BerandaProductsAccountingSPPKP adalah: Definisi, Syarat dan Cara Pengajuannya

SPPKP adalah: Definisi, Syarat dan Cara Pengajuannya

Dalam perpajakan terdapat istilah Pengusaha Kena Pajak (PKP). PKP merupakan pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak sesuai dengan UU PPN. SPPKP adalah Surat Pengukuhan Kena Pajak. Akan tetapi, tidak semua pengusaha menjadi PKP karena ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi apabila mengajukan permohonan PKP. Apabila memenuhi syarat maka pengusaha tersebut akan memperoleh SPPKP. 

Seseorang yang taat dalam membayar pajak merupakan orang yang bijak. Pembayaran pajak ini memerlukan dokumen perihal barang inventaris di kantor maupun di tempat lainnya. Pengelolaan barang inventaris yang optimal diperlukan, sehingga perusahaan dapat menggunakan aplikasi inventaris dalam pengelolaan stok di setiap lokasi dengan inventory management system. Sebagai pengusaha tentunya berkewajiban untuk membayar pajak. Untuk mengukuhkan diri sebagai Wajib Pajak badan usaha, perusahaan berhak mendapatkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP). Jika tidak mendapatkan SPPKP, Anda belum terdaftar. Anda dapat mengajukan SPPKP dengan mudah. Bagaimana caranya? Simaklah artikel berikut ini! 

sppkp

Daftar Isi

Apa itu SPPKP? 

Sumber : Canva

KPP atau KP2KP menerbitkan SPPKP untuk memberitahu bahwa pengusaha telah dikukuhkan sebagai PKP pada KPP tertentu. Maka ketika mendaftarkan usaha Anda, usahakanlah untuk melengkapi semua persyaratan, dan lolos verifikasi dari KPP. Peraturan Dirjen Pajak PER – 20/PJ/2013 s.t.d.d. Peraturan Dirjen Pajak No.PER – 02/PJ/2018 memuat ketentuan yang berisi identitas dan kewajiban perpajakan Pengusaha Kena Pajak ini tercantum dalam. Sedangkan, untuk peraturan mengenai SPPKP tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor-44/PJ/2008.

Syarat Mendapatkan SPPKP 

Untuk mendapatkan SPPKP, perusahaan harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mendapatkan pengukuhan sebagai PKP dari Direktorat Jenderal Pajak. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan: 

  1. Meraup pendapatan mencapai 4,8 M setahun;
  2. Melewati proses survey Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) tempat pendaftaran;
  3. Melengkapi dokumen tertentu. Perusahaan harus menyediakan dokumen-dokumen di bawah ini:
  • Bukti sewa atau kepemilikan kantor
  • Foto lokasi kantor
  • Peta lokasi kantor
  • Spesimen penandatanganan faktur dan fotokopi tanda tangan faktur 
  • Daftar inventaris dalam kantor
  • Laporan keuangan perusahaan
  • SPT tahunan terakhir

Akan tetapi, untuk badan usaha yang bukan joint venture, dokumen berikut ini yang perlu Anda perhatikan: 

  1. Fotokopi akta pendirian dan surat keterangan penunjukan untuk Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang telah dilegalisasi
  2. Fotokopi NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor jika penanggung jawab adalah orang asing. 
  3. Dokumen izin usaha dan kegiatan 
  4. Surat keterangan tempat kegiatan usaha yang pemerintah daerah yang berwenang terbitkan.

Sedangkan bagi perusahaan yang berstatus sebagai joint venture, inilah dokumen yang perlu disertakan: 

  1. Salinan fotokopi perjanjian kerjasama atau akta pendirian kerjasama yang pejabat berwenang legalisikan.
  2. Fotokopi  NPWP anggota dalam operasi (joint operation)
  3. Fotokopi NPWP pribadi salah satu pengurus perusahaan. Jika pengurus adalah WNA, maka wajib menyertakan fotokopi paspor 
  4. Instansi Berwenang akan merilis Dokumen perizinan kegiatan usaha.
  5. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari pemerintah daerah yang terkait.

Cara Mendapatkan SPPKP

Untuk mendapatkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) Anda harus mendaftarkan usaha atau bisnis Anda menjadi PKP. Namun, tentunya ada beberapa ketentuan dan persyaratan yang harus Anda penuhi terlebih dahulu. SPPKP telah menjelaskan persyaratan dan aturan yang mewajibkan untuk menjadi PKP. Berikut ini adalah cara mendapatkan SPPKP: 

  1. Unduh formulir pendaftaran PKP dari e-registration pada laman Direktorat Jenderal Pajak.
  2. Lengkapi dokumen yang ada di persyaratan.
  3. Unggah dokumen softcopy e-registration atau Surat Pengiriman Dokumen yang telah tertandatangani.
  4. Tunggu 3-5 hari. Petugas akan melakukan survei atau verifikasi.
  5. Perusahaan bisa mengambil SPPKP di KPP terdekat jika semua berjalan lancar dan disetujui dalam waktu 1-2 hari sejak survei.
  6. Jika KPP belum menerima persyaratan dokumen dalam 10 hari kerja setelah pengajuan PKP, maka permohonan tersebut gugur.

Baca juga : Tindakan Ekonomi: Usaha Manusia untuk Memenuhi Kebutuhannya

Keuntungan Mengajukan PKP 

Mengapa Anda perlu menjadi PKP dan mengantongi SPPKP? Ada beberapa keuntungan yang dapat Anda nikmati ketika telah menjadi Pengusaha Kena Pajak.

  1. Pengusaha akan mendapatkan label memiliki sistem yang baik, legal secara hukum karena sudah menjadi PKP dan tertib membayar pajak.
  2. Usahawan mendapatkan label sebagai perusahaan besar, tentunya ini dapat berpengaruh baik saat ingin menjalin kerja sama dengan pihak lainnya.
  3. Usahawan dapat melakukan transaksi penjualan kepada Bendaharawan Pemerintah dan dapat mengikuti lelang-lelang yang dilakukan Pemerintah.
  4. Pola produksi dan investasi semakin baik karena beban produksi dan investasi Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak dapat dibebankan kepada konsumen akhir. 

Pengelolaan dokumen penting oleh pemerintah tidak lagi bisa menggunakan cara manual. Sistem ERP untuk pemerintah saat ini banyak digunakan oleh pemerintah karena dapat membantu mengotomatiskan proses administrasi, meningkatkan informasi secara real-time, dan lainnya.

Namun, ada beberapa konsekuensi yang harus Anda hadapi setelah menjadi PKP, di antaranya:

  1. Pengusaha harus membayar pajak dengan jumlah yang lebih banyak daripada sebelumnya.
  2. Mengurangi daya saing karena harga jual barang/jasa jadi lebih tinggi akibat penambahan PPN dalam setiap transaksi.
  3. Risiko sanksi lebih besar dan Pengusaha harus berhadapan dengan aturan dalam perpajakan yang cukup kompleks.

Kesimpulan 

Untuk menghitung perkiraan pendapatan dan perhitungan pajak perusahaan, pastinya Anda memerlukan sebuah sistem yang sistematis untuk mengelola keuangan bisnis secara efektif, terutama bagi perusahaan yang sudah berskala besar. Otomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya dengan Accounting Software terbaik kami.

akuntan

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Annastasya Berliana Dunda
Annastasya Berliana Dunda
Junior content writer at HashMicro's Company. If you have any questions or cooperation please kindly contact my email.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA