Apa yang Perlu Dipersiapkan Bisnis Anda Pasca Pandemi COVID-19?

Kanya Anindita
Apa yang Perlu Dipersiapkan Bisnis Anda Pasca Pandemi COVID-19?

Tidak ada yang benar-benar tahu kapan pandemi COVID-19 akan benar-benar berakhir. Para ahli mengatakan bahwa sebelum ditemukannya vaksin yang benar-benar ampuh dan murah, maka kita harus siap hidup berdampingan dengan virus ini. Social distancing mungkin akan terus dilakukan sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi normal yang baru.

Akan tetapi, hidup harus terus berjalan. Bisnis harus kembali beroperasi untuk memperbaiki perekonomian. Pebisnis harus menyusun strategi untuk bangkit kembali dari krisis. Harvard Business Review (HBR) memodifikasi lima elemen strategi yang dicetuskan oleh Henry Mintzberg, ahli manajemen teori, ke dalam lima elemen strateginya sendiri yakni position (posisi), plan (rencana), perspective (perspektif), projects (proyek), dan preparedness (kesiapan).

HBR kemudian menyusun lima elemen strategi tersebut ke dalam lima pertanyaan yang dapat memandu pebisnis untuk bangkit pasca pandemi COVID-19.

1. Posisi Apa yang Ada Raih Selama dan Pasca Pandemi?

Demi menghasilkan keputusan strategis yang cerdas, Anda perlu memahami posisi bisnis Anda di sektor Anda. Anda perlu mengetahui siapa Anda di pasar Anda, peran yang Anda mainkan dalam ekosistem Anda, dan siapa pesaing utama Anda. Anda juga harus mengerti ke mana arah bisnis Anda berjalan saat ini. 

Saat ini banyak pebisnis yang mempertanyakan ketahanan bisnisnya pasca pandemi. Ketahanan setiap bisnis pasti berbeda, tergantung pada tingkat permintaan konsumennya. Penyedia telekomunikasi tentunya memiliki ketahanan yang berbeda dari penyedia transportasi.

2. Apa Rencana Anda untuk Bangkit Kembali?

Dalam konteks saat ini, pertanyaannya adalah apa yang harus Anda lakukan untuk dapat melalui krisis dan mengembalikan kondisi bisnis Anda ketika krisis berakhir. Kurang perencanaan hanya akan memperburuk disorientasi dalam situasi yang sulit. Saat menyusun langkah-langkah yang ingin Anda ambil, pikirkan secara matang dan untuk jangka panjang. 

3. Bagaimana Budaya dan Identitas Bisnis Anda Akan Berubah?

Kemungkinan besar, budaya dan identitas bisnis Anda akan berubah akibat pandemi. Krisis dapat menyatukan orang-orang di perusahaan Anda, tetapi krisis juga bisa memisahkan mereka, akibat ketidakpercayaan satu sama lain. 

Inilah momen yang tepat untuk mempertimbangkan bagaimana perspektif bisnis Anda dapat berkembang. Seberapa siapkah perusahaan Anda menghadapi krisis? Apakah situasi saat ini dapat menyatukan karyawan Anda atau justru memisahkan mereka? Apakah mereka akan melihat perusahaan Anda secara berbeda pasca pandemi? Jawaban Anda akan memberitahukan apa yang dapat Anda capai ketika pandemi berakhir.

4. Proyek Baru Apa yang Perlu Dijalankan?

Jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan di atas harus mengarahkan Anda pada proyek yang akan Anda jalankan untuk mengatasi masalah terkait pandemi. Anda perlu memprioritaskan dan mengoordinasikan proyek yang akan berguna bagi masa depan perusahaan. 

Jangan memulai banyak proyek jika Anda hanya bergantung pada sumber daya sama, misalnya lima proyek sekaligus untuk ditangani oleh satu tim yang sama. Dengan terlalu banyak proyek baru, tim Anda malah akan kewalahan dan akibatnya proyek jadi tertunda dan gagal.

5. Seberapa Siap Anda Menjalankan Rencana & Proyek Anda?

Terakhir, nilai kesiapan perusahaan Anda. Apakah Anda siap dan mampu menyelesaikan proyek yang telah Anda rancang, terutama jika saat ini Anda sudah menerapkan work from home? Perhatikan juga kesiapan setiap karyawan, tim, dan divisi di perusahaan Anda, karena kesiapan masing-masing pasti berbeda. 

3 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Pasca Pandemi COVID-19

1. Lanjutkan sistem work from home

Jika ternyata bekerja dari rumah malah meningkatkan produktivitas karyawan dan pencapaian target perusahaan Anda, mengapa tidak dilanjutkan? Sekarang meeting dengan klien bahkan dapat dilakukan secara virtual (dan kemungkinan akan tetap berlanjut pasca pandemi). Dengan bekerja dari rumah, Anda juga dapat menghemat biaya sewa gedung.

Jika Anda akan tetap melanjutkan kerja remote, pastikan Anda memiliki sistem yang memfasilitasi kolaborasi tim dan penanganan proses bisnis Anda. HashMicro menyediakan solusi manajemen bisnis khusus untuk work from home dengan proses implementasi yang singkat, yakni hanya dalam tujuh hari. Dengan aplikasi ini, Anda dapat memproses penjualan, melakukan pembelian, membuat laporan keuangan, melacak tugas harian tim, dan melakukan berbagai aktivitas bisnis lainnya melalui satu platform.

2. Perluas target audience

Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk memperluas target audience Anda. Jika selama ini Anda mempersempit demografi calon prospek Anda, kini mungkin saat yang tepat untuk mencoba melonggarkannya. Anda dapat menargetkan iklan Anda untuk wilayah lain jika Anda dapat menyediakan produk atau jasa Anda tanpa harus tatap muka. Jika awalnya Anda menargetkan perusahaan-perusahaan besar, sekarang mungkin Anda juga bisa mencoba menambahkan UMKM ke dalam daftar target prospek Anda, tentunya dengan menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan dengan kemampuan UMKM. 

3. Bersikap altruistis terhadap klien

Banyak pebisnis yang terkena dampak yang parah dari pandemi COVID-19, mungkin beberapa di antaranya adalah klien Anda. Bisnis memang tetap bisnis, namun pebisnis yang baik akan mencoba memahami kondisi kliennya dan menunjukkan empatinya. Ketika memberikan solusi kepada klien, usahakan untuk melakukannya secara genuine sehingga klien tidak akan merasa seperti didesak untuk menandatangani kontrak atau melakukan pembayaran. Oleh karena itu, penting untung melatih tim sales Anda agar mereka dapat menciptakan koneksi emosional dengan klien. 

HashMicro sebagai konsultan software untuk bisnis siap membantu memberikan solusi manajemen bisnis yang tepat selama pandemi COVID-19. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. 



Referensi:

https://hbr.org/2020/04/preparing-your-business-for-a-post-pandemic-world

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles