Panduan Manajemen Krisis untuk Bisnis di Tengah Pandemi Corona

Kanya Anindita
Panduan Manajemen Krisis untuk Bisnis di Tengah Pandemi Corona

Manajemen krisis merupakan strategi yang sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi atau perusahaan yang terkena dampak dari kejadian krisis. Krisis bisa hadir dalam berbagai wujud salah satunya seperti yang sedang terjadi saat ini, yaitu wabah virus Corona

Kejadian krisis, apapun bentuknya, bisa berpotensi mengancam keberhasilan bisnis dan tentunya berdampak negatif pada keuangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat agar bisnis tetap bisa bertahan di tengah krisis. Sebelum kita membahas tentang apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk menanggulangi krisis, mari kita pelajari lebih lanjut tentang apa itu manajemen krisis. 

Apa Itu Manajemen Krisis?

Manajemen krisis adalah proses mempersiapkan dan mengelola situasi darurat atau tidak terduga yang memengaruhi pemangku kepentingan, karyawan, pelanggan, dan pendapatan perusahaan. Ini merupakan komponen penting dari public relation (PR). 

Ini berbeda dari manajemen risiko, yang mengharuskan Anda untuk menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik untuk menghindari ancaman tersebut. Dalam manajemen krisis, ancaman ini sudah terjadi dan harus dihadapi. 

Ancaman atau krisis yang sedang dihadapi saat ini tidak sepenuhnya buruk bagi perusahaan. Sebaliknya, ia justru bisa memotivasi perusahaan untuk menjadi lebih baik di masa depan. Contohnya,  banyak perusahaan yang pada akhirnya melakukan transformasi digital dengan menggunakan aplikasi berbasis web untuk memudahkan kolaborasi tim dan meningkatkan keamanan data ketika harus bekerja dari rumah. 

Tahapan-Tahapan dalam Menangani Krisis

Panduan Manajemen Krisis untuk Perusahaan di Tengah Pandemi Corona
Tiga tahap dalam manajemen krisis: pre-crisis, response to the crisis, dan post-crisis.

Dalam menangani krisis, pemilik perusahaan perlu memahami situasi yang sedang dihadapinya sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Berikut ini adalah tiga tahapan dalam manajemen krisis yang perlu Anda ketahui.

Pra-Krisis

Bagian pertama dari manajemen krisis adalah mencegah potensi krisis. Ini melibatkan perencanaan, merekrut dan melatih tim penanggulangan krisis, dan melakukan latihan atau simulasi untuk mengimplementasikan rencana tersebut. 

Ya, kami tahu bahwa tahapan ini sudah berlalu saat ini, di mana wabah virus Corona sudah menyebar dan bisnis Anda mungkin sudah terkena dampaknya. Akan tetapi, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa bulan ke depan. Membuat perencanaan manajemen krisis sekarang akan sangat membantu bisnis Anda ketika kejadian krisis yang mungkin lebih besar terjadi di kemudian hari. 

Respons Terhadap Krisis

Langkah kedua dalam penanggulangan krisis adalah menanggapi krisis yang sedang terjadi saat sini, di mana rencana penanganan krisis yang sebelumnya sudah Anda buat benar-benar diimplementasikan. Perlu diingat bahwa tindakan yang Anda ambil di sini harus efisien dan dapat dieksekusi dengan cepat. 

Salah satu contohnya yakni memberlakukan kebijakan work from home untuk mengurangi risiko penularan virus Corona seperti yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Karena kebijakan ini kemungkinan akan diberlakukan dalam waktu yang cukup lama, maka sebaiknya saat ini Anda sudah memiliki aplikasi yang mendukung efektivitas kerja dari rumah. 

Pasca Krisis

Ini adalah tahap di mana krisis sudah reda atau berlalu. Akan tetapi, proses penanggulangan krisis masih tetap berlanjut. Ini waktunya Anda mengevaluasi strategi Anda dalam menanggulangi krisis, apakah sudah berjalan efektif atau perlu ada perbaikan. Ini akan membantu perusahaan untuk lebih siap ketika menghadapi krisis lain di masa depan.

Membuat Perencanaan Manajemen Krisis

Perencanaan manajemen krisis perlu dibuat agar perusahaan Anda mampu mengurangi dampak dari kejadian krisis yang sedang terjadi. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari membuat perencanaan penanganan krisis:

  • Membantu mempertahankan reputasi bisnis Anda terutama di mata pelanggan, kompetitor, dan pemimpin industri selama dan setelah krisis
  • Meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan semua orang yang bekerja di perusahaan Anda
  • Meningkatkan produktivitas selama dan setelah krisis, karena setiap orang tahu apa yang harus dilakukan selama krisis berlangsung

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan ketika membuat perencanaan

Identifikasi krisis yang sedang terjadi

Pahami jenis krisis yang Anda hadapi saat ini. Ketahui apakah ini datang dari internal atau eksternal, apakah dampaknya hanya dirasakan bisnis dalam industri yang Anda tekuni atau justru dirasakan oleh hampir di setiap industri seperti yang terjadi saat ini. 

Prediksi dampak krisis terhadap bisnis Anda

Setelah mengenal jenis krisis yang akan atau sedang Anda hadapi, estimasikan dampak dari kejadian krisis tersebut terhadap perusahaan, karyawan, dan pelanggan Anda. Ini perlu dilakukan untuk membantu Anda memilih solusi yang tepat nantinya. Berikut ini adalah beberapa dampak yang bisa ditimbulkan dari krisis:

  • Kerugian dalam penjualan
  • Ketidakpuasan pelanggan
  • Reputasi perusahaan menjadi buruk
  • Peningkatan biaya (untuk memperbaiki masalah yang dihadapi)
  • Penurunan loyalitas pelanggan terhadap merek Anda

Pertimbangkan tindakan yang harus Anda ambil

Panduan Manajemen Krisis untuk Perusahaan di Tengah Pandemi Corona
Tindakan yang diambil untuk menanggulangi krisis harus efisien
dan dapat segera dilakukan.

Sekarang Anda sudah memahami krisis yang sedang Anda hadapi dan dampak yang bisa Anda rasakan dari krisis tersebut. Anda perlu memikirkan metode-metode yang mudah dan cepat diterapkan untuk menanggulangi krisis dan meminimalkan dampaknya. 

Contoh:

Krisis yang sedang Anda hadapi saat ini adalah virus Corona yang juga dihadapi oleh semua orang di seluruh dunia. Ini adalah pandemi yang sulit diprediksi dan tidak terelakkan. Dampak yang Anda rasakan saat ini mungkin mencakup penurunan penjualan, penurunan produktivitas setelah diberlakukannya social distancing, kesulitan melacak arus kas, dan komunikasi dengan klien yang terhambat. 

Jika Anda tidak melakukan apapun, maka dampaknya bisa menjadi lebih buruk. Omzet Anda akan semakin berkurang dan kemudian Anda tidak mampu menggaji karyawan. Jika Anda melakukan pengurangan karyawan, maka Anda akan hanya memiliki sedikit tenaga kerja untuk membantu menjalankan operasional bisnis Anda. 

Agar dampak tersebut bisa dikurangi dan aktivitas bisnis masih bisa berjalan dengan baik, maka Anda bisa memberlakukan work from home. Dan apabila ini tidak memungkinkan, maka Anda bisa mengurangi jam operasional dan menyediakan alat kesehatan (hand sanitizer, masker, dan sebagainya) untuk melindungi karyawan Anda. Anda mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan Anda, karyawan, dan pelanggan untuk dapat saling berinteraksi meskipun tidak bertemu secara langsung. 

Berikan panduan kepada semua orang yang terlibat

Sebagai pemimpin perusahaan, Anda wajib memberikan panduan bagi semua orang yang dilibatkan dalam perencanaan manajemen krisis Anda. Ini mungkin termasuk tim HRD, tim PR, tim business development, dan lain-lain. Panduan yang jelas akan membuat setiap orang paham akan perannya masing-masing dan mencegah kepanikan di antara karyawan (misalnya takut akan terkena PHK, dan lain-lain). 

Kesimpulan

Krisis yang saat ini atau akan terjadi seharusnya tidak membuat pelaku bisnis panik, sebab krisis seharusnya bisa menjadi stimulus bagi pelaku bisnis untuk mempersiapkan strategi yang lebih baik dalam menghadapi berbagai permasalahan di masa depan. Manajemen krisis diperlukan agar perusahaan dapat lebih siap dalam menghadapi krisis dan mengurangi dampaknya sehingga proses bisnis tetap dapat berjalan secara produktif.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles