BerandaIndustryModel Bisnis B2B Adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan B2C

Model Bisnis B2B Adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan B2C

Pernahkan Anda mendengar istilah B2B, B2C, maupun C2C? Istilah-istilah tersebut merupakan model bisnis yang diimplementasikan oleh seluruh perusahaan di dunia. Setiap perusahaan, tanpa memandang industri atau skalanya, pasti menerapkan salah satu dari ketiga model bisnis tersebut. Namun, apakah arti dari B2B, B2C, dan C2C dan bagaimana model bisnis tersebut membedakan perusahaan? Artikel ini akan memberikan informasi kepada pembaca mengenai model bisnis B2B meliputi definisi hingga perbedaan dengan B2C.

Baca Juga: Manfaat Perangkat Lunak CRM bagi Industri Jasa Modern

HashMicro ERP Software

Pengertian B2B dan B2C

B2B and B2C
Sumber : Canva

B2B adalah akronim dari business to business, yang merupakan salah satu jenis usaha yang  proses penjualannya dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Biasanya perusahaan yang menjadi konsumen dari model bisnis ini akan menjual lagi produk yang sebelumnya mereka beli ataupun menggunakannya untuk memudahkan aktivitas di dalam perusahaannya.

Sedangkan, B2C merupakan singkatan dari business to consumers. Dalam model bisnis ini pelaku bisnis menjual produk atau jasanya langsung kepada konsumen akhir. Jadi, tidak ada perantara antara perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan menyalurkan produk atau jasanya langsung kepada pelanggan.Terdapat beberapa tipe B2C yang populer, di antaranya: penjual langsung, perantara online, berbasis periklanan, berbasis komunitas, serta berbasis biaya.

Baca juga: Perlukah Sebuah Bisnis Memiliki Brand Persona?

Perbedaan B2B dengan B2C

B2B and B2C
Sumber : Canva

Selain perbedaan secara jelas mengenai target konsumen dari B2B dan B2C, terdapat beberapa perbedaan lain antara keduanya. Misalnya pada harga dan kuantitas penjualan. Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, perusahaan dengan model B2C perlu menjual banyak produk. Sedangkan, perusahaan dengan model business to business mampu memperoleh beberapa transaksi namun dengan nominal yang sangat besar. Bukan hanya itu, berikut kami rangkum beberapa perbedaan antara B2B dengan B2C, yaitu:

Menurut Strategi Bisnis

B2B sering menggunakan strategi pemasaran untuk meningkatkan reputasi. Perusahaan dengan model bisnis ini biasanya menggunakan media untuk menyajikan berbagai konten dan portofolio yang dapat membangun citra yang baik. Metode ini akan meyakinkan calon konsumen bahwa perusahaan memiliki keahlian di bidang tersebut. Bukan hanya itu, perusahaan model business to business juga memanfaatkan public relation untuk mempengaruhi pelanggan sasarannya. Anda dapat menggunakan CRM untuk mengelola interaksi yang terjadi antara pelanggan dengan perusahaan B2B Anda.

Strateginya sedikit berbeda dari B2C. Meskipun keduanya perlu untuk menciptakan citra yang baik, tetapi perusahaan B2C melakukannya secara berbeda. Perusahaan yang menargetkan konsumen secara langsung menggunakan strategi pemasaran emosional. Artinya, perusahaan akan membuat konsumen merasakan konten yang perusahaan berikan hingga akhirnya membeli produk yang diiklankan. Selain itu, banyak perusahaan B2C secara aktif mempromosikan dan memberikan potongan harga untuk produknya.

Menurut Perusahaan

Mungkin alasan mengapa perusahaan B2B jarang kita ketahui adalah karena perusahaan ini lebih dekat ke sektor industri. Sedangkan, B2C lebih fokus pada pelanggan akhir secara individu. Hal ini menyebabkan pendekatan pemasaran digital B2B dan B2C berbeda, terutama mengenai saluran pemasaran digital yang digunakan. Misalnya B2C, akan lebih cocok memanfaatkan media sosial, seperti, Instagram, Facebook, dan Youtube untuk dapat menjangkau konsumen. Sedangkan B2B akan lebih sesuai untuk melakukan pemasaran digital melalui proses penyaringan untuk prospek-prospek klien berkualitas.

Bukan hanya itu, klien dari B2B biasanya merupakan klien bisnis yang logis. Yang mana klien ini perlu banyak pertimbangan, terutama dalam hal manfaat jangka panjang sebelum membeli suatu produk. Tak jarang untuk satu transaksi, perusahaan akan meminta pertimbangan dari direktur, manajer, bagian finansial, legal, hingga marketing. Sehingga pengambilan keputusannya pun biasanya akan memakan waktu. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan software ERP yang terintegrasi dengan sistem di perusahaan supaya lebih efisien.

Sedangkan untuk perusahaan B2C, oleh karena produknya untuk tujuan pribadi yang lingkupnya kecil, sehingga keputusan dapat dibuat secara individual. Pertimbangannya tidak serumit B2B, sehingga pembeli produk ritel dapat membuat keputusan pra-pembelian lebih cepat.

 

Model Bisnis C2C

C2C
Sumber : Canva

Model bisnis C2C atau customer to customer sangat mirip dengan model B2C. Kesamaan keduanya adalah target pasarnya yang merupakan konsumen yang membeli dalam jumlah sedikit. Motivasi dan pengambilan keputusannya juga sangat pribadi dan singkat. Persaingan dan strategi pemasaran yang keduanya ambil pun serupa. Yang mana C2C juga sering menggunakan media sosial untuk mengunggah promosi produk terbaru.

Model bisnis C2C memberikan kesempatan bagi sesama konsumen untuk dapat saling menjual barang antar satu sama lain. Biasanya e-commerce menjadi tempat banyak praktik bisnis model C2C. Hal ini karena e-commerce dapat membuat transaksi C2C menjadi lebih aman. Sehingga secara tidak langsung, e-commerce atau marketplace menjadi pihak ketiga untuk memberikan fasilitas transaksi antara penjual dan pembeli. Model bisnis ini menjadi sangat nyaman karena antara penjual dan pembeli tidak harus bertemu satu sama lain untuk melakukan transaksi.

Baca juga: Tugas-tugas Marketing yang Efektif untuk Menyukseskan Bisnis Anda

Maksimalkan Segala Jenis Usaha Anda dengan CRM HashMicro

B2B merupakan salah satu model usaha yang  proses penjualannya dilakukan oleh satu bisnis atau perusahaan ke perusahaan lainnya. Model bisnis ini  sering menggunakan strategi pemasaran untuk meningkatkan reputasi karena dapat mempengaruhi pelanggan sasarannya. Perkembangan di era digital yang serba cepat ini juga telah memaksa perusahaan B2B untuk tidak hanya mengandalkan proses penjualan konvensional saja. Untuk memenuhi peluang ini, bisnis B2B Anda perlu menghindari masalah seperti, kurangnya informasi terkait prospek dan pengambilan keputusan yang tidak tepat. Permasalahan tersebut dapat Anda selesaikan dengan menggunakan bantuan software penjualan.

Software Penjualan (CRM Sales) HashMicro hadir untuk mengotomatiskan berbagai proses bisnis yang ada di divisi penjualan B2B Anda, seperti pengiriman tagihan secara otomatis, analisis penjualan, serta mengotomatiskan penghitungan komisi penjualan dengan akurat. Selain itu, software ini akan memudahkan Anda mengakses dara secara real-time sehingga pekerjaan tim dari berbagai divisi menjadi lebih terorganisir. Kini, Anda tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan dan peluang penjualan dalam perusahaan B2B Anda karena permasalahan sebelumnya dapat diatasi dengan CRM Sales dari HashMicro. Lakukan penjualan dengan lebih cerdas, cepat, dan efektif bersama HashMicro. Hubungi sekarang untuk dapatkan demo gratis!

 

Software ERP HashMicro

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Junior Creative Content Writer at Hashmicro.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA