Beranda Software/Business PSBB Jakarta Diperpanjang, Bagaimana Nasib Perkantoran?

PSBB Jakarta Diperpanjang, Bagaimana Nasib Perkantoran?

PSBB Jakarta sudah diberlakukan semenjak 10 April lalu. Dikarenakan pembatasan sosial yang ketat, aktivitas masyarakat di ibu kota jadi semakin diperketat. Pada Kamis, 23 April 2020, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa PSBB Jakarta akan diperpanjang hingga 22 Mei 2020. 

Perpanjangan PSBB Jakarta ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19, yang kasusnya masih bertambah hingga saat ini. DKI Jakarta merupakan episentrum COVID-19 di Tanah Air dengan jumlah kasus terbanyak. Hingga hari ini (24/4/2020), tercatat ada sebanyak 3,605 kasus terkonfirmasi virus Corona di DKI Jakarta. 

Karena kebijakan PSBB Jakarta ini diperpanjang, pelaku bisnis harus segera mencari alternatif untuk mengelola bisnisnya jika belum dilakukan. Saat ini hanya ada delapan sektor usaha yang diperbolehkan untuk tetap melakukan kegiatan tatap muka dengan tetap memberlakukan physical distancing; kesehatan, pangan, energi, komunikasi, distribusi barang, keuangan dan perbankan, kebutuhan sehari-hari, dan industri strategis.

Bagaimana Pelaku Bisnis Harus Bertindak Selama PSBB Jakarta Berlangsung?

Menurut Shinta Kamdani, selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sektor usaha di luar yang diperbolehkan untuk tetap beroperasi seperti biasa akan mengalami penurunan kinerja yang lebih dalam hingga mendekati dormant atau mati. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Anton J. Supit, juga memprediksi bahwa kegiatan ekonomi akan mengalami kerugian besar dikarenakan pembatasan aktivitas (dilansir dari Katadata).

Untuk mencegah penurunan produktivitas hingga omzet, pelaku bisnis di Jakarta perlu memiliki strategi baru dalam mengelola bisnisnya, yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa cara yang bisa dilakukan yakni:

Berlakukan kerja remote 

Saat ini work from home atau kerja remote sudah menjadi budaya kerja baru. Mau tidak mau, pelaku bisnis harus dapat beradaptasi dengan cara kerja baru ini demi mempertahankan produktivitas bisnisnya. Soal efektivitas, pelaku bisnis sebaiknya tidak perlu khawatir, selama ada panduan yang jelas. Sekarang bahkan ada aplikasi berbasis web yang dapat digunakan secara gratis untuk memonitor pekerjaan harian dan jam kerja karyawan.

Fokus pada pemasaran & penjualan online

Anda tidak dapat lagi melayani pelanggan secara langsung, setidaknya sampai PSBB berakhir. Jadi, sekarang waktunya bertransisi ke pemasaran dan penjualan online. Buat konten menarik di Instagram dan Facebook. Fokus pada konten seperti tips atau hal-hal yang mengedukasi masyarakat. Jika Anda menjual produk, marketplace juga akan sangat membantu meningkatkan penjualan. 

Kontrol biaya pengeluaran

Lakukan budgeting secara bijak. Buat pertimbangan sebelum Anda memberhentikan karyawan, karena pengurangan tenaga kerja dapat mengakibatkan penurunan produktivitas bisnis juga. Kurangi overhead dengan mengurangi proses-proses manual dan menggantinya dengan otomasi. Tunda rencana untuk investasi yang membutuhkan modal besar dan fokus pada apa yang bisa membantu bisnis Anda saat ini. 

HashMicro sebagai konsultan software untuk bisnis siap membantu memberikan solusi manajemen bisnis yang tepat selama pandemi COVID-19.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Most Popular