BerandaQuick ReadsPengertian WHT: Objek Pajak, Pentingnya, dan Penerapannya

Pengertian WHT: Objek Pajak, Pentingnya, dan Penerapannya

Withholding tax atau biasa disingkat sebagai WHT merupakan sistem pemungutan pajak yang ada di negara indonesia. Dalam penerapannya, ada banyak objek yang termasuk ke dalamnya. Sehingga muncul pertanyaan, apa itu withholding tax, apa saja objek pajak yang termasuk dalam WHT, dan seberapa penting sistem withholding tax ini?

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui mengenai WHT untuk pencatatan pembukuan dan pengaturan dokumen yang rapi. Pengelolaan dokumen yang efektif akan membuat perusahaan lebih mudah mengakses dan mencari dokumen. Manfaatkan Software Manajemen Dokumen untuk kemudahan input, pengelolaan, dan akses dokumen perusahaan, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan pajak dan gaji karyawan.

WHT

Pengertian WHT

Withholding tax adalah sebuah sistem pemungutan/pemotongan pajak yang melibatkan pihak ketiga untuk melakukan pemotongan/pemungutan pajak atas penghasilan yang diterima oleh penerima penghasilan. Dalam artian, pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban memotong atau memungut pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada penerima penghasilan sekaligus menyetorkannya ke kas negara. 

Pemotongan tersebut adalah jumlah pajak yang dipotong oleh pemberi penghasilan atas jumlah penghasilan yang diberikan kepada penerima penghasilan. Nantinya hal tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah penghasilan yang diterima penerima penghasilan, seperti Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan PPh Pasal 23.

Pada akhir tahun pajak, pajak yang sudah sistem WHT potong atau pungut ini, jika memang sudah disetorkan ke kas negara bisa menjadi kredit pajak atau pengurang pajak bagi pihak ketiga tersebut. Tentunya bukti pemotongan/pemungutan pajak perlu dilampirkan.

Baca juga : Kunjung Pajak: Cara Daftar dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Pentingnya WHT bagi suatu Negara

WHT

WHT merupakan hal yang cukup penting bagi sebuah negara. Penelitian yang  Ompusunggu (2009) lakukan membahas mengenai sinkronisasi penyempurnaan PPh pada pemotongan dan pemungutan WHT. Penelitian ini menyatakan bahwa tujuan WHT adalah untuk memfasilitasi atau mempercepat pengumpulan pajak. 

Maka pemerintah memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem administrasi WHT melalui reformasi yang sesuai dengan UU No. 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Selain itu, WHT bukan hanya efektif untuk mengumpulkan penerimaan pajak namun juga merupakan sebuah sistem yang cukup efisien.

Objek pajak yang termasuk WHT

Dalam penerapannya, pemerintah sudah membagi berbagai jenis penghasilan yang ada pemungutan pajaknya. Terutama jenis tersebut sudah dapat terlaksanakan oleh sistem withholding tax ini. Berikut ulasan mengenai jenis-jenis objek pajak yang termasuk ke dalam WHT:

Pemotongan PPh pasal 21

Merupakan pajak yang memotong dari penghasilan yang berasal dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang wajib pajak orang pribadi lakukan dalam negeri, yaitu penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, serta berbagai pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Selain itu, pihak yang melakukan pemotongan PPh Pasal 21 merupakan pihak yang memberikan penghasilan kepada pekerja itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan yang memotong gaji karyawannya untuk memenuhi pemungutan pajak PPh Pasal 21. Ketika melakukan pemotongan pajak dari gaji karyawan, perusahaan seringkali mengalami kebingungan. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan dapat mengotomasi perhitungan gaji karyawan berikut perpotongan PPh 21 dengan sistem HRIS.

Pemungutan PPh pasal 22

Kedua, Pemungutan PPh Pasal 22 yang merupakan pemotongan pajak penghasilan yang pemerintah bebankan kepada badan usaha tertentu yang melakukan kegiatan perdagangan terkait ekspor, impor, re-impor, dan penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Pemotongan PPh Pasal 22 ini terdiri dari berbagai bagian. Bendahara pemerintah terkait dengan pembayaran atas penyerahan barang, badan-badan tertentu terkait dengan penghasilan dari kegiatan di bidang impor, serta wajib pajak badan terkait pembayaran dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong mewah.

Baca juga : PTKP Adalah| Pengertian, Status, dan Cara Menghitungnya

Pemotongan PPh pasal 23

Ketiga, jenis PPh Pasal 23. Yaitu pungutan pajak terhadap bentuk usaha tetap yang berasal dari pemanfaatan modal (dividen, bunga, dan royalti), jasa (sewa dan imbalan jasa), atau penyelenggaraan kegiatan (hadiah, penghargaan, dan bonus). Tidak lupa, kegiatan atas penyelenggaraan program penghargaan, hadiah, dan bonus selain yang sudah kena potongan PPh Pasal 21 juga termasuk.

Pemotongan PPh pasal 26

Keempat, merupakan PPh pasal 26. Berbeda dengan tiga pasal sebelumnya, PPh Pasal 26 adalah pajak yang memotong penghasilan wajib pajak luar negeri atas penghasilan yang tidak berasal dari menjalankan usaha atau kegiatan berasal dari Indonesia.

Pemotongan PPh pasal 4 ayat 2

Kelima, dalam PPh Pasal 4 ayat 2 pemungutan pajaknya berasal dari bunga deposito dan tabungan-tabungan lainnya, penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek, penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah atau bangunan, penghasilan usaha jasa konstruksi, serta penghasilan atas diskonto Surat Perbendaharaan Negara. Yang mana hal tersebut telah ada dalam peraturan pemerintahan.

Pemotongan PPh pasal 15

Terakhir, dalam pemungutan PPh pasal 15 berasal dari penghasilan yang menggunakan norma penghitungan khusus untuk golongan wajib pajak tertentu. Yang biasanya seperti perusahaan pelayaran atau penerbangan internasional, perusahaan asuransi luar negeri, sampai perusahaan pengeboran minyak, gas dan panas bumi. 

Baca juga: Pentingnya Analisis DuPont bagi Manajemen Keuangan Perusahaan

Pentingnya Pemasukan Pajak Lewat Sistem WHT

Karena sistem WHT ini memotong gaji yang pekerja/karyawan terima, menjadi faktor stabilnya fundamental kondisi ketenagakerjaan. Hal ini juga menjadi faktor utama pendorong penerimaan pajak yang ada pada negara Indonesia. Karena pentingnya peranan withholding tax dalam mengamankan penerimaan negara dari sektor perpajakan, membuat Direktorat Jenderal Pajak mewajibkan seluruh pemotong dan pemungut pajak untuk menyetorkan dan melaporkan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam membayar pajak, perusahaan terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan pencatatan serta penghitungan. Sistem pembukuan dan akuntansi yang terorganisir dalam perusahaan akan membantu dalam melakukan penghitungan pajak. Untuk itu, Accounting Software dari HashMicro dapat membantu penghitungan laporan keuangan agar lebih mudah dan akurat.

Penerapan WHT di Indonesia

Dalam penerapannya, WHT yang ada di Indonesia dilakukan dengan dua cara yaitu pemungutan dan pemotongan pajak; (1) Pemotongan pajak berlaku untuk pemotongan PPh 21, pemotongan PPh 23, pemotongan PPh 26, pemotongan PPh 4 ayat 2, (2) Pemungutan pajak berlaku untuk pemungutan PPh 22.

Pada dasarnya, pemotongan dan pemungutan pajak itu berbeda. Jika kita ambil contoh pemotongan dalam PPh Pasal 21 merupakan hasil dari pemotongan gaji bersih yang karyawan terima dari perusahaan. Sementara itu, sistem pemungutan PPh Pasal 22 berbeda. Yang mana pemerintah akan memungut pajak dari pendapatan bersih suatu badan usaha tertentu yang melakukan kegiatan perdagangan terkait ekspor, impor, re-impor, dan penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Kesimpulan

Kita telah mengerti bagaimana pentingnya suatu pemotongan/pemungutan pajak melalui sistem WHT. Karena dengan menggunakan sistem tersebut, penerimaan pajak di Indonesia menjadi besar dan hal tersebut sangat membantu negara.

HashMicro menyediakan Software HRM terbaik yang akan membantu perusahaan Anda dalam mengelola sumber daya perusahaan. Mulai dari perhitungan gaji dan PPh 21, kelola cuti dan daftar kehadiran, proses reimbursement, dan kegiatan operasional lainnya. Jika Anda memiliki ketertarikan dalam mengurus sumber daya perusahaan menggunakan software tersebut, klik di sini untuk mendaftar dan menghubungi kami.

WHT

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Afkar Azhfar
Full-Time Internship Content Writer at HashMicro. Always explore new things to develop content writing skills.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA