BerandaProductsAccountingContoh Kebijakan Fiskal di Indonesia yang Belum Anda Ketahui!

Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia yang Belum Anda Ketahui!

Mungkin beberapa dari Anda sudahh tidak asing dengan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang mengacu pada keputusan pemerintah tentang pengeluaran dan pengumpulan pajak dan bagaimana perubahan kebijakan ini mempengaruhi perekonomian. Ketika pemerintah membuat keputusan keuangan, mereka harus mempertimbangkan keputusan tersebut terhadap bisnis, konsumen, pasar luar negeri, dan sebagainya. Berikut penjelasan lebih dalamnya.

contoh kebijakan fiskal

Apa Yang Dimaksud Dengan Kebijakan Fiskal?

Singkatnya, kebijakan fiskal didefinisikan sebagai bagaimana pemerintah menyesuaikan tingkat pengeluaran dan tarif pajak untuk memantau dan mempengaruhi perekonomian suatu negara. 

Kebijakan ini lahir dari gagasan ekonom Inggris John Maynard bahwa kebijakan dapat mempengaruhi kondisi ekonomi makro seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, permintaan agregat barang dan jasa, dan lapangan kerja agregat. Kebijakan fiskal Oleh karena itu istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian suatu negara dengan membeli produk dan jasa dari perusahaan dan memungut pajak.

Baca juga: Jenis dan Kebijakan Cuti Karyawan (+Contoh Surat Cuti Lengkap!)

 

Asal Teori Pemikiran

Awal mula pemikiran tentang fiskal pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi yang berasal dari Inggris yaitu John Maynard Keynes di tahun 1800-an. John meyakini bahwa pemerintah berperan terhadap perkembangan ekonomi suatu negara terutama dalam hal ekspansi dan kontraksi pada siklus bisnis.

Keynes juga meyakini bahwa pemerintah mampu memanipulasi pengeluaran konsumen dan investor agar tidak terjadi kontraksi yang berlebih sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan stabil. Dampak pemikiran ekonomi Keynes juga terbukti saat terjadi depresi besar di dunia pada awal tahun 1900-an. Dimana sebelumnya banyak negara yang memegang prinsip ekonomi Laissez-Faire.

Prinsip tersebut meyakini bahwa pemerintah tidak boleh mengintervensi kapitalisme dalam ekonomi pasar bebas. Dengan ideologi ekonomi Keynes, pada saat itu presiden Amerika ke 32 saat itu, Franklin D. Roosevelt berhasil menumbuhkan ekonomi sebesar 10,8% pada tahun 1934.

 

Contoh Kebijakan Fiskal yang Berlaku di Indonesia

Adapun beberapa contoh kebijakan fiskal yang Indonesia telah terapkan. Antara lain: 

  1. Kebijakan fiskal yang pertama adalah saat presiden Joko Widodo mengumumkan program Amnesti Pajak pada tahun 2017 lalu. Program ini ia lluncurkan karena banyaknya kasus laporan penunggakan pajak dan banyak individu yang tidak melaporkan jumlah kekayaannya. Maka dari itu, akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan untuk meluncurkan program Amnesti Pajak. Amnesti pajak merupakan penghapusan pajak yang terutang dan tidak dikenakan sanksi pidana di bidang sanksi administrasi perpajakan atau perpajakan. Dengan amnesti ini, banyak partai politik berlomba-lomba menyelesaikan tunggakan pajak, dan banyak individu yang melaporkan jumlah kekayaannya kepada pihak  berwenang. Program ini dapat meningkatkan pendapatan nasional Indonesia terhadap rupiah. 130 triliun. Oleh karena itu, kebijakan fiskal memberikan

2. Yang kedua adalah relaksasi pajak yang berlangsung selama tahun 2020 hingga awal 2021 untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

3. Pengurangan subsidi BBM dan gas

Contoh kebijakan fiskal yang terakhir adalah subsidi BBM dan gas. Tujuan kebijakan fiskal di bidang bahan bakar ini adalah memperlancar mobilitas dan transaksi ekonomi masyarakat.

 

Tiga Fungsi Contoh Kebijakan Fiskal

Alokasi

Fungsi yang kedua adalah alokasi, maksudnya pemerintah melakukan intervensi terhadap perekonomian dalam mengalokasikan sumber daya ekonominya. Intervensi yang pemerintah lakukan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Intervensi yang dilakukan secara langsung berupa membeli barang-barang kebutuhan negara seperti persenjataan, alat kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan, intervensi yang dilakukan secara tidak langsung melalui berbagai pajak dan subsidi, yang mana dapat mendorong atau menghambat berbagai aktivitas  lainnya.

Stabilisasi jangka pendek

Salah satu fungsi utama dari kebijakan fiskal adalah menstabilkan perekonomian suatu negara dari tahun ke tahun atau periode demi periode. Jika perekonomian negara krisis, pemerintah mungkin akan meluncurkan beberapa kombinasi pengeluaran dan keringanan pajak untuk membuat segalanya kembali normal. 

Disisi lain, jika ekonomi terlalu mengancam maka akan menyebabkan inflasi yang tidak terkendali, sehingga pemerintah perlu memangkas pengeluaran dan menaikkan pajak untuk mengendalikannya. Kondisi tersebut disebut sebagai deflasi.

Baca juga: Restrukturisasi adalah Kebijakan Peninjauan Ulang Kredit untuk Debitur

Distribusi

Fungsi fiscal policy yang ketiga adalah distribusi, maksudnya adalah kebijakan anggaran yang diputuskan oleh negara harus adil untuk semua kalangan masyarakat dan berlandaskan pada rasa kepatuhan. Fungsi distribusi berhubungan dengan bagaimana sejumlah barang yang diproduksi oleh bisnis didistribusikan kepada para konsumen. Distribusi ini berkaitan dengan isu-isu seperti pemerataan pendapatan dan efisiensi.

 

Perbedaan Kebijakan Fiskal Dan Moneter

Bagian terakhir ini menjelaskan perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Padahal, kedua kebijakan tersebut  terintegrasi dan saling melengkapi. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. 

Perbedaan pertama antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter adalah  pengambilan keputusan. Kebijakan moneter ditentukan dan dikendalikan oleh Kementerian Keuangan, dan tanggung jawab kebijakan moneter sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia. 

Selanjutnya, perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter adalah pada tujuannya. Kebijakan moneter bertujuan untuk menjaga jumlah uang beredar di masyarakat. Berbeda dengan kebijakan fiskal yang memiliki tujuan untuk mengelola dan menjaga kesejahteraan sektor-sektor yang terlibat dalam siklus uang,  dari konsumen hingga pekerja hingga operator ekonomi.

Baca juga: MOQ adalah: Ketahui Manfaat dan Jenisnya

 

Instrumen Kebijakan Fiskal

Perpajakan

Langkah-langkah pajak  kebijakan fiskal  paling kuat  di tangan sektor publik, karena pajak dapat mempengaruhi ekonomi suatu negara di tingkat ekonomi makro. Misalnya, perubahan perilaku konsumen, daya beli, dan investasi masyarakat. 

Alasan kedua sangat jelas bahwa pajak merupakan pendapatan utama negara. Sedangkan untuk sistem perpajakan, perlu diperhatikan bahwa penerimaan yang rendah dapat meningkatkan tarif pajak. Di sisi lain, jika pemerintah menaikkan pajak dalam kondisi tertentu,  permintaan barang dan jasa, yaitu daya beli penduduk, dapat menurun.

Baca juga:  Mengenal Sistem Manajemen Inventory & Manfaatnya bagi Bisnis Anda

Pengeluaran

Instrumen kebijakan fiskal berikutnya adalah pengeluaran belanja negara, yang juga dapat berkurang atau bertambah sesuai kebutuhan. Apabila neraca pembayaran negara defisit, maka pemerintah bisa mengurangi pengeluaran belanjanya di sektor tertentu, misalnya penundaan pembayaran THR bagi PNS.

Utang publik

Kebijakan ini keluar apabila kebijakan pembiayaan defisit dinilai tidak cukup untuk memenuhi pengeluaran publik. Kebijakan utang publik bertujuan untuk meningkatkan kas pemerintahan dengan menggunakan utang yang berasal dari  sumber internal seperti pinjaman pasar, obligasi kompensasi, atau SBN (Surat Berharga Negara), dan sumber eksternal dari pinjaman pasar eksternal atau lembaga internasional seperti IDA, Bank Dunia, IMF, dan rekanan lainnya.

Anggaran

Instrumen kebijakan fiskal terakhir adalah alokasi anggaran. Agar tujuan kebijakan fiskal dalam periode tertentu berhasil, pemerintah punya wewenang memindahkan alokasi anggaran dari satu sektor ke sektor lainnya. Misalnya di masa pandemi, pemerintah dapat memprioritaskan anggaran untuk fasilitas kesehatan.

Baca juga: Pentingnya Manajemen Pergudangan untuk Kelancaran Operasional Bisnis

 

Tujuan dari Kebijakan Fiskal bagi Negara

Tujuan umum dari kebijakan fiskal adalah untuk mencapai atau mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Berikut tujuannya bagi negara antara lain:

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Salah satu tujuan dari kebijakan ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara secara optimal. Sebab, tingkat pertumbuhan ekonomi berperan penting dalam pemasukan atau pendapatan negara. 

Membuka kesempatan lapangan kerja yang besar

Seperti yang Anda ketahui, angka pengangguran yang tinggi merupakan salah satu pokok masalah dalam suatu negara. Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah optimis untuk dapat memperluas lapangan kerja dan mencegah timbulnya angka pengangguran.

Menstabilkan harga produk

Tujuan fiscal policy yang ketiga adalah untuk menstabilkan harga produk dan mengatasi terjadinya inflasi. Sebab, apabila masalah inflasi tidak kunjung dapat suatu institusi atasi, maka keyakinan masyarakat kepada pemerintah akan berkurang. Dengan adanya kebijakan ini, kita berharap bahwa tingkat pendapatan nasional, kesempatan kerja, dan distribusi penghasilan nasional dapat berjalan dengan baik. 

Baca juga: Jenis dan Kebijakan Cuti Karyawan (+Contoh Surat Cuti Lengkap!)

Kesimpulan

Kebijakan fiskal adalah bagian dari kebijakan ekonomi umum pemerintah yang terutama berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah. Semua proyek kesejahteraan selesai di bawah kebijakan ini.

Jika Anda seorang pengusaha, kebijakan ini juga akan mempengaruhi kelangsungan bisnis Anda, terutama saat menghitung pajak usaha. Untuk perhitungan pajak terbaik, Anda perlu melakukan pembukuan yang detail dan Anda tidak akan mendapatkan kesalahan. 

Jika Anda baru memulai bisnis mungkin tidak begitu kesulitan dalam melakukan pembukuan manual secara sederhana dan melakukan penghitungan pajak, namun bagaimana jika perusahaan Anda sudah mulai berkembang dan memiliki transaksi yang perlu Anda hitung besaran pajaknya?

Maka dari itu, solusi terbaik adalah dengan menggunakan software akuntansi untuk menyederhanakan perhitungan akuntansi dan pajak untuk semua transaksi bisnis. Menggunakan software akuntansi dengan kemampuan perhitungan pajak yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Contoh kebijakan fiskal

Kini tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan perhitungan akuntansi bisnis Anda! Sistem Akuntansi dari Hashmicro dapat membantu bisnis Anda untuk otomatiskan seluruh proses perhitungan keuangan, mulai dari pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya dengan sistem terbaik untuk enterprise Indonesia. Coba sekarang!

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Olivia Mariane Gunawan
Looking forward to give the readers more new insights and useful informations everyday! For business inquiries: [email protected]

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA