasan dan frustasi tingkat tinggi. 
  2. Biasanya waktu bekerja dalam sehari adalah delapan jam, kecuali ada ketentuan yang jelas dalam persyaratan kerja yang disepakati, atau pekerjaan tertentu. Namun, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang bekerja lebih dari ketentuan tersebut cenderung menderita depresi. 
  3. Rasa cemas selama seharian bekerja yang mungkin berasal dari banyak hal di luar pekerjaan, namun apabila lingkungan kerjanya beracun pasti akan menimbulkan stres dan kekhawatiran yang tidak sehat. Sebab jika Anda merasa tidak nyaman dengan pekerjaan atau suasananya yang meracuni, pikiran dan tubuh kita akan selalu mengirimkan sinyal.

Cara Mengatasi Lingkungan yang Toxic

Manusia adalah makhluk sosial dan tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Namun terkadang, tidak mudah untuk menemukan orang yang sesuai dengan Anda. sehingga terkadang Anda akan bertemu dengan orang-orang yang beracun di lingkungan sekitar. Namun tidak perlu khawatir karena ada cara untuk mengatasi lingkungan yang toxic tersebut, berikut cara mengatasinya:

Identifikasi perilaku toxic

Sebelum mengambil tindakan, Anda harus mengidentifikasi dahulu perilaku atau budaya kerja mana saja yang bermasalah. Caranya yaitu dengan melihat lingkungan kerja secara kritis. Selain itu, bisa juga mengidentifikasinya berdasarkan beberapa tanda umum yang bisa mencirikan bahwa lingkungan kerja di perusahaan tersebut cenderung toxic. Kondisi setiap perusahaan tentu berbeda, sehingga tanda tanda yang terlihat pun tidak selalu sama. Namun jika sudah melihat tanda-tandanya hal tersebut telah menjadi lampu kuning agar Anda segera mengambil tindakan pembenahan.

Evaluasi akar masalah

Setelah mengidentifikasi perilaku atau budaya kerja mana yang bermasalah, langkah selanjutnya yaitu mengevaluasi akar masalah tersebut. Sebab lingkungan kerja tidak mungkin hadir begitu saja, pasti ada hal yang mendukungnya untuk berkembang. Apakah lingkungan kerja yang toxic tersebut berakar dari sistem kepemimpinan perusahaan? Seperti bersifat diskriminatif, komunikasi buruk, menganggap karyawan sebagai bawahan, tidak transparan dan akuntabel dalam keputusan, hingga tidak adanya penghargaan atas prestasi yang seharusnya ada dengan bantuan sistem manajemen sertifikasi dan training. Jika hal tersebut terjadi, maka Anda perlu melakukan strategi perbaikan.

Buat strategi perbaikan

Seperti seorang dokter yang telah mengidentifikasi penyakit dan mengetahui sumber penyakitnya maka perlu melakukan pengobatan. Begitu pula dalam perusahaan, maka langkah selanjutnya dalam mengatasi lingkungan toxic adalah membuat strategi perbaikan. Perlu Anda ingat bahwa mengobati lebih sulit daripada mencegah, artinya Anda harus bersabar dan membuat perbaikan secara bertahap dengan melakukan skala prioritas. Mulailah dari yang memiliki dampak terbesar dahulu, dengan harapan masalah kecilnya bisa membaik dengan sendirinya.

Evaluasi strategi perubahan

Setelah melaksanakan strategi tentu membutuhkan evaluasi. Lihat setelah beberapa bulan penerapan, apakah strategi yang tersebut menghasilkan perubahan atau tidak. Selain itu, Anda juga dapat melakukan evaluasi dengan melibatkan pihak ketiga seperti konsultan atau sejenisnya untuk melihat perspektif berbeda yang bisa menjadi input positif. Penilaian dari pihak ketiga juga bisa lebih objektif sehingga langkah perbaikan menjadi lebih tepat.

 

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai lingkungan kerja yang toxic dan cara mengatasinya. Tentunya lingkungan yang toxic ini sebenarnya berbahaya bagi kita. Jika tidak pandai dalam mengendalikan diri, bisa saja Anda akan terseret oleh pengaruh negatif. Atasi hal tersebut dengan hal-hal yang Anda sukai, atau  bisa juga dengan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, tunjukkan identitas Anda, buat lelucon dan bersantailah dengan orang-orang yang cukup dekat di sekitar Anda. 

Hindari memperhatikan berita-berita yang negatif karena hal itu hanya akan membuat kita bias. Maka dari itu perusahaan harus dapat membina karyawan dan memberikan kenyaman bagi mereka. Software HRM dari HashMicro merupakan sistem yang dapat mengontrol karyawan. Hal tersebut melingkupi manajemen on/off boarding karyawan, rekrutmen, KPI, pelatihan, evaluasi karyawan, perpindahan karyawan, perjalan bisnis, hingga pinjaman karyawan. Anda dapat mengelola karyawan secara real-time dimana saja dan kapan saja.

Lingkungan Kerja Toxic

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Thamia Farisatuddiniyah
I hope readers get value and enjoy what I write!

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA