Perbedaan UKM dan IKM yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Dias Marendra
perbedaan ukm dan ikm

Sebagai pelaku bisnis, mungkin kita sering mendengar istilah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) serta UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Dalam keseharian menjalani bisnis, pastinya kita sering berhubungan dengan UKM atau UMKM. Namun pernahkah Anda mendengar istilah IKM atau Industri Kecil dan Menengah? Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas perbedaan UKM dan IKM.

Pengertian UKM dan IKM

Dalam pengertiannya, UKM adalah jenis usaha yang bertujuan menjual kembali barang yang diproduksi oleh IKM, seperti misalnya toko kelontong, hingga warung-warung di kita. Namun bidang usaha UKM tak berhenti sampai di situ saja. Ada juga UKM yang usahanya berkutat pada jasa, seperti jasa servis elektronik, jasa laundry, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sementara itu, IKM adalah sebuah usaha yang memproduksi berbagai jenis produk yang diperlukan oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Jika aktivitas yang dijalankan oleh sebuah perusahaan meliputi produksi dan pemasaran sekaligus, maka perusahaan tersebut bisa dikategorikan sebagai IKM dan UKM sekaligus.

Perbedaan UKM dan IKM

Selain memiliki perbedaan dalam aspek usaha yang dijalankan, perbedaan UKM dan IKM juga terdapat dalam sejumlah aspek lainnya. Berikut ini beberapa perbedaan UKM dan IKM dari aspek aset dan penghasilan atau omzet menurut Undang-undang no. 3 tahun 2014 dan Permenperin 64/M-IND/PER/7/2016:

Usaha Kecil

Dilihat dari nilai asetnya, usaha kecil memiliki aset dengan nilai Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta. Dari segi omzet, sebuah perusahaan dikategorikan usaha kecil jika memiliki penghasilan Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar setiap.

Usaha Menengah

Menurut Undang Undang, sebuah bisnis masuk kategori usaha menengah jika memiliki aset dengan nilai Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar. Untuk aspek omzet, usaha menengah memiliki penghasilan mulai dari Rp 2 miliar hingga Rp 50 miliar.

Industri Kecil

Menurut Permenperin 64/M-IND/PER/7/2016, industri kecil memiliki aset dengan nilai maksimal Rp 200 juta. Sementara dari segi omzetnya, sebuah industri dikategorikan sebagai industri kecil jika memiliki omzet tak lebih dari Rp 1 miliar.

Industri Menengah

Yang terakhir, industri menengah menurut Peraturan Kementrian Perindustrian memiliki aset senilai Rp 200 juta hingga Rp 10 miliar, sementara omzetnya berada di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 50 miliar.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan singkat mengenai perbedaan UKM dan IKM. Semoga artikel ini bisa memperkaya pengetahuan Anda seputar seluk beluk menjalankan bisnis. Simak artikel-artikel menarik lainnya seputar tips dan trik menjalankan bisnis di sini.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles