BerandaSoftware/BusinessPerilaku Konsumen Selama COVID-19 dan Cara Menghadapinya

Perilaku Konsumen Selama COVID-19 dan Cara Menghadapinya

Perilaku konsumen di seluruh dunia mendadak berubah semenjak terjadinya pandemi virus Corona atau COVID-19. Perubahan yang mendadak ini membuat banyak pebisnis kebingungan. Sebagian bisnis meraup keuntungan yang tak terduga, namun sebagian lain justru mengalami banyak kerugian. Karena tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir dan efek jangka panjang yang dihasilkannya, pebisnis perlu menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang baru. 

Latar Belakang

Ketika kasus COVID-19 semakin bertambah, banyak konsumen di seluruh dunia yang percaya bahwa pandemi ini dampak terburuk sudah ada di depan mata. Mereka juga yakin bahwa dunia sedang berada dalam bahaya dan pandemi tidak akan segera berakhir (berdasarkan hasil survei lembaga konsultan manajemen global Boston Consulting Group (BCG)). 

Di Indonesia sendiri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga semakin menurun. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah khususnya DKI Jakarta juga semakin memicu konsumen untuk mengubah pola belanja mereka. Biaya pengeluaran harus diperketat akibat penurunan pendapatan karena sepinya permintaan, pengurangan gaji, dan bahkan pemutusan kerja. 

4  Perubahan Perilaku Konsumen & Cara Menghadapinya

Berikut ini adalah empat perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini dan bagaimana Anda, sebagai pebisnis, perlu menghadapinya. 

1. Konsumen Cenderung Fokus Pada Harga 

Menurut McKinsey, ketika berada di tengah krisis, konsumen cenderung mengutamakan harga yang lebih murah. Dalam situasi normal, konsumen biasanya mengutamakan nilai ketimbang harga. Namun, di saat krisis, konsumen memerlukan alasan yang lebih kuat untuk membeli sesuatu dengan harga tinggi. 

Dalam surveinya, McKinsey menemukan bahwa lebih dari 33% konsumen air minum kemasan sudah cukup puas dengan air minum kemasan yang harganya yang lebih murah. Mereka juga mengaku tidak lagi membutuhkan manfaat yang ada pada air minum kemasan dengan harga lebih tinggi. Kemungkinan, perbedaan kualitas antara air kemasan yang lebih murah dan yang mahal juga tidak signifikan. 

Cara menghadapinya: 

Kecenderungan konsumen untuk memilih harga yang lebih murah ini perlu menjadi perhatian penjual produk-produk branded atau yang harganya mahal. Saat ini, mengadakan diskon sepertinya menjadi sebuah keharusan bila merek Anda lebih mahal daripada merek lain. Cara lain yakni dengan meningkatkan kualitas atau menawarkan added value. Menawarkan product bundle juga dapat membantu meningkatkan ketertarikan konsumen untuk memilih produk Anda. 

2. Pola Belanja Konsumen Terpusat Pada Jenis Produk Tertentu

Semenjak kemunculan COVID-19, terutama semenjak social distancing diberlakukan, masyarakat cenderung membeli kebutuhan pokok dan apapun yang dibutuhkan di rumah mereka. Beberapa produk yang saat ini menjadi prioritas konsumen yakni bahan-bahan makanan (khususnya yang tahan lama) dan suplai medis (termasuk masker dan hand sanitizer). Namun, kebutuhan sekunder seperti alat-alat rumah tangga juga masih banyak dicari (kemungkinan karena orang-orang menghabiskan waktunya di rumah).

Adapun beberapa sektor yang mendapat keuntungan di tengah pandemi COVID-19 yakni grosir, telekomunikasi, farmasi, makanan dan minuman, dan logistik.  Meskipun makanan dan minuman tetap dicari, namun banyak juga restoran yang merugi karena tidak dapat melayani dine in. Sementara itu, sektor pariwisata dan transportasi merupakan sektor yang paling mengalami kerugian, karena konsumen membatalkan rencana bepergian serta melakukan refund untuk tiket dan penginapan yang sudah mereka pesan.

Cara menghadapinya: 

Penjual barang-barang non-primer sebaiknya mempertimbangkan untuk menyertakan kebutuhan pokok ke dalam daftar produk yang mereka jual. Dan apabila ini sulit dilakukan, maka diskon dan penambahan nilai produk perlu dilakukan untuk mengubah keputusan pembelian konsumen. Restoran, kafe, dan rumah makan harus fokus pada layanan take-away dan delivery. Bisnis airline bisa beralih menyediakan jasa ekspedisi, sementara perhotelan bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan bisnis restoran. 

3. Konsumen dari Berbagai Generasi Memilih Belanja Online

Semenjak COVID-19, gerai retail sudah mulai sepi pengunjung. Dan setelah PSBB diberlakukan, retailer terpaksa harus menutup gerainya di berbagai pusat perbelanjaan untuk sementara waktu. Daya beli masyarakat mungkin menurun, tetapi bukan berarti produk-produk retail seperti pakaian kehilangan permintaan. Saat ini konsumen dari berbagai kalangan dan generasi tetap berbelanja produk retail seperti pakaian, kosmetik, skin care, dan elektronik secara online.

Cara menghadapinya: 

Retailer dapat tetap bertahan dengan menjual produknya secara online. Buat situs e-commerce dan tingkatkan kehadiran di media sosial. Fokus pada digital marketing dan lakukan retargeting untuk meningkatkan pembelian berulang. Retailer juga perlu memperluas target audience nya, misalnya yang awalnya hanya menargetkan generasi Y dan Z, sekarang juga bisa menargetkan generasi X (karena saat ini semua orang beralih ke belanja online, tak peduli berapapun usianya).

4. Konsumen Berbelanja Secara Kolektif 

Salah satu tren yang kembali muncul akibat dari pandemi COVID-19 adalah group buying. Istilah ini merujuk pada daya beli konsumen untuk membeli produk secara kolektif demi mendapatkan diskon. Konsumen lebih memilih untuk membeli produk dengan harga yang lebih murah namun dalam jumlah banyak. Mereka bisa membeli produk tersebut secara perorangan atau bekerja sama dengan beberapa pembeli lainnya demi mendapatkan harga yang lebih murah. 

Cara menghadapinya: 

Perubahan perilaku konsumen ini bersifat positif. Anda dapat menurunkan harga produk Anda dengan menentukan jumlah minimal pembelian sehingga konsumen harus membelinya dalam jumlah banyak. Ini artinya, Anda akan menerima pembelian dalam waktu yang lebih cepat. Oleh karena itu, pastikan tingkat persediaan Anda selalu terjaga.

Supaya proses penjualan lancar, Anda memerlukan pengelolaan keuangan, procurement, dan stok yang optimal. HashMicro dapat membantu memastikan kelancaran seluruh operasional bisnis Anda selama pandemi COVID-19 dengan menghadirkan aplikasi manajemen bisnis jarak jauh terlengkap. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

spot_img

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Novia

Novia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Butuh Bantuan?

Hubungi tim ahli kami untuk konsultasi gratis melalui WhatsApp.
+6287888000015
×
Butuh Bantuan?