Lihat Artikel Lainnya

BerandaIndustryTips Meningkatkan Keselamatan Kerja di Pabrik Garmen bagi HR

Tips Meningkatkan Keselamatan Kerja di Pabrik Garmen bagi HR

Industri garmen adalah industri yang berkontribusi besar di Indonesia. Berbeda dengan industri tekstil, garmen lebih mengarah kepada produksi pakaian dalam skala besar. Banyaknya pakaian jadi yang diproduksi membuat karyawan industri garmen dihadapkan dengan alat-alat industri, seperti jarum, gunting, mesin jahit, mesin setrika, dan alat-alat industri lainnya.

Selain itu, tugas-tugas yang karyawan lakukan membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi. Di sisi lain, tingginya gerakan mengulang yang dilakukan dapat menimbulkan beban berlebih pada otot tertentu. Belum lagi paparan yang karyawan hadapi sehari-hari, seperti panasnya mesin setrika atau jahit, debu serat kain, kebisingan, getaran hingga kemungkinan terpeleset atau tertimpa alat berat. 

Oleh karena itu penting bagi pihak HR (Human Resource) untuk memberi perhatian lebih pada HSE (Health, Safety, and Environment) agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sehat.

garmen

Mengenal HSE dalam Perusahaan Manufaktur Garmen

Mengenal HSE dalam Perusahaan Manufaktur Garmen

HSE (Health, Safety, and Environment) adalah bentuk tanggung jawab perusahaan akan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. Program ini berfokus membuat lingkungan kerja yang sehat dan selamat. HSE merupakan sistem yang penting bagi industri yang penuh risiko, terutama industri manufaktur.

Apa fungsi HSE pada manufaktur?

Dalam industri manufaktur seperti garmen, risiko-risiko kesehatan yang sering terjadi adalah kelelahan, sakit punggung, dan masalah pada sistem pernapasan akibat paparan debu dan bahan kimia. Sementara itu, risiko keselamatan yang umum terjadi adalah cedera karena material handling atau pemindahan material, serta tergelincir atau jatuh pada lantai produksi yang licin.

Untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan tersebut, program HSE yang efektif dan efisien harus diterapkan di industri garmen. Langkah-langkah seperti pelatihan karyawan tentang teknik pemindahan material yang aman, penggunaan peralatan pelindung diri, penanganan bahan kimia yang benar, serta tata letak lantai produksi yang ergonomis, dapat membantu mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan.

Selain risiko kesehatan dan keselamatan, industri garmen juga berpotensi menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitar. Penggunaan bahan kimia yang berbahaya dan limbah produksi yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan kesehatan masyarakat. 

Oleh karena itu, program HSE juga harus memperhatikan dampak industri garmen pada lingkungan sekitar. Langkah-langkah seperti penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang baik, dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan harus diterapkan untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan sekitar.

Dengan demikian, penerapan program HSE yang efektif dan efisien sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan karyawan serta menjaga lingkungan sekitar di industri garmen.

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Peran HR dalam Memenuhi HSE Manufaktur Garmen

Peran HR dalam Memenuhi HSE Manufaktur Garmen

Dalam industri manufaktur garmen, HR (Human Resources) atau bagian sumber daya manusia memiliki peran yang penting dalam memenuhi program kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Karena penanggung jawab utama dalam pengelolaan kesehatan dan keselamatan karyawan, serta penjamin keselamatan lingkungan di perusahaan adalah HR. Berikut beberapa peran HR dalam memenuhi HSE:

Mencari kandidat karyawan terbaik di industri garmen

Peran HR dalam menerapkan program HSE adalah melalui rekrutmen karyawan yang berkualitas. HR dituntut untuk mencari kandidat yang tidak hanya memiliki kemampuan umum, tetapi juga memiliki sertifikasi profesi di bidang tertentu, terutama dalam industri manufaktur.

Selain itu, sertifikasi pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi patokan HR dalam rekrutmen. Hal ini untuk memastikan bahwa calon karyawan yang direkrut dapat membantu membangun budaya kerja yang ramah K3. Hal ini penting karena program HSE adalah bentuk keselamatan yang harus diterapkan oleh seluruh elemen perusahaan, baik karyawan maupun perusahaan itu sendiri.

Menyusun annual performance appraisal dengan bobot pelaksanaan HSE

HR harus memastikan bahwa bobot pelaksanaan HSE menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja. Bobot ini harus diterapkan secara konsisten untuk semua karyawan dalam perusahaan, terlepas dari tingkat jabatan atau posisi kerja. Bobot pelaksanaan HSE ini dapat mencakup indikator-indikator seperti ketaatan terhadap prosedur keselamatan kerja, partisipasi dalam pelatihan K3, dan kontribusi terhadap pengembangan budaya kerja yang ramah HSE.

Tujuan dari memberikan bobot K3 atau HSE dalam penilaian kinerja adalah untuk memastikan bahwa seorang HSE officer mampu melakukan evaluasi dan analisis masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Bobot ini juga membantu HR dalam menyusun anggaran untuk fasilitas kesehatan atau penanganan kecelakaan di tempat kerja.

Penyelenggara fasilitas kesehatan di industri garmen

Salah satu tugas HR dalam hal ini adalah memastikan tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai untuk para karyawan. HR juga harus mengatur dan mengelola program-program kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan berkala, imunisasi, dan program kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Selain itu, HR juga harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan di perusahaan memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Hal ini meliputi penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti pencegahan penyebaran penyakit menular, penggunaan alat pelindung diri, dan tindakan-tindakan keselamatan lainnya untuk mencegah kecelakaan kerja.

Mewadahi pelatihan K3

Selain itu, HR harus memastikan bahwa pelatihan K3 yang perusahaan selenggarakan meliputi seluruh aspek K3 yang relevan dengan pekerjaan karyawan. Hal-hal tersebut termasuk pemahaman tentang risiko dan bahaya kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta protokol kesehatan dan keselamatan kerja lainnya.

Dalam mewadahi pelatihan K3, HR juga harus memantau efektivitas pelatihan dan melakukan evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa para karyawan memperoleh manfaat dari pelatihan K3 dan dapat mengimplementasikan praktik K3 dalam pekerjaan sehari-hari.

Penyedia arus informasi dan komunikasi antar unit

HR memiliki peran penting dalam menyediakan arus informasi dan komunikasi yang efektif antar unit di perusahaan industri garmen. Hal ini untuk memastikan bahwa semua karyawan mendapatkan informasi terkait kebijakan, prosedur, dan praktik kesehatan dan keselamatan kerja yang relevan dengan pekerjaan karyawan.

Dengan menyediakan arus informasi dan komunikasi yang efektif antar unit, HR dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman karyawan tentang kesehatan dan keselamatan kerja serta memastikan bahwa praktik kesehatan dan keselamatan kerja berjalan secara konsisten di seluruh perusahaan.

Golden rules: memanusiakan karyawan industri garmen

Dalam industri garmen, HR memiliki peran yang penting dalam menerapkan golden rules yang berfokus pada memanusiakan karyawan. Hal ini meliputi beberapa hal berikut:

  1. Memberikan perlakuan yang adil dan setara terhadap seluruh karyawan, tanpa membedakan agama, gender, etnis, atau latar belakang lainnya.
  2. Memberikan jaminan dan perlindungan terhadap hak-hak karyawan. Contohnya seperti mendapat upah yang layak, jam kerja yang wajar, fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja yang memadai.
  3. Menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, dengan memastikan bahwa karyawan bekerja dalam kondisi yang tidak membahayakan kesehatan karyawan.
  4. Memberikan kesempatan dan dukungan untuk pengembangan karyawan, melalui pelatihan, pengembangan karir, atau program pembelajaran lainnya.
  5. Membangun budaya kerja yang positif dan inklusif, dengan menghargai keragaman dan memberikan dukungan terhadap kesetaraan dan keadilan.
  6. Memberikan dukungan terhadap kesejahteraan karyawan, baik secara fisik maupun psikologis, dengan menyediakan layanan kesehatan dan dukungan psikologis.

Dengan menerapkan “golden rules” yang fokus pada memanusiakan karyawan, HR dapat membantu meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan karyawan, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produktivitas dan keberhasilan perusahaan.

Baca juga: Apa itu Sistem HRIS? Kenali Fungsinya dan Manfaat Bagi Bisnis

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, HSE merupakan program penting yang harus perusahaan laksanakan, karena ini mencakup kebutuhan orang banyak. Selain itu, perusahaan melalui HR memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi setiap anggota perusahaan.

Di sisi lain, HR memiliki keterbatasan dalam melaksanakan semua program secara manual. Oleh karena itu, dalam melaksanakan program HSE, HR dapat menggunakan sistem perangkat lunak HRIS dari HashMicro. Sistem ini akan membantu HR dalam manajemen karyawan, seperti manajemen kedisiplinan, cuti, upah, dan sebagainya. Sistem ini pun dapat Anda kustomisasi agar sesuai dengan program HSE. Apabila Anda tertarik, Anda dapat mencoba demo gratis di sini.

HRM

Apakah artikel Ini bermanfaat?
YaTidak

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

William Wijaya
William Wijaya
Sebagai tech lead di HashMicro, William memastikan produk-produk HashMicro dibuat sesuai dengan permintaan klien. Namun di luar itu, William juga memiliki ketertarikan dalam dunia tulis menulis. Maka dari itu ia banyak menyumbangkan artikel-artikel bermutu, terutama yang berhubungan dengan dunia HR.

Highlight

Artikel Populer

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
├Ś
Hubungi Tim Sales