5 Cara Coronavirus Mengubah Cara Belanja Masyarakat

Dias Marendra
cara belanja

Dampak yang dirasakan industri retail akibat virus corona tak hanya dirasakan semenjak social distancing diberlakukan. Imbasnya akan terus terasa setelah semua hiruk pikuk wabah corona ini selesai. Yang paling kentara yakni adanya perubahan cara belanja masyarakat.

Tak hanya di Indonesia, masyarakat dunia yang dipaksa diam di rumah akan mengubah cara belanja dan di mana mereka berbelanja. Tak hanya itu, perubahan juga akan terjadi dari sisi pelaku bisnis retail. Utamanya untuk mempersiapkan diri jikalau kejadian serupa akan terulang lagi di masa depan. Berikut beberapa di antaranya:

Percepatan pergeseran dari toko fisik ke toko online

Saat masyarakat dihimbau untuk tinggal di rumah saja, lalu bagaimana caranya mereka berbelanja kebutuhan pokok? Pastinya lewat online. Data menyebutkan bahwa jumlah pengguna layanan e-commerce di Indonesia naik pesat di saat pandemi corona melanda. Inilah yang membuat banyak bisnis retail fisik beralih ke ranah online akibat sepinya pengunjung.

Dengan cara ini bisnis Anda tetap bisa berjalan meski di tengah anjuran dari pemerintah untuk social distancing. Untuk memudahkan peralihan ini, banyak juga bisnis retail yang mulai menggunakan software CRM. Software CRM berguna untuk mengelola pelanggan dan memudahkan pengaturan promosi.

Cara belanja dalam jumlah banyak jadi kebiasaan

Di bulan Februari, kita bisa dengan mudah membeli masker atau disinfektan dari toko atau apotik terdekat. Namun jangan harap Anda bisa dengan mudah menemukan dua benda itu sekarang. Panic buying yang dilakukan masyarakat membuat barang-barang esensial mulai sulit ditemukan di pasaran. Kalau pun bisa ditemukan, sudah pasti harganya selangit.

Kejadian ini bisa mengubah kebiasaan orang dari belanja eceran ke belanja secara grosir atau dalam jumlah yang banyak. Tak berhenti sampai di sini, trauma mendalam dari corona virus ini memungkinkan kita untuk selalu menyimpan persediaan bahan makanan atau kebutuhan rumah tangga lebih banyak dari biasanya, meski wabah COVID-19 sudah berlalu nanti.

Layanan belanja makanan online makin digandrungi

Karena takut untuk mengunjungi restoran atau rumah makan yang ramai dengan manusia, banyak kaum millennial yang beralih memesan makanan secara online. Banyak yang menilai cara ini cukup efektif meredam penularan virus karena kontak antar manusia menjadi berkurang.

Namun, seiring dengan semakin meluasnya penyebaran penyakit menular ini, kekhawatiran terhadap kontaminasi makanan dan semakin sedikitnya jumlah driver yang bersedia melayani pelanggan membuat hal ini semakin sulit dilakukan.

Semakin sedikitnya toko retail yang melayani pembelian eceran

Masih berhubungan dengan poin kedua, makin banyaknya pelanggan yang membeli secara grosir, membuat pihak toko juga kian membatasi mereka yang membeli secara eceran. Dampak lainnya dari hal ini, stok barang-barang yang non esensial akan dikurangi demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang-barang esensial, seperti bahan pokok makanan dan kebutuhan rumah tangga.

Hal ini mengakibatkan para pebisnis retail dan manufaktur mulai teliti dalam mengatur inventaris mereka agar barang-barang yang tak laku tak berujung menjadi limbah. Untuk membantu, tak jarang mereka menggunakan software manajemen inventaris dan manajemen rantai suplai untuk mengefisiensikan pengelolaan kedua aspek ini.

Layanan pelanggan di toko retail jadi berubah drastis

Pandemi corona membuat masyarakat takut menggunakan uang tunai dan mulai beralih pada transaksi non-tunai. Seringnya uang tunai berpindah tangan membuat masyarakat menghindari transaksi tunai sebisa mungkin. Bisa diprediksi setelah wabah ini berakhir nanti, akan lebih banyak toko ritel dan restoran yang mulai menggunakan sistem POS.

Perbedaan layanan pelanggan lainnya yang mungkin bisa kita lihat ke depannya nanti yakni restoran mulai beralih menggunakan e-menu atau ordering station untuk meminimalisir kontak antar manusia. Hal ini penting sebagai persiapan sewaktu-waktu wabah yang sama datang lagi nanti.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles