Pengertian Material Requirement Planning (MRP) dan Gunanya untuk Bisnis Anda

Dias Marendra
material requirement planning (MRP)

Sejak lama, sudah banyak perusahaan terus mengembangkan metode khusus untuk meningkatkan produktivitas. Setelah just in time inventory yang dikembangkan Toyota, tak lama kemudian muncul material requirement planning (MRP) yang dikembangkan oleh insinyur IBM, Joseph Orlicky.

Meski demikian, dua metode ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar. MRP bisa dibilang sebagai “push system”. Hal ini dikarenakan kebutuhan inventori ditentukan di awal, setelah itu produksi berjalan berdasarkan jumlah inventori yang sudah ditentukan.

Sementara itu, just in time inventori disebut sebagai “push system”. Alasannya, karena perusahaan tak akan membeli bahan baku atau memproduksi barang jika tak ada permintaan dari pelanggan.

Di artikel kali ini, kita akan membahas secara mendetail seputar material requirement planning (MRP) dan kegunaannya untuk bisnis Anda.

Pengertian Material Requirement Planning

MRP adalah sistem yang berguna untuk menghitung berapa jumlah bahan baku atau komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah barang. Umumnya, sistem ini digunakan oleh perusahaan manufaktur. Sistem ini dibuat untuk menjawab tiga pertanyaan, yakni “barang apa yang dibutuhkan?”, “berapa banyak barang tersebut dibutuhkan?” dan “kapan barang tersebut dibutuhkan?”.

Biasanya, sistem MRP membutuhkan bantuan software komputer untuk mengotomatiskan proses produksi di perusahaan manufaktur, seperti software manufaktur. Perusahaan menggunakan sistem ini untuk mengestimasi dengan tepat berapa jumlah bahan baku yang dibutuhkan saat produksi dan menjadwalkan pengirimannya.

Cara kerja MRP

Sistem ini mengambil informasi dari Bill of Materials (daftar semua bahan baku yang digunakan, subassemblies, dan komponen lainnya yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah barang, lengkap dengan jumlahnya). Selain itu, MRP juga memanfaatkan data inventori dan jadwal produksi utama untuk menghitung jumlah bahan baku yang dibutuhkan dan kapan bahan baku tersebut diperlukan pada saat produksi berjalan.

Metode ini efektif untuk berbagai jenis perusahaan manufaktur, seperti manufaktur diskrit (pabrik mobil, perkakas atau sejenisnya) dan manufaktur proses (pabrik makanan atau minuman, pabrik kimia dan sejenisnya). Ini alasannya mengapa metode ini diadaptasi oleh banyak perusahaan manufaktur di berbagai belahan dunia.

Pada awalnya, material requirement planning menggunakan komputer mainframe untuk mengelola informasi dari bill of materials untuk produk tertentu dan diubah menjadi rencana pembelian dan rencana produksi. Beberapa tahun kemudian, MRP menyertakan fitur feedback yang memudahkan manajer produksi untuk melakukan perubahan atau update langsung ke sistem jika diperlukan.

Seiring tahun berjalan, sistem material requirement planning terus berkembang dan kini sudah bisa diintegrasikan dengan marketing, keuangan, sampai dengan human resources dalam pembuatan rencana produksi. Karena kompleksitasnya, MRP di tahap ini banyak disebut oleh berbagai pihak sebagai MRP II.

Perkembangan MRP menjadi ERP

Karena kemampuannya yang cukup efektif dalam meningkatkan produktifitas perusahaan manufakturing, beberapa pihak mulai mengembangkan MRP II agar bisa digunakan oleh sektor industri lainnya. Inilah awalnya sistem ERP mulai dikenal oleh banyak perusahaan dari berbagai lini industri.

Jika MRP pada umumnya digunakan oleh perusahaan manufaktur, ERP bisa digunakan oleh berbagai jenis industri. Retail, konstruksi, perbankan dan perusahaan jasa mulai mengimplementasikan software ERP di perusahaan mereka. Meski demikian, MRP masih menjadi bagian tak terpisahkan dari perusahaan manufaktur sampai dengan hari ini.

Kesimpulan

Material requirement planning adalah sebuah metode yang efektif untuk menggenjot produktivitas perusahaan manufaktur. Dalam perkembangannya dari tahun 1964, sistem ini berhasil diintegrasikan ke berbagai aspek perusahaan untuk memudahkan perusahaan dalam menyusun rencana produksi.

Sampai dengan saat ini, MRP tetap menjadi bagian penting dari perusahaan manufaktur. Perkembangannya menjadi sistem ERP kini menjadikan metode ini cocok untuk berbagai sektor industri di dunia.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles