PSBB Diberlakukan, Pemilik Bisnis Perlu Melakukan 5 Hal Ini!

Kanya Anindita
PSBB Diberlakukan, Pemilik Bisnis Perlu Melakukan 5 Hal Ini!

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta diberlakukan mulai Jumat, 10 April 2020. Kebijakan ini tampaknya akan semakin membatasi berbagai aktivitas termasuk aktivitas bisnis. Perkantoran sudah pasti harus diliburkan sehingga pemilik bisnis harus sudah mulai memberlakukan work from home sampai kondisi membaik.

Kebijakan PSBB tidak berlaku untuk semua jenis bisnis. Beberapa sektor bisnis seperti perbankan, jasa pengiriman, pembangkit listrik, penyedia layanan komunikasi, dan kesehatan akan tetap beroperasi. Sektor pangan seperti pasar dan supermarket juga akan tetap melayani pembeli. Begitu pula dengan restoran dan rumah makan, meskipun hanya boleh melayani take away dan delivery.

Kebijakan pemerintah ini memang terkesan memberatkan sektor bisnis lain di luar delapan jenis bisnis yang diperbolehkan untuk tetap beroperasi. Namun, dengan melakukan beberapa penyesuaian, pengusaha di ibu kota sebetulnya tetap bisa melakukan aktivitas bisnisnya. Sebelum membahas tentang penyesuaian yang perlu dilakukan, mari kita pahami dulu mengapa kita harus patuh pada kebijakan PSBB ini. 

Mengapa PSBB Perlu Ditaati?

PSBB dibuat sebagai upaya memitigasi penyebaran virus Corona di ibu kota. Kebijakan ini harus ditaati oleh setiap masyarakat termasuk pelaku bisnis di DKI Jakarta, yang mana merupakan kota dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia. Gubernur Anies Baswedan menyampaikan bahwa akan ada jajaran TNI dan polisi yang akan berpatroli untuk memastikan tidak ada orang yang berkumpul selama PSBB diberlakukan.

Yang Perlu Dilakukan Pemilik Bisnis Selama PSBB Diberlakukan

Berikut ini adalah beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan pemilik bisnis untuk menjaga produktivitas bisnisnya selama PSBB berlangsung.

1. Perketat Manajemen Keuangan

Sampai Hari Raya Idul Fitri nanti, sebaiknya pemilik bisnis dapat mengurangi biaya pengeluaran yang tidak terlalu dibutuhkan perusahaan. Misalnya, membeli hardware atau mengadakan perjalanan bisnis. Anggaran sebaiknya dikelola dengan lebih bijak menggunakan sistem akuntansi yang memungkinkan analisis dan estimasi anggaran secara otomatis

Dengan sistem akuntansi berbasis cloud, Anda dapat mengatur approval matrix untuk memproses pengajuan anggaran dari setiap divisi atau unit bisnis. Arus kas dapat dilacak dan diestimasi secara akurat. Laporan keuangan juga dapat dibuat secara real time sehingga Anda akan dapat mengetahui arus kas dan laba rugi bisnis Anda secara detail. 

2. Jaga Produktivitas Karyawan

Produktivitas karyawan akan sulit terjaga ketika kerja dari rumah diberlakukan tanpa bantuan alat yang mendukungnya. Dengan aplikasi work from home berbasis web, pekerjaan harian karyawan dapat terpantau dengan baik. Pembagian tugas dan diskusi internal dapat dapat dilakukan secara online melalui sistem yang sama. Tentunya ini akan menjadikan kolaborasi antar-tim lebih optimal. 

3. Tingkatkan Manajemen Stok Barang

Mengelola ketersediaan stok akan menjadi lebih menantang selama PSBB, apalagi jika jenis barang yang disimpan mudah rusak atau mengalami penyusutan secara cepat. Anda tentu juga tidak ingin menimbun banyak barang melebihi permintaan konsumen. Ingat juga, bahwa ini adalah saatnya untuk mengurangi biaya pengeluaran, termasuk biaya inventaris.

Cara paling efektif yang bisa dilakukan adalah dengan mengelola stok Anda menggunakan alat yang dapat membantu menjaga tingkat persediaan dan memastikan kecukupannya. Dengan aplikasi manajemen stok HashMicro, kebutuhan stok dapat diprediksi secara akurat sehingga tidak akan ada lagi kelebihan atau kekurangan stok.

Sekarang juga merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi supplier Anda. Karena aktivitas ekspor dan impor telah dibatasi seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia (terutama dari dan ke Cina), maka memilih supplier lokal adalah langkah yang tepat. Untuk membantu memudahkan komunikasi dengan supplier dan memilih penawaran, integrasikan aplikasi manajemen inventaris dengan aplikasi manajemen pembelian dari HashMicro

4. Jangkau Lebih Banyak Audience Lewat Webinar 

Sambil tetap mengoptimalkan digital marketing Anda, pertimbangkan untuk mengadakan webinar untuk memperkenalkan lebih banyak audience kepada brand Anda. Namun ingat, bahwa hard selling tidak akan menarik bagi penonton webinar Anda. Jadi, cobalah untuk lebih fokus untuk menyampaikan informasi atau sesuatu yang bermanfaat bagi penonton Anda, misalnya tips yang dapat membantu meningkatkan optimisme di tengah pandemi Covid-19. Selain meningkatkan brand awareness, ini juga akan membantu meningkatkan brand image Anda.

5. Fokus Pada Pelanggan/Klien yang Sudah Ada

Pemasaran boleh tetap berjalan sebagai upaya menambah pelanggan baru, tetapi yang tidak kalah penting adalah mempertahankan basis pelanggan yang sudah ada. Customer retention harus dioptimalkan, karena pelanggan yang sudah ada dapat membantu melancarkan pendapatan bisnis Anda saat ini. Fokuslah kepada mereka yang memiliki potensi untuk menjadi pelanggan setia Anda. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles