BerandaProductsAccountingAmortisasi adalah: Pengertian, Metode, dan Contohnya dalam Akuntansi

Amortisasi adalah: Pengertian, Metode, dan Contohnya dalam Akuntansi

Dalam akuntansi, aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki oleh individu, perusahaan, atau negara dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Namun nilai dari aset yang dibeli tersebut tidak tetap seperti saat pertama kali dibeli. Pengurangan nilai aset inilah yang disebut sebagai amortisasi. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai amortisasi secara lebih lanjut.

amortisasi adalah

Daftar Isi

Pengertian Amortisasi adalah

Amortisasi adalah sebuah aktivitas dalam akuntansi yang secara bertahap mengurangi nilai biaya dan suatu aktiva dengan umur manfaat terbatas atau aktiva tidak berwujud lain melalui pembebanan berkala ke pendapatan. Beberapa contoh yang termasuk pembayaran amortisasi, di antaranya: tagihan bulanan kredit kendaraan, pinjaman KPR, pinjaman KPA, pinjaman kartu kredit, biaya hak paten, dll.

 

Metode Amortisasi

Metode garis lurus (straight-line method)

Jenis metode ini merupakan perhitungan dengan mengalokasikan total beban biaya yang besarnya sama dan konstan setiap tahunnya sampai akhir masa manfaat yang telah ditetapkan. Jadi amortisasi metode garis lurus nominalnya sama setiap tahun sampai nantinya nilai manfaat dari aset tersebut habis. Contoh dari straight-line method adalah sebagai berikut.

Perhitungan amortisasi tiap tahunnya adalah:

Tahun 2020: 20% x Rp. 120 Juta = Rp. 24 Juta

Tahun 2021: 20% x Rp. 120 Juta = Rp. 24 Juta

Tahun 2022: 20% x Rp. 120 Juta = Rp. 24 Juta

Tahun 2023: 20% x Rp. 120 Juta = Rp. 24 Juta

Tahun 2024: 20% x Rp. 120 Juta = Rp. 24 Juta

Metode saldo menurun (declining-balance method)

Declining-balance method merupakan perhitungan nilai beban yang menurun dengan cara menerapkan tarif amortisasi atas nilai sisa buku dan nilai sisa buku pada akhir masa manfaat harus diamortisasikan sekaligus. Contoh dari metode saldo menurun adalah sebagai berikut.

Perhitungan amortisasi tiap tahunnya adalah:

Tahun 2020: 50% x Rp. 120 Juta = Rp. 60 Juta

Tahun 2021: 50% x Rp. 60 Juta = Rp. 30 Juta

Tahun 2022: 50% x Rp. 30 Juta = Rp. 15 Juta

Tahun 2023: 50% x Rp. 15 Juta = Rp. 7,5 Juta

Tahun 2024: 50% x Rp. 7,5 Juta = Rp. 3,75 Juta, dst.

 

Baca juga: Apa Itu ERP Software dan Apa Kegunaannya bagi Bisnis Anda?

 

Perbedaan Amortisasi dan Depresiasi

Selain amortisasi, akuntansi juga mengenal istilah depresiasi untuk merujuk pada proses pengurangan nilai manfaat dari suatu aset. Perbedaan antara keduanya adalah: amortisasi adalah penurunan nilai aset yang tidak berwujud, sedangkan depresiasi adalah penurunan nilai suatu aset berwujud. 

Jika amortisasi mencerminkan nilai aset perusahaan pada saat akan dijual kembali, maka fungsi depresiasi adalah untuk memungkinkan perusahaan menghasilkan dan mempertahankan pendapatan dari aset tersebut untuk bulan tertentu. Oleh karena itu, baik amortisasi maupun depresiasi memiliki dampak jangka panjang terhadap nilai aset perusahaan.

 

Contoh Amortisasi

Berikut kami berikan contoh amortisasi di kehidupan sehari-hari agar lebih mudah untuk dimengerti. Misalkan Perusahaan S melakukan peminjaman dana sebesar 100 juta rupiah, dengan angsuran yang harus Perusahaan S bayar per tahunnya adalah sebesar 12 juta rupiah. Berdasarkan studi kasus ini, Perusahaan S telah mengamortisasi pinjaman senilai 12 juta rupiah setiap tahunnya.

Studi kasus kedua, ketika perusahaan memiliki hak paten terhadap suatu jenis produk ataupun desain dari produk tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Kemudian untuk mengembangkan jenis dan desain dari produk tersebut, perusahaan menghabiskan biaya sebesar 500 juta rupiah. Maka dari itu, nilai biaya amortisasinya akan tercatat sebesar 100 juta rupiah per tahun selama 5 tahun masa kepemilikan hak paten.

Baca juga: Fungsi dan Contoh Jurnal Penutup dalam Akuntansi Perusahaan

Kesimpulan

Amortisasi adalah sebuah aktivitas dalam akuntansi yang secara bertahap mengurangi nilai biaya dan suatu aktiva dengan umur manfaat terbatas atau aktiva tidak berwujud lain melalui pembebanan berkala ke pendapatan. Berbeda dengan depresiasi, amortisasi menghitung aktiva yang tidak berwujud seperti pinjaman dan kartu kredit. 

amortisasi adalah

Ingin menghitung beban penyusutan dengan mudah? Software Akuntansi dari HashMicro solusinya! Software terbaik untuk enterprise di Indonesia akan membantu bisnis Anda untuk mengotomatiskan pengelolaan arus kas, pembuatan laporan keuangan, rekonsiliasi bank, jurnal penyesuaian, pembuatan faktur, dan lain-lainnya dengan sistem yang lengkap dan terintegrasi.

 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Anak Agung Istri Karlita Aprilianti
Junior Creative Content Writer at Hashmicro.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA