BerandaMost ViewedAccountingManfaat Arbitrasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa

Manfaat Arbitrasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa

Sengketa atau perselisihan memang seringkali muncul dalam berbagai lini bisnis maupun kegiatan ekonomi. Ketidaksepakatan, konflik kepentingan, dan ketakutan akan bahaya seringkali menjadi penyebab sengketa ini. Salah satu cara penyelesaian sengketa yang paling sering kita temui salah satunya yaitu dengan arbitrasi. Tidak hanya untuk individu, proses ini juga sering pihak perusahaan (badan usaha) lakukan yang bersengketa dengan pihak lain. 

Proses ini biasanya bertujuan untuk menyelesaikan sengketa perdata seperti bisnis dan perdagangan yang terjadi karena kurang optimalnya sistem manajemen retail suatu perusahaan atau organisasi. Padahal, jika menggunakan sistem manajemen ritel, semua anggaran penjualan dalam suatau bisnis dapat terkontrol dengan baik dan bersifat akurat sehingga dapat meminimalisir terjadinya sengketa perdata.

Namun, tidak semua perkara perdata dapat terselesaikan melalui proses arbitrasi, salah satunya sengketa keluarga. Untuk memahami lebih dalam mengenai arbitrasi dalam menyelesaikan sengketa, simak terlebih dahulu pengertian, jenis, beserta contohnya dalam artikel ini.

Arbitrasi

Daftar Isi

Pengertian Arbitrasi

arbitrasi
Sumber: personneltoday.com

Arbitrasi merupakan salah satu istilah yang cukup lazim dalam dunia usaha. Kata arbitrasi sendiri berasal dari bahasa Perancis, yaitu arbitrage. Arbitrasi adalah suatu keputusan yang arbiter (penengah) buat di dalam peradilan. Dengan kata lain, proses ini merupakan salah satu upaya yang dapat seseorang lakukan bila para pihak yang berkonflik tidak dapat mencapai kompromi sendiri. Umumnya upaya ini dilakukan untuk kasus atau sengketa yang melibatkan pihak ketiga yang dianggap netral atau tidak memihak kedua pihak yang bersengketa.

Di Indonesia sendiri, penyelesaian masalah melalui arbitrasi sendiri terdapat dalam undang-undang Nomor 30 Tahun 1999. Menurut UU tersebut, arbitrasi adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata diluar peradilan umum berdasarkan pada perjanjian arbitrasi secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Proses ini merupakan bentuk penyelesaian sengketa alternatif setelah jalur litigasi atau proses pengadilan. 

Baca juga: Valuasi Adalah: Cara Menghitung dan Manfaatnya

Manfaat Arbitrasi

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda ambil jika pihak yang bersengketa memilih jalur arbitrasi, yaitu: 

1. Bersifat pribadi dan tertutup

Proses ini terkategori sebagai persidangan lisan dan tertutup untuk umum. Sehingga, para arbiter akan terikat dengan aturan kerahasiaan. Dengan begitu, rahasia bisnis dan informasi sensitif dapat terlindung dari publik.

2. Dapat dengan bebas memilih arbiter

Seluruh pihak dapat dengan bebas memilih arbiter mereka selama mereka memiliki sifat yang tidak memihak dan independen. Pemilihan arbiter tersebut dapat Anda lakukan dari negara tertentu maupun bidang tertentu. Hal ini berkaitan dengan jaminan atas keahlian mereka dalam memutuskan sebuah perselisihan. 

3. Menghemat waktu dan biaya

Karena bersifat khusus dan tidak ada proses banding, maka proses ini dapat terselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, prosedur ini juga dapat menghemat biaya untuk menyewa penasihat hukum.

4. Dapat digunakan lintas negara

Pelaksanaan putusan atas proses ini dapat melintasi batas negara (internasional). Para pihak dapat menentukan pilihan hukum untuk menyelesaikan sengketa, serta prosedur dan tempat untuk menjalankannya. 

Jenis Arbitrasi

Dalam praktiknya terdapat dua jenis arbitrasi yang perlu Anda ketahui. Berikut merupakan penjelasan selengkapnya:

1. Arbitrasi institusional 

Arbitrasi institusional ini merupakan lembaga khusus yang memiliki tugas untuk menjalankan proses tersebut. Beberapa contohnya yaitu prosedur aplikasi atau jadwal pengajuan dokumen. Keuntungan penggunaan proses ini yaitu pihak pelapor mendapatkan bantuan administratif dari institusi, seperti bantuan dalam pengiriman panggilan, surat menyurat, dan pengiriman dokumen lainnya. Untuk biaya, institusi akan menagih dari persentase jumlah yang pihak tertentu ajukan. Staff administrasi dari institusi yang menangani sengketa dapat menyelesaikan proses arbitrase dengan tepat waktu karena menggunakan bantuan dari Sistem Manajemen Dokumen.   

2. Arbitrasi Ad Hoc 

Arbitrasi ini tidak dikelola oleh suatu institusi sehingga setiap pihak akan menentukan peran masing-masing. Selain menunjuk seorang arbiter, para pihak juga dapat menetapkan aturan yang berlaku. Sifat proses ini hanya sementara, artinya akan terbentuk setelah sebuah sengketa terjadi dan akan berakhir setelah putusan keluar. Dalam prosesnya apabila tidak ada prosedur yang tersepakati, pengelolaan arbiter akan menyesuaikan.

Contoh Kasus Arbitrasi

Sudah banyak kasus yang selesai melalui jalur arbitrasi ini. Berikut ini adalah contoh kasus yang terjadi di Indonesia. 

1.  Sengketa Kemenhan RI dengan Avanti Communications Ltd. 

Sengketa ini diselesaikan melalui arbitrasi dengan melibatkan Lembaga London Court of International Arbitration (LCIA). LCIA memenangkan Avanti melawan Kemenhan RI atas kasus pembayaran sewa satelit ARTEMIS Avanti. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia Kemenhan RI wajib membayar kerugian Avanti sebesar US$20,075.

2. Sengketa pemerintah Indonesia dengan Churchill Mining Plc. dan Planet Mining

Pemerintah Indonesia berhasil menang atas gugatan dua perusahaan tambang batubara asing. Putusan lembaga arbitrasi internasional, menolak gugatan kedua perusahaan tersebut. Gugatan bermula dari pencabutan izin usaha kedua perusahaan oleh Pemerintah Kutai Timur pada tahun 2010. Proses banding berlanjut hingga ke MA dan hasilnya tetap sama, hingga Churchill membawa kasus ini ke arbitrasi internasional. Atas putusan tersebut, Indonesia berhak memperoleh gugatan senilai US$1,31 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

Kesimpulan

Arbitrasi dapat menjadi solusi sederhana untuk penyelesaian sengketa. Berbagai perselisihan sangat mungkin terjadi, bahkan tidak dapat Anda prediksi. Jika tidak memilih jalan yang benar, Anda hanya akan membuang-buang waktu dan energi. Alih-alih memulai proses hukum, arbitrasi bisa menjadi solusi atas berbagai sengketa yang muncul. Proses ini tidak hanya cepat dan murah, tetapi juga menawarkan banyak keuntungan lain bagi para pihak yang bersengketa.

arbitrasi

Keuntungan lain dari mekanisme arbitrase adalah para pihak dapat memilih arbiter sendiri sehingga kualitas putusannya akan lebih terjamin dan kerahasiaan putusan arbitrase serta hubungan para pihak akan tetap terjaga. Dalam proses penyelesaian sengketa, pihak arbiter dapat menggunakan bantuan dari Sistem ERP berbasis could dari HashMicro. Dengan program ERP, dapat memudahkan Anda dalam membuat keputusan penting yang didukung oleh data yang akurat dengan pengolahan laporan yang cepat, mudah dan interaktif. Beralih ke HashMicro sekarang, klik disini.

Artikel terkait:

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Vania Marsha Kristiani
A Junior Content Writer at HashMicro who Interested in Digital and Growth. Also a life-time learner who always strive to learn and grow.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA