5 Tips untuk Bisnis dalam Menghadapi New Normal

Kanya Anindita
5 Tips untuk Bisnis dalam Menghadapi New Normal

New normal merupakan istilah yang dalam beberapa bulan terakhir ini kembali populer. Sebelum dikaitkan dengan COVID-19, istilah ini juga sempat populer pada saat krisis keuangan 2007-2008 dan resesi global 2008 – 2012. Dalam situasi new normal, artinya sesuatu yang dianggap abnormal sebelumnya, kini menjadi wajar. 

Dalam situasi saat ini, menghadapi new normal artinya kita harus siap beradaptasi dengan berbagai dampak yang diakibatkan oleh COVID-19 dan bahkan virus itu sendiri. Kasus COVID-19 sendiri hingga saat ini masih bertambah di berbagai wilayah, namun karena perekonomian harus bangkit, maka bisnis harus mulai beroperasi kembali. 

Tidak sedikit bisnis yang terkena dampak dari COVID-19 dan menanggung banyak kerugian selama PSBB. Karena pemerintah sudah berencana untuk mengakhiri kebijakan PSBB (rencananya berakhir pada 4 Juni mendatang), maka sekarang saatnya untuk membangkitkan bisnis Anda kembali. Di bawah ini adalah beberapa tips untuk memulihkan bisnis Anda di tengah situasi new normal.

1. Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini pandemi belum benar-benar berakhir. Beberapa ahli menyebutkan bahwa kita mungkin akan tetap menghadapi kondisi ini setidaknya hingga akhir tahun. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. 

Tetap lakukan praktik physical distancing di kantor Anda. Sediakan masker, hand sanitizer, dan sabun cuci untuk semua orang. Ingatkan seluruh karyawan untuk menjaga kebersihan secara rutin. Pertimbangkan untuk menyediakan catering agar karyawan tidak perlu mencari makan di luar kantor.

Perhatikan juga kondisi kesehatan karyawan Anda. Minta karyawan yang kondisinya sedang tidak fit untuk beristirahat di rumah. Untuk karyawan senior yang usianya di atas 45 tahun, sebaiknya dipersilakan untuk bekerja dari rumah. Pertimbangkan juga untuk memberlakukan shift untuk membatasi jumlah karyawan dalam ruangan kantor Anda.

2. Manfaatkan Teknologi yang Mendukung New Normal

Ketika physical distancing harus tetap dijalankan, maka berbagai pekerjaan seharusnya dapat diotomatiskan. Dengan begini, komunikasi face-to-face dapat dikurangi. HashMicro menyediakan aplikasi ERP yang dapat membantu mengotomatiskan dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis Anda, seperti akuntansi, penjualan, pembelian, inventaris, dan banyak lagi. 

Memanfaatkan teknologi seperti sistem ERP membantu bisnis Anda beradaptasi dengan situasi new normal dengan lebih mudah. Anda dapat memonitor pekerjaan karyawan Anda tanpa harus berada di ruangan yang sama dengan mereka. Setiap karyawan yang diberikan hak akses dapat saling berkolaborasi menggunakan satu platform yang sama tanpa harus bertatap muka

3. Temukan Peluang Bisnis Baru

Cari tahu apakah kira-kira ada peluang bisnis baru yang bisa Anda ambil. Ketika pandemi, memang banyak bisnis yang kehilangan peluang, namun tidak sedikit juga bisnis yang justru mendapatkan peluang baru. Saat ini, Anda harus dapat beradaptasi dengan perilaku konsumen yang telah berubah. Tanyakan pada diri Anda, adakah solusi yang kira-kira bisa Anda tawarkan kepada klien atau pelanggan Anda, terutama untuk membantu mereka menghadapi kesulitan-kesulitan pasca COVID-19. 

4. Jalin Kembali Hubungan dengan Klien/Pelanggan

Selama PSBB, komunikasi dengan klien atau pelanggan menjadi berkurang atau mungkin bahkan putus sama sekali. Kini saatnya untuk menjalin kembali komunikasi dengan mereka. Anda juga perlu memastikan tim Anda untuk mem-follow up pertanyaan-pertanyaan prospek yang belum sempat dijawab.

Gunakan sistem CRM untuk mengecek status penjualan Anda. Apakah masih ada penjualan yang statusnya pending? Klien mana saja yang perlu segera ditindak lanjuti? Kapan terakhir kali tenaga penjualan Anda menghubungi klien yang mereka tangani? Bagaimana respons terakhir klien Anda terhadap penawaran yang sudah dikirim?

5. Atur Ulang Rantai Pasokan Anda

Anda tentu ingin mengembalikan kapasitas penjualan Anda seperti sedia kala, tetapi ini bisa jadi mustahil untuk saat ini. Permintaan konsumen mungkin sudah berubah. Mereka mungkin beralih ke jenis layanan atau produk lain. Oleh karena itu, stok Anda juga harus sesuai dengan permintaan yang ada saat ini. Dan jika Anda produsen, maka Anda harus membuat perencanaan yang tepat agar Anda produksi Anda tidak melebihi permintaan.

Evaluasi stok barang Anda. Pastikan Anda tidak salah dalam melakukan pengadaan barang. Jangan sampai Anda membeli barang-barang yang tidak akan laku dalam waktu cepat. Gunakan aplikasi manajemen stok yang tepat untuk memudahkan Anda menganalisis permintaan berdasarkan persediaan, secara akurat. 

COVID-19 meninggalkan dampak yang berbeda pada setiap bisnis. Sebagian bisnis terkena dampak negatifnya secara berat, sebagian tidak terlalu menanggung kerugian karena dapat tetap beroperasi selama PSBB. Pemulihan bisnis dalam situasi new normal ini mungkin tidak dapat berhasil waktu singkat, namun dengan sikap optimis dan usaha yang konsisten, bisnis Anda pada akhirnya tidak hanya akan pulih, tetapi juga menjadi lebih kuat.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles