BerandaProductsHRM/PayrollMengenal PPh 21 dan Cara Menghitungnya

Mengenal PPh 21 dan Cara Menghitungnya

Cari tahu bagaimana program payroll dalam sistem HRM dapat membantu perusahaan Anda dalam mengelola gaji karyawan termasuk juga perhitungan pajak penghasilan PPh 21. Selain itu software ini juga dapat membantu HRD maupun karyawan dalam menghitung perkiraan gaji secara tepat dan akurat.

PPh 21 merupakan pajak dari penghasilan selama setahun, dimana penerima penghasilan wajib untuk membayarkan setiap bulannya. Apakah Anda sudah memahami pengertian, wajib pajak, dan cara penghitungannya yang tepat? Simak ulasan berikut mengenai penjelasan lengkap tentang PPh 21 di Indonesia beserta kehadiran program payroll yang membantu kerumitan perhitungannya dalam perusahaan sehingga dapat menyederhanakan HRD di perusahaan dan lebih fokus pada pengembangan bisnis Anda. 

Baca Juga : Pengertian Payroll dan Manfaatnya

Demo Gratis ERP Software HashMicro

Pengertian PPh 21 Adalah

PPh 21
Michael Longmire @ Unsplash

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-32/PJ/2015, tarif PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi sebagai subjek pajak dalam negeri.

PPh Pasal 21 sendiri merupakan pajak yang berlaku untuk setiap subyek pajak yang telah memiliki penghasilan. Subyek wajib pajak PPh Pasal 21 ini sendiri yaitu individu yang telah memiliki penghasilan seperti karyawan atau pekerja yang memperoleh upah seperti gaji.

Pada sebuah perusahaan, Umumnya PPh Pasal 21 ini dibayarkan oleh bagian keuangan perusahaan tersebut. Sehingga pemotongan tarif PPh 21 ini dilakukan secara langsung dengan memotong gaji karyawan tersebut agar karyawan atau pekerja perusahaan tersebut tidak perlu report lagi untuk menghitung PPh Pasal 21.

Oleh karena itu secara umum PPh 21 adalah pajak penghasilan yang berlaku pada sistem penggajian suatu perusahaan kepada karyawannya.

Baca Juga : Cara Tepat Menentukan Besaran Gaji Pegawai

Cara Menghitung PPh 21 Secara Manual

Perhitungan PPh 21
Towfiqu Barbhuiya @ Unsplash

Dalam perhitungan secara manual, kesulitan utama bukanlah pada perhitungan pajaknya. Tetapi pada saat perhitungan perkiraan selama setahun yang disebut juga metode penyetahunan pajak. Dengan menghitung PPh 21 Anda dapat mengetahui apakah ada perubahan gaji dalam setahun dan berapa bonus yang akan Anda terima. Terdapat beberapa metode untuk menghitungnya secara manual. Berikut cara menghitung metode penyetahunan pajak secara manual tanpa menggunakan program payroll:

Forecast

Menghitung dengan mengalikan penghasilan yang belum diterima yang dianggap sama dengan penghasilan pada bulan terakhir gajian dengan jumlah bulan tersisa hingga akhir tahun, kemudian ditambahkan dengan jumlah gaji yang telah diterima pada bulan sebelumnya.

Penyetahunan bulan  Mei
{Jumlah Penghasilan bulan Mei x 8} + {Jumlah Penghasilan bulan Januari sd April} 

Moving Average

Cara perhitungan Moving Average yaitu dengan membagi jumlah gaji yang telah diterima dengan jumlah bulan yang telah menerima gaji, untuk mengetahui rata-rata penerimaan setiap bulan. Kemudian mengalikan hasil rata-rata penerimaan setiap bulan dengan 12 (dua belas) yang merupakan jumlah bulan dalam setahun.

Penyetahunan Penghasilan bulan Mei

{{Jumlah Penghasilan bulan Januari sd Mei} : 5} x 12

Perhitungannya memang terlihat mudah. Namun kenyataannya sulit, karena jumlah karyawan tidaklah sedikit dan memiliki gaji dan bonus yang beragam. Apabila perhitungan ini berjalan secara manual bagi setiap karyawan tentu akan merepotkan dan membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga : Memilih Sistem HRM yang Pas untuk Perusahaan

Perbedaan PPh 21 Menurut Status Tenaga Kerja

Apabila seluruh karyawan melakukan kerja penuh dalam satu tahun yaitu dari bulan Januari sampai dengan Desember selama tahun berjalan. Maka akan terjadi perbedaan di beberapa perhitungan pajaknya. Perbedaan cara perhitungan dikelompokkan menjadi dua yaitu terhadap pegawai tetap dan pegawai tidak tetap.

Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah hasil unit pekerjaan, atau menyelesaikan suatu jenis pekerjaan yang pemberi kerja minta. Meski ketentuan perpajakannya berbeda dengan pegawai tetap, jenis pajak yang dikenakan sama yakni PPh Pasal 21.

Perhitungan PPh 21 terhadap pegawai tetap

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu untuk mengetahui apa itu karyawan tetap. Karyawan tetap adalah karyawan yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur atau pegawai yang berstatus kontrak dalam jangka waktu yang telah ditentukan, yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur.

Berikut pajak penyetahunan yang terhitung bagi pegawai tetap, antara lain: 

  1. Gaji bulanan.
  2. Gaji mingguan.
  3. Pembayaran rapel
  4. Penghasilan yang bersifat ireguler.
  5. Penghasilan pegawai yang dipindahtugaskan dalam tahun berjalan.

Yang termasuk pegawai yang dipindahtugaskan dalam tahun berjalan yaitu:

a. Pegawai baru mulai bekerja pada tahun berjalan.

Perhitungan PPh 21 atas penghasilan pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri yaitu sudah ada sejak awal tahun kalendar, tetapi baru bekerja pada pertengahan tahun. Selain itu juga ada yang baru mulai setelah permulaan tahun pajak, dan mulai bekerja dalam tahun berjalan.

b. Pegawai berhenti bekerja pada tahun berjalan.

Pegawai yang masih memiliki kewajiban Pajak Subjektif berhenti bekerja pada tahun berjalan. Selain itu bagi karyawan yang bekerja pada tahun berjalan dan sekaligus kehilangan kewajiban Pajak Subjektifnya.

  1. Penghasilan pegawai yang berhenti/mulai bekerja dalam tahun berjalan.
  2. Menerima sebagian atau seluruh penghasilan dalam bentuk mata uang asing.
  3. Seluruh atau sebagian ditanggung oleh pemberi kerja.
  4. Terhadap pegawai tetap yang menerima tunjangan pajak.
  5. Penerimaan dalam bentuk Natura dan Kenikmatan lainnya.
  6. Bagi pegawai tetap yang baru memiliki NPWP pada tahun berjalan.

Mari kita lihat contoh penghitungan PPh 21 untuk karyawan atau pegawai tetap dengan memperhitungkan PTKP secara manual.

"Contoh

Baca Juga : Apakah Kamu Tahu Komponen Gaji Karyawan?

Perhitungan PPh 21 terhadap pegawai tidak tetap

Selanjutnya perhitungan bagi pegawai tidak tetap. Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, hasil dari jumlah unit  pekerjaan, atau penyelesaian suatu jenis permintaan pekerjaan oleh pemberi kerja. 

Berikut pajak penyetahunan yang terhitung bagi pegawai tetap, antara lain: 

Tarif PPh 21 pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas atas penghasilan berupa upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan, dan uang saku harian, sepanjang pemberian penghasilan tidak secara bulanan.

a. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Anggota Dewan Pengawas atau Dewan Komisaris.

  • Pembayaran penghasilan kepada mantan pegawai.
  • Pembayaran penghasilan kepada honorarium komisaris.
  • Penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai.

b. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Bukan Pegawai

  • Bagi yang menerima penghasilan yang bersifat kesinambungan.
  • Bagi yang menerima penghasilan yang tidak bersifat kesinambungan.

c. Perhitungan PPh Pasal 21 untuk Peserta Kegiatan.

d. Perhitungan PPh Pasal 26 untuk Wajib Pajak Luar Negeri.

Berdasarkan tarif lapisan pertama Pasal 17 ayat (1) huruf a UU Pajak Penghasilan maka bagi pegawai tidak tetap atas jumlah penghasilan bruto sehari yang melebihi Rp450.000 atau jumlah penghasilan pengurangan bruto dengan PTKP yang sebenarnya, dalam hal jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000.

"Contoh

Dengan banyaknya perhitungan pajak penghasilan seperti ini tentu saja akan lebih mudah dengan menggunakan program payroll seperti Software HRM dari Hashmicro.  

Siapa Saja yang Wajib Membayar PPh Pasal 21?

Perhitungan PPh 21
Sharon Mccuthcheon @ Unsplash

Siapakah yang harus membayar pajak? Wajib pajak merupakan orang atau badan usaha yang memiliki kewajiban membayar pajak sesuai dengan aturan dalam undang-undang sehingga yang termasuk dalam ketentuan tersebut memiliki kewajiban untuk membayar pajak setiap tahunnya.

Pajak yang terkumpul akan digunakan sebagai dana untuk melakukan pembangunan di Indonesia secara nasional maupun pembangunan daerah. Maka dari itu penting bagi masyarakat untuk memiliki pengetahuan mengenai pajak apa saja yang menjadi kewajibannya. Namun apabila perusahaan yang membayar pajak karyawannya, maka ada 2 cara untuk menghitungnya yaitu:

PPh 21 ditunjang pemberi kerja

Cara yang pertama yaitu pembayaran pajak sesuai dengan jumlah yang seharusnya karyawan bayar. Cara ini disebut dengan metode gross-up yang menerapkan pemberian tunjangan pajak bagi karyawan atau penerima penghasilan (gajinya dinaikkan terlebih dahulu) sebesar pajak yang dipotong.

PPh 21 ditanggung pemberi kerja

Cara ini sama saja seperti karyawan yang membayar pajak, namun besaran pajaknya tidak terpotong dari gaji karyawan karena perusahaan sudah menanggung pajaknya. Istilah dari cara ini adalah metode net yaitu metode yang menerapkan karyawan atau penerima penghasilan tetap mendapatkan gaji bersih dengan perusahaan yang menanggung pajaknya.

Sebenarnya bagi karyawan, kedua cara ini hasilnya sama saja. Perbedaannya hanya terletak pada perlakuan perhitungan pajak untuk perusahaan (Pajak Badan). Cara menghitung PPh 21 berdasarakan pada siapa yang membayar, ada 3 (tiga) macam cara yaitu:

  1. Karyawan menerima gaji netto.
  • Penunjangan PPh Pasal 21 oleh pemberi kerja.
  • Penanggungan PPh Pasal 21 oleh pemberi kerja.
  1. Karyawan menerima gaji bruto.
  • Pemotongan Tarif PPh 21 ke karyawan.

Permudah Menghitung Tarif PPh 21 dengan Software HRM HashMicro!

Meski menghitung PPh 21 terlihat mudah, namun sebenarnya cukup merepotkan. Terlebih bagi pengusaha yang mengurus kewajiban perpajakannya sendiri atau tidak memiliki karyawan yang punya keahlian khusus mengurus perpajakan. 

Saat in masih banyak wajib pajak menghitungnya menggunakan Microsoft Excel. Untuk dapat menghitungnya menggunakan Excel, wajib pajak harus memasukkan serangkaian perintah atau fungsi yang memungkinkan Excel menghitung PPh 21. Penggunaan rumus fungsinya antara lain:

  • Total penghasilan bruto
  • Total pengurang penghasilan bruto
  • Penghasilan neto sebulan dan setahun
  • Rumus PTKP
  • PPh Pasal 21 terutang dalam setahun
  • PPh Pasal 21 terutang dalam sebulan

Tidak hanya itu saja, penyusun juga harus mengatur kolom-kolom agar sesuai dengan keterangan input serta membuat kolom untuk seluruh karyawan. Jika tidak mahir dengan Microsoft Excel, pekerjaan ini tentu sangat menyita waktu dan tenaga Anda.

Oleh karena itu untuk mempermudah kerja Anda, aplikasi Payroll dengan sistem HRM Hashmicro menyediakan untuk menghitung PPh 21 secara otomatis dan akurat yang sesuai dengan peraturan pajak terakhir dari pemerintah dengan fitur terlengkap.

Lalu, apa saja keuntungan yang akan Anda dapatkan dari aplikasi kami? human resource management membantu Anda memantau kinerja karyawan, mengelola gaji dan pengeluaran, melacak kalender, memusatkan data SDM, menyederhanakan proses rekrutmen, dan fokus pada tujuan perusahaan Anda dan lain-lain. Di bawah ini adalah poin-poin mengenai sebagian fungsi sistem HRM Equip:

  • Memusatkan informasi penting karyawan dan memberikan hak akses kepada orang yang berwenang
  • Mengevaluasi karyawan secara berkala untuk mendorong dan meningkatkan kinerja mereka
  • Mengelola semua biaya tanpa membuat kesalahan
  • Melacak penggunaan waktu setiap karyawan
  • Mengatur proses rekrutmen dengan lebih lancar

Selain itu banyak fitur yang tersedia juga seperti, pemantauan waktu dan kehadiran setiap karyawan, mengelola cuti masing-masing karyawan, manajemen biaya yang lebih sederhana, manajemen penilaian performa, pengelolaan rekrutmen, dan laporan keuangan yang lengkap. 

Kesimpulan

Dengan Human Resource Management HashMicro, proses penggajian beserta perhitungan PPh 21 dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan 1 klik setiap bulannya. Bahkan slip gaji beserta potongan pajak penyetahunan dapat langsung dikirim dan di- download karyawan kapan dan di mana saja.

Baca Juga : Slip Gaji: Pengertian, Manfaat, Format, Contoh

Demikianlah sejumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan apabila menggunakan produk kami. Permudah Perhitungan PPh 21 Anda dengan Software HRM Hashmicro! Silahkan klik di sini untuk mendaftar.

Software HRM HashMicro

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Thamia Farisatuddiniyah
I hope readers get value and enjoy what I write!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA