BerandaSoftware/BusinessLearn BusinessKetahui Komponen Penting dalam PESTLE Analysis!

Ketahui Komponen Penting dalam PESTLE Analysis!

Dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis, para pengusaha harus melakukan beberapa penting. Salah satunya adalah melakukan analisis atas lingkungan tempat operasional bisnis. Dengan melakukan analisis ini, pengusaha akan mengetahui bagaimana kondisi tempat operasional bisnisnya. Sehingga, pengusaha dapat mengantisipasi segala potensi situasi yang dapat mengancam kegiatan operasional. Analisis ini familiar dengan istilah PESTLE. Seperti apakah komponen-komponennya? Simak penjelasannya berikut ini!

Pengertian PESTLE Analysis

PESTLE analysis
Sumber: Rawpixel.com

PESTLE analysis merupakan sebuah konsep dalam prinsip manajemen strategis yang digunakan sebagai alat untuk memantau tempat operasional perusahaan. Dengan kata lain, PESTLE analysis merupakan metode yang perusahaan gunakan untuk mengevaluasi lingkungan eksternal bisnis. PESTLE merupakan akronim dari beberapa faktor yaitu politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan (environment), dan legal. Metode analisis ini dapat menyediakan pandangan terhadap faktor eksternal yang dapat mempengaruhi suatu perusahaan.

Baca juga: Model Bisnis B2B Adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan B2C

Tujuan PESTLE Analysis

Sebagai konsep dalam prinsip manajemen strategis, analisis PESTLE memiliki berbagai tujuan. Dengan PESTLE analysis, suatu perusahaan mendapatkan gambaran mengenai pengaruh eksternal. Tidak hanya itu, analisis ini juga dapat membuat para pihak pengambil keputusan untuk mengambil keputusan yang tegas. Terakhir, analisis PESTLE dapat membantu perusahaan dalam evaluasi agar strategi bisnis yang akan diimplementasikan dapat sesuai dengan lingkungan tempat operasional perusahaan.

Komponen dalam PESTLE Analysis

Dalam analisis ini, terdapat beberapa komponen penting, mulai dari politik hingga hukum. Seperti apakah penjelasan lengkap mengenai komponen tersebut? Mari kita simak penjelasannya berikut ini!

Politik (politics)

Politik dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhi ekonomi atau industri tertentu. Tidak hanya itu, politik dalam hal ini juga dapat berupa kebijakan fiskal, tarif perdagangan, dan kebijakan pajak. Adapun contoh untuk komponen politik ini adalah perusahaan harus dapat memperhatikan kebijakan serta undang-undang yang berlaku pada negara atau daerah tempat mereka beroperasional. Hal ini agar perusahaan dapat menciptakan produk kepada konsumen dengan tidak melanggar kebijakan yang ada.

Ekonomi (economics)

Komponen ekonomi dalam hal ini merujuk kepada pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, tingkat inflasi, suku bunga, pendapatan konsumen, serta tingkat pengangguran. Hal seperti ini akan berdampak dalam jangka panjang secara langsung atau tidak langsung bagi perusahaan. Tidak hanya itu, komponen ekonomi dapat mempengaruhi daya beli konsumen terhadap produk dan mempengaruhi model permintaan/penawaran produk. 

Sosial (social)

Karakteristik demografis, nilai-nilai populasi, norma, dan adat istiadat masuk ke dalam komponen ini. Adapun tren populasi seperti tingkat pertumbuhan penduduk, distribusi usia, distribusi pendapatan, sikap gaya hidup, dan hambatan budaya juga menjadi bagian dari komponen sosial ini. Komponen sosial sangat penting apabila bisnis ingin menargetkan produk terjual kepada karakteristik pelanggan tertentu.

Teknologi (technology)

Di era saat ini, penggunaan teknologi bukanlah hal yang asing. Teknologi dalam hal ini berkaitan dengan inovasi dan pengembangan, perubahan teknologi, otomatisasi, serta jumlah kesadaran teknologi yang target pasar miliki. Komponen ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan dana untuk pengembangan teknologi yang terkait dengan kegiatan produksi.

Lingkungan (environmental)

Kelangkaan bahan baku yang meningkat menjadi salah satu hal mengapa komponen lingkungan menjadi penting. Adapun komponen lingkungan termasuk aspek ekologi dan lingkungan yang mencakup iklim, cuaca, dan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi perusahaan. Meningkatnya kesadaran mengenai potensi dampak perubahan iklim dapat mempengaruhi cara perusahaan dalam melakukan kegiatan operasionalnya.

Hukum (legal)

Pada komponen ini akan membahas secara lebih spesifik mengenai undang-undang yang berlaku pada suatu negara atau daerah tempat operasional perusahaan. Contohnya adalah undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang hak cipta dan paten, dan juga undang-undang kesehatan dan keselamatan. Akan menjadi tantangan apabila produk dari suatu perusahaan terdistribusi ke negara-negara lain. Hal ini karena regulasi setiap negara berbeda-beda.

Perbedaan PESTLE Analysis dan PEST Analysis

PESTLE analysis merupakan pengembangan dari PEST analysis. Dimana salah satu faktor pembeda antara kedua analisis ini terletak pada komponen hukum dan lingkungan. Saat ini terdapat pengembangan terbaru dari analisis PESTLE yaitu PESTELE. Dalam PESTELE terdapat penambahan satu komponen lagi yaitu etika. Komponen etika meliputi prinsip-prinsip etika dan masalah moral yang dapat timbul dalam berlangsungnya kegiatan operasional bisnis.

Contoh PESTLE Analysis

Setelah mengetahui pengertian hingga penjelasan dari masing-masing komponen dalam analisis PESTLE, tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mengetahui contohnya. Berikut ini merupakan contoh PESTLE analysis yang kami kutip dari Raja Manajemen dengan menggunakan studi kasus perusahaan ritel Carrefour saat wabah pandemi Covid-19 berlangsung:

Komponen politik

Meskipun Pemilihan Presiden sudah usai, namun masalah politik di area internal masih saja gaduh. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi bisnis ritel, tak terkecuali Carrefour. Dengan adanya wabah ini, tidak ada jaminan pemerintah dapat memberikan kebijakan yang dapat segera meningkatkan daya beli masyarakat.

Komponen ekonomi

Adanya wabah COVID 19 menyebabkan banyaknya perusahaan khususnya startup ke bawah mengalami gulung tikar. Akibatnya, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi dimana-mana. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 2 juta orang terkena PHK dan dirumahkan. Hal ini tentu secara signifikan menurunkan daya beli masyarakat.

Komponen sosial

Faktor sosial masyarakat akibat wabah Covid-19 menyebabkan sisi positif terhadap pribadi yaitu lebih menjaga kesehatan dan berhati-hati. Namun, hal ini justru menjadi negatif terhadap bisnis ritel. Sifat kehati-hatian dari masyarakat dan kebijakan social distancing menyebabkan bisnis ritel lesu pembeli.

Komponen teknologi

Dengan pesatnya pertumbuhan digital dan adanya wabah Covid-19, menggeser secara paksa penjualan offline menjadi online. Hal ini membuat bisnis ritel offline menjadi kurang diminati. Akan tetapi hal ini juga menjadi peluang besar bagi bisnis ritel untuk melakukan inovasi dalam penjualan online. Carrefour salah satunya. Mereka meluncurkan layanan pesan antar Home Delivery (THD) yang dapat masyarakat akses melalui website. Sehingga konsumen akan menerima pesanan mereka dirumah.

Komponen hukum

Bisnis ritel mendapatkan kemudahan dalam pendiriannya. Sebelumnya, pendirian toko ritel harus memenuhi syarat Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan Peraturan Zonasi. Namun, dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) no. 112 tahun 2007 tentang penataan, pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern aturan tersebut ditiadakan. Hanya saja karena wabah Covid-19, walaupun mendapatkan kemudahan dari segi hukum, tapi jika daya beli masyarakat menurun hal ini tetap akan menyusahkan bisnis ritel.

Komponen lingkungan

Wabah Covid-19 yang tidak hanya melanda Indonesia namun seluruh dunia menyebabkan masyarakat harus menerapkan social distancing dan Work From Home (WFH). Tidak hanya itu, berbagai bisnis harus tutup karena adanya pandemi Covid-19 ini. Sehingga, dapat dikatakan bahwa wabah Covid-19 menyebabkan hampir semua sektor bisnis menjadi lesu hingga gulung tikar.

Baca juga: Goodwill adalah: Ketahui Manfaat dan Cara Menghitungnya!

Kesimpulan

Dengan menggunakan analisis PESTLE, maka perusahaan dapat mengetahui bagaimana kondisi lingkungan tempat operasional perusahaan. Tidak hanya itu, PESTLE analysis juga dapat perusahaan gunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan strategis. Analisis ini terdiri atas beberapa komponen yaitu politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan. Berbicara mengenai operasional perusahaan, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan secara mudah menggunakan Sistem ERP dari HashMicro dengan beragam fitur unggulan.

pestle analysis

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Muhammad Ezra Ambiar Ganesha
A Junior Content Writer that willing to learn new thing.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA