BerandaSoftware/BusinessLearn BusinessBrainstorming adalah: Pengertian, Prinsip, dan Tips Menjalankannya

Brainstorming adalah: Pengertian, Prinsip, dan Tips Menjalankannya

Di dalam ranah bisnis, Anda pasti sering menemukan berbagai permasalahan. Mulai dari aspek finansial, persediaan barang, hingga lingkungan kerja yang kurang mendukung. Kendala seperti ini tentu sulit untuk dihindari. Alih-alih terpuruk dengan permasalahan yang datang, Anda harus pandai dalam mencari solusinya. Salah satu langkah yang perlu Anda lakukan adalah dengan melakukan brainstorming.

Secara garis besar, brainstorming adalah aktivitas tim untuk saling berbagi ide terkait suatu permasalahan. Output utamanya berfokus pada gagasan baru yang tentunya out of the box dan solutif. Sebelum melanjutkan lebih jauh, pastikan bahwa Anda memahami terlebih dahulu konsep dan tips brainstorming untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

brainstorming adalah

Brainstorming adalah: Pengertian

Berdasarkan data dari MindManager, seorang eksekutif periklanan bernama Alex F. Osborne menjadi orang pertama yang mempopulerkan istilah brainstorming pada tahun 1940. Bermula dari ketidakmampuan karyawannya untuk menghasilkan ide-ide kreatif, Osborne mulai mengembangkan metode baru yang dikenal sebagai ‘brainstorming’.

Metode ini berfokus pada pendekatan berbasis tim untuk memecahkan suatu permasalahan. Dari kegiatan tersebut, Osborne menemukan bahwa pendekatan yang ia lakukan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ide-ide baru.

Ali Kabul Mahi dan Sri Indra Trigunarso dalam bukunya menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat erat dengan istilah curah pendapat. Sejalan dengan hal tersebut, brainstorming adalah proses untuk menghasilkan ide dan solusi dari suatu permasalahan. Bentuk kegiatannya berupa diskusi tim secara terstruktur dan sistematis yang dipimpin oleh fasilitator, seperti project manager atau business owner. Untuk melakukan sesi diskusi, anggota tim harus memiliki pengetahuan dasar terkait topik utama. Tujuannya agar pelaksanaan dapat berjalan lancar dan tidak membuahkan hasil yang sia-sia.

Baca juga: 7 Ide Bisnis yang Bisa Dipertimbangkan di Saat Pandemi

Pengaruh Brainstorming dalam Bisnis

Bagi Anda yang berada di sektor bisnis, brainstorming menjadi hal penting untuk Anda lakukan. Mengapa demikian?

Metode Brainstorming

Konsep brainstorming adalah suatu aktivitas untuk menghasilkan ide kreatif. Bukan hanya dari Anda saja, tetapi juga dari para anggota tim yang ikut serta dalam kegiatan bertukar pikiran tersebut. Melalui kegiatan ini, mereka akan didorong untuk memikirkan solusi yang tepat dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis. 

Pastikan bahwa semua anggota berkontribusi dengan baik.  Semakin aktif anggota memberikan pendapat, tentu akan semakin banyak pula ide yang bermunculan. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan berbagai perspektif yang saling melengkapi untuk mencapai target pengembangan bisnis Anda.

Ada beberapa keuntungan yang akan Anda dan tim rasakan jika melakukan diskusi ini, meliputi:

  • Metode brainstorming memberikan kebebasan bagi semua peserta untuk mengemukakan ide-ide. Tidak ada satupun ide yang salah.  Bahkan siapa saja berhak memberikan ide baru yang tidak biasa sehingga pada kesempatan ini, Anda dan tim dilatih untuk mengembangkan kreativitas.
  • Hal tersebut mendorong kolaborasi tim yang terbuka dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini akan menciptakan suasana teamwork yang baik demi keberlangsungan bisnis Anda. 
  • Semua ide yang tim berikan dapat menjadi catatan penting, baik untuk perkembangan bisnis Anda saat ini maupun untuk masa depan.
  • Brainstorming adalah sesi khusus yang kegiatannya berupa diskusi bersama tim. Dengan begitu, sesi ini dapat membantu Anda untuk keluar dari rutinitas sehari-hari dan merefresh pikiran.

Brainstorming adalah: Jenis-jenis

Berdasarkan cara melakukannya, ada dua macam brainstorming. Keduanya memiliki karakteristiknya masing-masing. Tentu dengan melihat kebutuhan, Anda bisa memilih salah satu. Apa saja jenis-jenis kegiatannya?

1. Brainstorming pribadi

Seperti namanya, brainstorming pribadi hanya akan dilakukan secara perorangan. Meskipun pada pengertian brainstorming mengandalkan tim kerja, namun tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang juga bisa melakukannya seorang diri.

Menurut penelitian psikolog Solomon Asch tahun 1951-1956, seseorang bekerja lebih baik ketika ia bekerja sendiri. Mengacu pada hal tersebut, ada beberapa kondisi di mana seseorang menghasilkan lebih banyak ide ketika mereka berpikir seorang diri daripada dengan kelompoknya.

Jika menerapkan jenis ini, Anda tentu merasa lebih leluasa untuk berpikir. Bahkan Anda juga merasa lebih rileks untuk mengungkapkan semua ide, tanpa perlu takut memikirkan bagaimana tanggapan orang lain. Namun, Anda akan sedikit sulit mengembangkan ide-ide tersebut karena Anda harus berpikir sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain untuk bertukar pikiran.

2. Brainstorming kolektif

Jika brainstorming pribadi memberikan keleluasaan bagi seseorang dalam berpikir, maka brainstorming kolektif memberikan berbagai ide yang dapat Anda peroleh. Adanya jumlah anggota lebih dari satu, tentu juga mempengaruhi banyaknya pengalaman dan pandangan sebagai output pelaksanaan kegiatan ini. Selain itu, antar anggota dapat bekerja sama dalam mengembangkan ide yang ada.

Anda tidak perlu khawatir jika menemukan kebuntuan. Cukup jadikan forum diskusi lebih hidup, brainstorming akan berjalan lancar. Seimbangkan pula dengan pemetaan ide yang terstruktur. Dengan demikian, tingkat keefektifan brainstorming kolektif menjadi lebih tinggi. 

Prinsip dalam Melakukan Brainstorming

Perlu ditegaskan bahwa konsep brainstorming berbeda dengan diskusi lainnya. Fokus utama yang menjadi highlight adalah menggali gagasan sebagai solusi dari suatu permasalahan. Maka dari itu, prinsipnya pun akan berbeda dari diskusi biasa. Berikut adalah empat prinsip yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan brainstorming:

1. Mempunyai pemikiran yang berbeda

Pada dasarnya, metode brainstorming adalah kegiatan untuk menghasilkan banyak ide. Maka dari itu, tidak heran jika dalam pelaksanaannya membutuhkan banyak anggota, yaitu sekitar 4-7 orang. Dari jumlah tersebut, seorang pemimpin brainstorming meyakini bahwa akan ada pemikiran-pemikiran yang berbeda dalam merespons suatu pembahasan tertentu.

Kemunculan gagasan variatif memungkinan dua hal terjadi, yaitu adanya  pertentangan dan pengembangan. Seperti yang kita tahu, menyatukan beberapa pola pikir tentu tidak akan mudah. Dari sinilah pertentangan antaranggota sangat mungkin muncul. Namun, sisi plusnya adalah satu ide dengan ide lainnya bisa saling melengkapi untuk mencapai target yang Anda harapkan.

2. Mengungkapkan masalah

Dalam menjalankan suatu bisnis, Anda akan terus berhadapan dengan berbagai rintangan. Jatuh, bangun, hingga sukses bertahan merupakan siklus pengembangan bisnis. Bukan hal yang mustahil untuk bisa menemukan solusi atas segala permasalahan. Kuncinya adalah terbuka dalam mengungkapkan dan menerima segala masukan.

Bentuk implementasi yang cocok adalah melakukan diskusi. Salah satu contoh brainstorming yang tepat, Anda perlu mengawali diskusi dengan memberikan gambaran kondisi bisnis kepada para karyawan. Secara otomatis, mereka akan berpikir sebagai bentuk respons dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Baca juga: Kelebihan PDCA dalam Menyelesaikan Masalah Perusahaan

3. Menangguhkan penilaian

Seorang fasilitator sebaiknya bijak dalam memberikan tanggapan. Salah satunya adalah tidak menyertakan unsur penilaian di tengah berlangsungnya diskusi. Hal ini hanya akan menghambat bahkan sampai mematikan ide kreatif dari anggota. Solusi yang tepat mengatasi kondisi seperti adalah memperhitungkan pembagian waktu. Tanggapan Anda memang sangat berarti bagi ide yang mereka berikan. Namun, Anda bisa menunda penilaian hingga proses diskusi terasa cukup.

4. Setuju pada pemikiran yang baik

Selain memberikan penilaian, Anda juga bisa memberikan berbagai respons lain. Misalnya, ketika salah seorang anggota mengungkapkan pemikiran yang baik, jangan ragu untuk menyetujui dan mengapresiasi. Jika memang Anda setuju, katakanlah dengan yakin supaya Anda bisa mengambil langkah selanjutnya. Dengan tetap memperhatikan segala aspek, fokuslah mengembangkan ide agar target bisnis dapat segera tercapai.

Tips pada Saat Melakukan Brainstorming

Untuk melakukan sesuatu, pasti ada step-by-step yang perlu Anda jalani. Termasuk juga brainstorming. Langkah-langkah tersebut menjadi poin penting demi keberhasilan metode brainstorming. Dalam rangka mencapai target dan mengurangi pertentangan, Anda perlu memperhitungkan beberapa tips di bawah ini.

1. Sesi persiapan

brainstorming adalah

Suatu kegiatan akan terlihat hasilnya dari bagaimana kegiatan tersebut bermula. Mempersiapkan segala keperluan merupakan salah satu indikator keberhasilan brainstorming. Persiapan tersebut mencakup semua fasilitas yang dibutuhkan, seperti alat dan agenda yang menjadi pembahasan. Sebelum memulai kegiatan diskusi, Anda perlu menentukan batasan-batasan permasalahan agar diskusi tidak melebar keluar dari topik utama. 

Dari permasalahan tersebut, Anda bisa memperkirakan siapa saja anggota yang akan ikut serta dalam brainstorming. Mengapa demikian? Adanya pengetahuan dasar terkait topik sangat Anda perlukan. Maka, gagasan yang mereka berikan pun akan sesuai dengan permasalahan.

Sesi ini sangat penting untuk menunjang pelaksanaan diskusi yang ideal. Tentu agar prosesnya berjalan lancar dan sistematis. Sebab, dengan adanya persiapan akan membuat Anda dan anggota tim menjadi nyaman selama diskusi berlangsung.

2. Menentukan proses

Ketika semua fasilitas sudah tersedia, langkah berikutnya adalah menentukan proses. Secara umum, pelaksanaan brainstorming memetakan anggota tim menjadi dua kategori, yaitu sesi individu dan sesi kelompok.

Kedua sesi berkaitan dengan konsep pemikiran divergen dan konvergen. Sesi individu akan mengarahkan diskusi pada pemikiran yang memusat. Berbeda dengan sesi kelompok yang akan memberikan banyak gagasan. Maka, mengadakan sesi individu sebelum sesi kelompok menjadi opsi terbaik untuk memulai agenda. Meskipun demikian, Anda tetap bisa memilih mana yang lebih cocok dengan tipe partisipan.

3. Memilih teknik yang tepat

Terkait pelaksanaannya, Anda dapat memilih teknik brainstorming sesuai dengan kebutuhan. Baik kebutuhan pada prosesnya maupun juga anggota tim yang terlibat. Hal ini akan mempengaruhi tingkat keefektifan brainstorming. Maka, pastikan Anda memilih teknik yang tepat agar hasilnya pun memuaskan.

Secara menyeluruh, terdapat banyak teknik dalam brainstorming. Bahkan menurut Asana, ada 29 teknik untuk menghasilkan dan memenuhi syarat ide. Dari jumlah tersebut kemudian tersaring beberapa teknik yang populer, yaitu mind mapping, blind writing, reverse brainstorming, medici effect storming, dan word clouds. Contoh brainstorming yang menggunakan teknik mind mapping adalah membuat visualisasi konten yang dapat memecahkan masalah.

4. Alokasi waktu yang cukup

Tips keempat adalah menentukan durasi waktu pelaksanaan. Pada dasarnya, brainstorming tidak membutuhkan waktu yang lama. Efektifnya, kegiatan ini dilakukan sekitar 15 sampai 45 menit. Jika kurang atau lebih dari itu, diskusi tidak bisa berjalan secara efektif.

Perlu Anda ingat bahwa setiap proses memerlukan alokasi waktu yang tepat, baik sebelum, selama, dan sesudah. Melalui rundown, Anda bisa membagi waktu keseluruhan sesuai dengan lama setiap prosesnya. Dengan begitu, hasilnya pun akan lebih maksimal.

5. Menjadwalkan sesi lanjutan

Keberhasilan tidak akan pernah terjadi jika tidak ada aksi sebagai lanjutan dari hasil yang Anda sepakati bersama dengan partisipan. Berakhirnya brainstorming bukan menandakan bahwa permasalahan yang ada sudah terselesaikan. Hasil akhir yang didapatkan dari hasil voting atau keputusan tim kecil hanyalah sebuah solusi yang memerlukan wujud nyata.

Maka dari itu, setelah diskusi berakhir, Anda perlu membuat perencanaan lanjutan, meliputi timeline yang berisi detail aktivitas dan masing-masing penanggung jawab. Bahkan, Anda juga perlu mencatat semua kebutuhan yang dapat menunjang realisasi dari perencanaan tersebut.

Kesimpulan

Berbagai permasalahan menjadi hal yang sudah biasa Anda temui di sektor bisnis. Dalam hal ini, brainstorming adalah cara terbaik dalam rangka memperoleh ide dan gagasan kreatif untuk memecahkan suatu permasalahan. Melalui kontribusi semua partisipan, brainstorming dapat memberikan hasil yang bersifat solutif.

brainstorming adalah

Tentu harus diiringi pula dengan berbagai aktivitas lanjutan sebagai aksi nyata. Salah satunya adalah membuat perencanaan yang terjadwal. Software ERP dari HashMicro dapat membantu Anda dalam merealisasikan perencanaan dari hasil brainstorming. Dengan berbagai fitur dan modul yang terintegrasi, Software ERP dapat menjawab permasalahan di berbagai aspek, seperti pengelolaan arus kas, persediaan barang, sampai dengan perekrutan talent baru. Maka pastikan Anda menggunakannya sekarang juga!

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Maydi Hanivirgine
Junior Creative Content Writer Marketing ([email protected])

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA