01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaProductsHRM/PayrollPTKP Adalah| Pengertian, Status, dan Cara Menghitungnya

PTKP Adalah| Pengertian, Status, dan Cara Menghitungnya

PTKP adalah singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak. Istilah tersebut sering kali terdengar di bidang keuangan. PTKP umumnya tidak dikenali oleh masyarakat namun istilah yang lebih populer dikalangan masyarakat adalah PPh (Pajak Penghasilan). Walaupun keduanya memiliki arti yang berbeda akan tetapi kedua istilah ini memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Istilah PTKP perlu Anda pahami karena sebelum menentukan besarnya PPh yang harus Anda bayarkan maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu terkait golongan dan tarif PTKP Anda. Setelah mengetahui besar tarif PTKP Anda sebagai wajib pajak maka Anda dengan mudah dapat menghitung besarnya PPh yang harus Anda bayarkan. Pada artikel ini akan membahas lebih jelas tentang istilah PTKP agar Anda dengan mudah dapat menghitung PPh yang harus Anda bayarkan sebagai wajib pajak. 

Apa Itu Penghasilan Tidak Kena Pajak? 

Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah faktor pengurangan terhadap penghasilan atau pendapatan netto orang pribadi atau perseorangan sebagai wajib pajak dalam negeri dan dalam menghitung penghasilan kena pajak yang menjadi objek pajak penghasilan yang harus dibayar wajib pajak di Indonesia yang diperkenankan oleh undang-undang Nomor 7 tahun 1983 dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Maka dari itu, Penghasilan Tidak Kena Pajak hanya diberikan kepada Wajib Pajak orang pribadi/perseorangan sesuai pasal 6 ayat (3) UU PPh. 

Sebagaimana yang dimaksud pada pasal 6 ayat (3) UU No. 36 Tahun 2008 menyatakan bahwa PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) diatur dalam pasal 7. Dalam pasal tersebut menjelaskan keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya antara lain orang tua, mertua, anak kandung dan anak angkat. Sedangkan anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak. 

Seiring bertambahnya waktu besarnya PTKP akan mengalami perubahan. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia. Semakin besar PTKP yang ditetapkan pemerintah, maka pajak penghasilan akan semakin kecil, berlaku pula sebaliknya. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No. 101/PMK.010/2016 yang membahas tentang penyesuaian PTKP, jumlah PTKP untuk WP orang pribadi dengan status tidak kawin dan tanpa tanggungan, adalah sebesar hingga Rp.54.000.000,00 setahun atau sebesar Rp.4.500.000,00 per bulan. Sehingga setiap orang yang mendapatkan penghasilan tidak lebih dari empat juta lima ratus setiap bulannya dibebaskan dari pengenaan pajak penghasilan. 

Pentingnya Menghitung PTKP

Menurut ketentuan perpajakan di negara Indonesia, PPh 21 tidak dikenakan pada penghasilan wajib pajak (penghasilan bruto), karena pemungutan pajak ini hanya dikenakan pada Penghasilan Kena Pajak (PKP). Dengan kata lain semakin tinggi penghasilan makin besar juga tarif pajak yang dikenakan. Untuk tahu jumlah PKP tentunya Anda harus tahu dulu pengurangan terhadap penghasilan bruto, dimana salah satunya adalah PTKP. Namun, tujuan hal ini diadakan adalah untuk melindungi orang-orang yang berpenghasilan rendah sehingga mereka tidak harus membayar pajak lagi.

Status Penghasilan Tidak Kena Pajak

PTKP adalah

Terdapat beberapa status di dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak yang harus Anda pahami agar Anda dapat mencocokkannya terhadap kondisi Anda sebenarnya. Status ini muncul dalam bentuk kode TK dan K. 

  • Kode dan status PTKP

Berikut adalah berbagai kode beserta penjelasan dari status PTKP yang dimiliki oleh WP: 

Golongan Kode Tarif PTKP
Tidak Kawin (TK) TK0 (Tanpa Tanggungan) Rp. 54.000.000
TK1 (1 Tanggungan) Rp. 58.500.000
TK2 (2 Tanggungan) Rp. 63.000.000
TK3 (3 Tanggungan) Rp. 67.500.000
Kawin (K) K0 (Tanpa Tanggungan) Rp. 58.500.000
K1 (1 Tanggungan) Rp. 63.000.000
K2 (2 Tanggungan) Rp. 67.500.000
K3 (3 Tanggungan) Rp. 72.000.000
Kawin denga penghasilan istri digabung (K/I) K/I/0 Rp. 112.500.000
K/I/1 (1 Tanggungan) Rp. 117.000.000
K/I/2 (2 Tanggungan) Rp. 121.500.000
K/I/3 (3 Tanggungan) Rp. 126.000.000

 

Dari tabel diatas dapat diketahui status PTKP dengan besar tarif PTKP sesuai dengan golongan atau kode. Tarif PTKP minimal adalah ketika penghasilan mencapai hingga Rp. 54.000.000 per tahun atau Rp. 4.500.000 per bulan bagi yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Maka dapat diketahui, jika gaji seseorang atau Wajib Pajak (WP) tidak melebihi batas tarif PTKP tersebut maka perseorangan tersebut tidak dikenakan PPh 21. Sebaliknya, jika pendapatan perseorangan tersebut melebihi tarif PTKP tersebut maka WP (Wajib Pajak) harus membayarkan pajak sesuai dengan tarif yang berlaku. 

Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa PTKP diperhitungkan agar dapat mengetahui jumlah PKP (Penghasilan Kena Pajak). Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah jumlah upah karyawan/pekerja yang akan dikenakan PPh 21 setelah dikalkulasikan dengan tunjangan, biaya jabatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan lainnya. Seperti yang disebutkan di atas, bahwa untuk dapat mengetahui berapa jumlah penghasilan yang akan dikenakan pajak, terlebih dahulu harus mengetahui besar PTKP wajib pajak yang bersangkutan.Yang mana besar PTKP dapat dilihat pada tabel diatas. 

  • Cara mengetahui jumlah PKP

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Berikut ini cara mengetahui jumlah Penghasilan Kena Pajak:

  • Dari Penghasilan Bruto => dikurangi biaya-biaya => selanjutnya menjadi penghasilan neto.
  • Dari penghasilan neto tersebut => dikurangi PTKP hingga akhirnya diperoleh Penghasilan Kena Pajak.

Setelah menemukan jumlah Penghasilan Kena Pajak, maka nilai tersebut akan dihitung pajaknya menggunakan tarif progresif PPh Pasal 17 ayat (1). Sesuai dengan Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh No. 36/2008, tarif PPh Orang Pribadi Pasal 21 adalah menggunakan tarif progresif, yang akan dikalikan dengan Penghasilan Kena Pajak.

Tarif progresif PPh OP ini adalah sebagai berikut: 

  • 5% untuk penghasilan kena pajak hingga Rp50.000.000 per tahun
  • 15% untuk penghasilan kena pajak Rp50.000.000 hingga Rp250.000.000 per tahun
  • 25% untuk penghasilan kena pajak Rp250.000.000 hingga Rp500.000.000 per tahun
  • 30% untuk penghasilan kena pajak hingga di atas Rp500.000.000 per tahun

Contoh Sederhana Cara Menghitung PTKP

Sherly bekerja di perusahaan IT dengan gaji Rp 9.000.000 tiap bulan. Sherly sudah bekerja selama 3 tahun dan belum menikah tetapi memiliki tanggungan 2 orang (orang tua). Bagaimana perhitungan PTKPnya?

Gaji Pokok Rp. 9.000.000
Biaya jabatan 5% x Rp9.000.000 Rp. 450.000 –
 
Penghasilan bersih per bulan   Rp. 8.550.000
Penghasilan bersih per tahun Rp. 102.600.000
 
PTKP (belum kawin dan tanggungan 2 orang) Rp. 63.000.000
Penghasilan kena pajak Rp. 39.600.000
PPh OP 5% x Rp. 39.600.000 Rp. 1.980.000
PPh per bulan Rp. 1.980.000 / 12 Rp. 165.000

Jadi, Sherly harus membayar pajak penghasilan sebesar Rp. 1.980.000 per tahun atau Rp. 165.000 per bulan. 

Baca juga: Remunerasi adalah| Definisi, Tujuan, Bentuk, dan Faktor Pertimbangan Lainnya

Kesimpulan

Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah pengurangan penghasilan netto perseorangan wajib pajak sehingga dapat diketahui PKP (Penghasilan Kena Pajak) dan setelah itu dapat dihitung PPh per tahun atau per bulannya dari perseorang wajib pajak tersebut. Untuk memudahkan Anda menghitung PPh (Pajak Penghasilan) perbulan yang harus Anda bayarkan secara pribadi maupun secara otomatis terpotong dari perusahaan sehingga Anda tidak perlu repot-repot untuk menghitung secara manual. Anda dapat menggunakan aplikasi Payroll dengan sistem HRM Hashmicro yang menyediakan software untuk menghitung PPh 21 secara otomatis dan akurat yang sesuai dengan peraturan pajak terakhir dari pemerintah dengan fitur terlengkap. Sehingga dapat memudahkan pekerjaan Anda dan memudahkan Anda untuk mengitung PPh 21 yang harus Anda bayarkan. 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Sherly Indriani
Sherly Indriani
A Junior Content Writer at Hashmicro. "Read before writing and write for others to read. I did both to improve my knowledge and writing skills related to business ERP and other topics. I hope this article can be useful for readers".

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111961171
×
Dapatkan Demo Gratis!