BerandaProductsCRMInilah 7 Startup Indonesia yang Berhasil Go International!

Inilah 7 Startup Indonesia yang Berhasil Go International!

Di era digital saat ini, istilah start-up menjadi salah satu hal yang sering dibicarakan oleh berbagai kalangan. Istilah startup kini telah mengalami pergeseran arti. Dahulu, startup memiliki arti sebagai perusahaan rintisan yang berjalan kurang dari lima tahun atau perusahaan yang baru saja berdiri. Namun pada tahun 2000-an arti startup tersebut berubah menjadi sebuah badan usaha yang baru berjalan dan mengimplementasikan inovasi teknologi untuk menjalankan bisnisnya serta memecahkan permasalahan dalam masyarakat. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah startup Indonesia terus meningkat. 

Download skema perhitungan harga software CRM HashMicro sekarang!

Pada tahun 2015, jumlah perusahaan startup di Indonesia sebanyak 52 dan kemudian bertambah menjadi 956 pada tahun 2018. Jumlah tersebut kemudian meningkat kembali pada tahun 2022 menjadi sebanyak 2.331 perusahaan dan terdapat beberapa startup yang telah go internasional. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan startup terbanyak kelima di dunia setelah Kanada. Namun, meskipun jumlah startup setiap tahunnya meningkat, startup Indonesia tidak bisa menghindar dari adanya resiko bubble burst seperti yang terjadi pada beberapa startup saat ini. Fenomena tersebut selanjutnya berdampak pada tingkat kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk milik startup

Guna menangani hal tersebut dan meningkatkan kepercayaan konsumen, salah satu cara yang dapat Anda lakukan yaitu dengan menerapkan Software Customer Relationship Management HashMicro. Implementasi software CRM pada start-up dapat membantu dalam membangun hubungan positif antara perusahaan dan pelanggan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai 7 startup Indonesia yang telah go internasional hingga resikonya, Anda dapat membaca artikel berikut. 

startup Indonesia

Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional

Pada dasarnya baik startup ataupun perusahaan konvensional, keduanya merupakan hal yang sama dari sisi legal. Hal tersebut karena start-up dan perusahaan konvensional merupakan perusahaan yang berbadan hukum. Namun, dari sisi tujuan keuntungan, pendanaan, hingga operasionalisasi, kedua badan usaha tersebut memiliki perbedaan yang mendasar. Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan keduanya. 

  • Tujuan keuntungan 

Dilihat dari sisi tujuan keuntungan, start-up bertujuan untuk mencapai pertumbuhan perusahaan secara maksimal. Oleh karena itu, pada periode awal pembentukan perusahaan, seringkali startup mengeluarkan banyak dana dan membakar uang. Hal tersebut tentunya memiliki resiko yang tinggi karena perusahaan masih dalam tahap mencari model bisnis yang pas dan mencari pasar yang sesuai. Sedangkan, pada perusahaan konvensional, tujuan keuntungannya yaitu untuk memberikan keuntungan secepatnya kepada pemilik perusahaan

Download skema perhitungan harga software CRM HashMicro sekarang!

  • Pendanaan 

Dari sisi pendanaan, pendiri startup cenderung mengeluarkan dana saat baru memulai bisnis saja, selanjutnya dana didapatkan melalui investor yang tertarik dan percaya pada startup tersebut. Sementara itu pada perusahaan konvensional, pendanaan berasal dari satu atau beberapa pemilik perusahaan. Selain itu, pendanaan pada perusahaan konvensional juga dapat berasal dari keuntungan yang kemudian diputar kembali untuk operasional perusahaan. 

  • Operasional perusahaan

Selanjutnya dari sisi operasional, perusahaan startup biasanya pendiri atau founder memiliki kendali penuh pada operasional perusahaan. Investor dalam hal ini tidak banyak berperan dalam hal operasional dan hanya terlibat pada keputusan-keputusan yang bersifat strategis. Sedangkan pada perusahaan konvensional, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh kehendak pemilik perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, pada perusahaan konvensional banyak pemilik perusahaan yang masuk dalam manajemen perusahaan. Hal tersebut sangat jarang terjadi pada perusahaan start-up

Baca juga: Manfaat Penggunaan ERP untuk Perusahaan Startup

7 Perusahaan Startup Indonesia yang Sudah Go Internasional

Berbagai inovasi pada perusahaan startup membawa kemudahan dalam aktivitas masyarakat. Adanya kemudahan pada masyarakat selanjutnya berdampak pada meningkatnya pengguna jasa perusahaan start-up. Hal tersebut kemudian dapat meningkatkan keuntungan perusahaan startup Indonesia hingga berhasil melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Berikut merupakan 7 contoh startup Indonesia yang saat ini telah go internasional.    

1. Gojek

gojek
Sumber: tirto.id

Gojek merupakan salah satu startup Indonesia yang menyediakan jasa berupa layanan transportasi online. Di Indonesia, Gojek telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari antar jemput hingga pemesanan makanan secara online. Kesuksesan Gojek di Indonesia memantapkan langkahnya untuk dapat melebarkan sayapnya ke luar negeri. Hingga kini, Gojek telah memperluas bisnisnya hingga ke Singapura, Vietnam, dan Thailand. 

2. Traveloka

Perusahaan startup selanjutnya yang berhasil memperluas bisnisnya hingga ke luar negeri yaitu Traveloka. Start-up tersebut menyediakan jasa travel dan pariwisata yang akan memudahkan masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket secara online. Sampai saat ini, Traveloka telah hadir di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Filipina. Usaha untuk memperluas bisnis tersebut berdampak pada naiknya nilai valuasi Traveloka menjadi US$ 3 miliar pada tahun 2021. 

3. Bukalapak

Start-up Bukalapak mulai melakukan ekspansi global pada tahun 2019 yang ditandai dengan adanya fitur BukaGlobal. Fitur tersebut membantu menyediakan jasa pengiriman barang ke luar negeri. Beberapa negara yang mendapatkan fitur tersebut yaitu Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong, hingga Taiwan. Ekspansi tersebut kemudian diperkuat kembali dengan melantainya Bukalapak pada bursa saham Indonesia. 

4. Kredivo

Start-up lain yang berhasil melebarkan sayapnya di pasar internasional yaitu Kredivo. Startup ini bergerak pada industri keuangan dan menyediakan pembayaran keuangan secara digital berbasis kredit. Pada tahun 2021, Kredivo telah berhasil memperluas bisnisnya hingga ke Vietnam dengan bantuan patungan dari Phoenix Holding. Keberadaan Kredivo di Vietnam menjadikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan pertama yang bergerak pada investasi keluarga di Vietnam.

5. Sociolla

Salah satu perusahaan startup bidang kecantikan yang telah merambah ke dunia internasional yaitu Sociolla. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2015 tersebut berhasil membangun bisnisnya di Vietnam. Hingga kini, Sociolla terus berupaya untuk melebarkan pasarnya ke negara Asia Tenggara lainnya. 

6. Ruangguru

Sebagai perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara, Ruangguru telah hadir di beberapa negara selain Indonesia. Beberapa negara tersebut yaitu Thailand dan Vietnam. Keberhasilan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan akses ke pendidikan yang lebih mudah karena berjalan secara online. 

7. Investree

Start-up selanjutnya yang berhasil go internasional yaitu Investree. Startup tersebut merupakan start-up yang bergerak pada bidang teknologi finansial. Hingga kini, Investree telah melebarkan sayapnya ke beberapa negara selain Indonesia, seperti salah satunya yaitu Filipina. Di Filipina, Investree menjadi penyelenggara crowdfunding dengan nama Investree Philippines. Lebih lanjut, Investree juga berencana untuk ekspansi ke Thailand. 

Resiko Pendirian Start-up 

unemployment

Meskipun perkembangan pada startup Indonesia begitu cepat, namun tetap tidak menutup kemungkinan akan terjadinya fenomena bubble burst. Beberapa waktu belakangan ini, bubble burst sedang ramai diperbincangkan. Hal tersebut menyusul adanya kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran pada beberapa start-up Indonesia. 

Baca juga: 11 Langkah Awal Membangun Bisnis Startup Digital

Pada dasarnya, istilah bubble burst adalah istilah yang merujuk pada pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya nilai pasar secara cepat sehingga melebihi nilai fundamentalnya, serta memiliki margin yang besar. Permintaan yang spekulatif kemudian menyebabkan harga melambung dan lama-kelamaan akan menyebabkan meletusnya gelembung (bubble burst). Setelah itu, terjadi penjualan besar-besaran sehingga harganya turun kembali secara drastis. 

Hal tersebut kemudian berdampak pada kehancuran start-up karena tidak mampu lagi untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan akibat keuntungan yang menurun tajam. Lebih lanjut, konsumen yang sebelumnya menggunakan jasa atau produk dari start-up tersebut juga beralih ke perusahaan lain yang lebih stabil sehingga keamanannya lebih tinggi. Melihat fenomena tersebut, start-up harus memiliki strategi antisipasi yang baik sehingga masih dipercaya oleh konsumen dan dapat memperoleh keuntungan yang stabil. 

Download skema perhitungan harga software CRM HashMicro sekarang!

Kesimpulan

Perkembangan startup Indonesia yang begitu pesat telah memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan. Kehadirannya kini telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Namun, meskipun perkembangan pada bisnis startup berjalan begitu cepat, masih terdapat resiko yang harus perusahaan tanggung, salah satunya yaitu mengenai fenomena bubble burst. Adanya bubble burst dapat berdampak buruk pada startup hingga menyebabkan PHK besar-besaran. Hal tersebut tentu berpengaruh kepada minat konsumen terhadap produk atau jasa milik perusahaan startup, karena masyarakat cenderung percaya pada perusahaan yang memiliki performa stabil. 

Oleh karena itu, salah satu yang dapat Anda lakukan sebagai founder startup yaitu dengan menerapkan Software CRM HashMicro sehingga hubungan baik dengan pelanggan dapat tetap terjaga dan kepercayaan pelanggan tetap meningkat. Dengan menggunakan sistem CRM terbaik milik HashMicro, Anda dapat mengirimkan e-mail marketing secara otomatis pada klien dengan jumlah yang besar. Selain itu, sistem tersebut juga dapat membantu Anda untuk mengintegrasikan prospek potensial dengan lebih mudah, meningkatkan konversi leads, serta membantu melakukan pemantauan secara menyeluruh mengenai aktivitas penjualan, mulai dari rapat hingga follow-up klien. Namun, sebelum menggunakan Software CRM yang terintegrasi, Anda sebaiknya mengunduh skema perhitungan harga software CRM terlebih dahulu sehingga dapat memperkirakan biaya yang harus Anda keluarkan. 

startup Indonesia

 

Download skema perhitungan harga software CRM HashMicro sekarang!

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Siti Amalia
Siti Amalia
A Creative Content Writer at HashMicro Indonesia

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA