BerandaQuick ReadsPerbedaan UKM dan IKM yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Perbedaan UKM dan IKM yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Sebagai pelaku bisnis, mungkin kita sering mendengar istilah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) serta UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Dalam keseharian menjalani bisnis, pastinya kita sering berhubungan dengan UKM atau UMKM. Namun pernahkah Anda mendengar istilah IKM atau Industri Kecil dan Menengah? Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas perbedaan UKM dan IKM.

Pengertian UKM dan IKM

UKM dan IKM

Pengertian UKM adalah usaha yang bertujuan menjual kembali barang yang diproduksi oleh IKM seperti toko kelontong hingga warung-warung di kita. Namun bidang usaha UKM tak berhenti sampai di situ saja, ada juga UKM yang usahanya berkutat pada jasa, seperti jasa servis elektronik, jasa laundry, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan IKM adalah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk yang mahkluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan butuhkan. IKM dan UKM dapat diklasifikasikan kedalam kategori perusahaan yang sama karena kegiatan yang dilakukan meliputi produksi dan pemasaran pada satu waktu.

Perbedaan UKM dan IKM

UKM dan IKM tidak hanya memiliki perbedaan dalam aspek usaha yang dijalankan namun ada juga perbedaan dalam sejumlah aspek lainnya. Berikut ini beberapa perbedaan UKM dan IKM dari aspek aset dan penghasilan atau omzet menurut Undang-undang no. 3 tahun 2014 dan Permenperin 64/M-IND/PER/7/2016:

Usaha Kecil

Dari segi asetnya, usaha kecil memiliki aset sebesar Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta. Dari segi omzet, usaha kecil memiliki penghasilan sekitar Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Usaha kecil dilakukan oleh orang atau badan hukum yang tidak secara langsung memiliki, mengelola, atau menjadi bagian dari usaha kecil yang memenuhi standar usaha kecil maupun menengah, seperti undang-undang otonomi kepatuhan dan kegiatan ekonomi.

Usaha Menengah

Menurut Undang Undang, sebuah bisnis masuk kategori usaha menengah jika memiliki aset dengan nilai Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar. Untuk aspek omzet, usaha menengah memiliki penghasilan mulai dari Rp 2 miliar hingga Rp 50 miliar.

Industri kecil

Industri kecil adalah industri yang mempekerjakan paling banyak 19 (sembilan belas) pekerja dan memiliki nilai investasi kurang dariRp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) tidak termasuk pembangunan tanah dan konstruksi. Menurut Permenperin 64/M-IND/PER/7/2016, industri kecil memiliki aset dengan nilai maksimal Rp 200 juta. Sementara dari segi omzetnya, industri kecil biasanya mempunyai omzet tidak lebih dari Rp 1 miliar.

Industri Menengah / IKM

Yang terakhir, industri menengah menurut Peraturan Kementrian Perindustrian memiliki aset senilai Rp 200 juta hingga Rp 10 miliar, sementara omzetnya berada di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 50 miliar.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan singkat mengenai perbedaan UKM dan IKM. Semoga artikel ini bisa memperkaya pengetahuan Anda seputar seluk beluk menjalankan bisnis. Simak artikel-artikel menarik lainnya seputar tips dan trik menjalankan bisnis di sini.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

spot_img

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Novia

Novia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Butuh Bantuan?

Hubungi tim ahli kami untuk konsultasi gratis melalui WhatsApp.
+6287888000015
×
Butuh Bantuan?