Beranda blog

5 Alasan Mengapa Perusahaan harus Beralih ke Cloud Accounting

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi cloud telah merevolusi kehidupan sehari-hari kita. Sistem ini menghadirkan inovasi, peningkatan efisiensi dan profitabilitas bagi perusahaan. Tak terkecuali pada bidang finasial, terdapat software Cloud Accounting yang dapat meningkatkan efisiensi pembukuan perusahaan dan menyederhanakan administrasi keuangan Anda.

Apa itu Cloud Accounting?

Secara tradisional, proses akuntansi menggunakan perangkat lunak dengan hosting secara lokal di hard drive komputer. Pada satu sisi, Cloud Accounting adalah akuntansi yang beroperasi menggunakan perangkat lunak yang dihosting dari jarak jauh pada sebuah cloud. Cloud adalah metafora untuk Internet.

Beberapa alasan mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk beralih ke Cloud Accounting adalah:

1. Akses secara real-time

Dengan penghitungan cloud, Anda dapat mengakses informasi keuangan utama Anda kapan saja, dari mana saja. Saat Anda menggunakan sistem akuntansi berbasis desktop, seluruh data tersimpan pada drive lokal. Membatasi akses yang dapat Anda miliki ke informasi keuangan perusahaan. Akuntansi berbasis cloud membebaskan adanya batasan ini. Semua data dan informasi terenkripsi dan tersimpan dengan aman di server cloud. Karyawan dapat mengakses data tersebut dan bekerja dari browser web di tempat manapun memiliki koneksi Internet.

5 Alasan Mengapa Perusahaan harus Beralih ke Cloud Accounting
Sumber: depositphotos.com

2. Solusi hemat biaya dan waktu

Bekerja secara online mengurangi biaya Teknologi Informasi dan menghemat waktu. Sistem berbasis desktop membutuhkan investasi pada hardware TI juga pemeliharaan perangkat keras tersebut. 

Perusahaan memerlukan server untuk menampung perangkat lunak aplikasi dan data terkait juga perlu membayar seorang ahli TI untuk memelihara server dan jaringan kantor, yang mana memerlukan biaya yang terbilang mahal. Akuntansi online beroperasi sepenuhnya dari cloud sehingga tidak memerlukan biaya mahal untuk perawatan infrastruktur IT. 

3. Keamanan tingkat tinggi dan proses back-up sederhana

Jika Anda telah menggunakan akuntansi desktop, Anda akan menyadari kebutuhan untuk melakukan backup terhadap pekerjaan. Pada platform cloud, pekerjaan tersimpan secara otomatis sehingga bisa menghemat waktu dan biaya untuk prosedur pencadangan yang terkadang memberatkan.

Semua informasi akuntansi Anda terenkripsi di sumbernya dan tersimpan ke cloud. Jadi satu-satunya orang yang dapat mengakses informasi rahasia adalah mereka yang memiliki hak akses. Sistem akuntansi cloud juga terus diperbarui secara otomatis meningkatkan perangkat lunak dan pembaruan yang terjadi di belakang layar, tanpa mengganggu aktivitas Anda.

4.  Berbagi data dan berkolaborasi dengan mudah

Kolaborasi adalah proses yang mudah dilakukan jika perusahaan menggunakan sistem berbasis cloud. Perusahaan besar memiliki jumlah karyawan yang tidak sedikit. Dengan adanya cloud accounting ini seluruh karyawan dapat mengakses sistem yang sama, tanpa dikenakan biaya per pengguna. Sehingga, perusahaan bisa memberikan akses kepada setiap pihak yang berkepentingan dengan tidak mengkhawatirkan anggaran tambahan.

5 Alasan Mengapa Perusahaan harus Beralih ke Cloud Accounting
Sumber: gettyimages.com

5. Memfasilitasi lingkungan kerja paperless

Dengan sistem akuntansi tradisional kegiatan pengolahan dokumen, entri data, dan administrasi keuangan cukup menghabiskan waktu karena harus dicetak dalam bentuk hard copy. Metode ini dapat berdampak buruk bagi lingkungan.

Dengan sistem akuntansi online, Anda dapat mengurangi ketergantungan pada dokumen secara signifikan. Invoice dapat terkirim melalui email langsung ke klien, menghilangkan biaya pencetakan dan perangko dan mempercepat proses pembayaran. Karena semua dokumen memiliki format digital dan tersimpan pada sistem berbasis cloud, perusahaan tidak perlu menyimpan dokumen asli sehingga menghemat ruang pengarsipan dan biaya penyimpanan.

Kesimpulan

Saat ini, cloud accounting merupakan perkembangan teknologi baru yang berpotensi berdampak besar bagi dunia. Solusi otomatis ini memiliki banyak manfaat yang bagi pengguna dan bisnis seperti yang penjabaran di atas. Sistem akuntansi yang vital bagi keberhasilan atau kegagalan bisnis berperan untuk menjalankan fungsi keuangan. Pilih cloud accounting terbaik yang dapat membantu perusahaan Anda.

Baca juga:

Menyelesaikan 4 Masalah dalam Rantai Pasok dengan Aplikasi SCM

Manajemen rantai pasok adalah salah satu tantangan yang perusahaan hadapi. Terlepas dari kegiatan memproduksi, memasok, atau mengelola inventaris, jika ada kesalahan pada salah satu tahapan ini, maka keseluruhan kondisi bisnis juga dapat terpengaruh. Penggunaan cara manual pada proses tersebut akan membuat rentan terjadinya kesalahan. Oleh karena itu, memerlukan aplikasi SCM khusus akan membantu efisiensi pengelolaan aktivitas rantai pasok.

Baca juga: 5 Keuntungan Pakai Software Manajemen Rantai Pasokan

Mengapa aplikasi SCM penting?

Supply chain management dapat menjadi rangkaian kegiatan yang rumit, karena semakin besar skala suatu bisnis maka semakin kompleks pula rantai pasokannya. Pada tahun 2020, Accenture melaporkan bahwa lebih dari 70% Chief Supply Chain Officer percaya bahwa rantai pasokan akan menjadi pendorong utama layanan pelanggan yang lebih baik untuk organisasi mereka.

Berikut adalah beberapa masalah umum pada rantai pasok dan bagaimana aplikasi SCM menjadi solusinya:

Masalah procurement

Masalah terkait dengan alur kerja yang lambat, kurangnya transparansi, pemborosan waktu, dan biaya tinggi merupakan beberapa masalah yang dihadapi dalam proses procurement. Sistem SCM yang sesuai dan khusus dapat menyelesaikan masalah ini sambil mendapatkan bahan dan barang untuk bisnis.

Sebelum membeli material, software manajemen rantai pasokan dapat membantu Anda membandingkan harga dan detail dari vendor yang berbeda. Pengembangan aplikasi SCM dapat membantu menghasilkan quotation untuk pembelian, menggunakan tools analisis untuk memilah dokumen yang vendor kirim, serta memproses informasi penting.

Mismanajemen inventaris

Dalam mengelola inventaris, terdapat kemungkinan kehabisan stok atau menambahkan terlalu banyak stok di penyimpanan yang sudah ada. Sebab itu, produk bisa berada di gudang dalam waktu yang lama dan juga dapat mengakibatkan kerusakan barang.

Aplikasi SCM membantu dalam mengatur dan melacak item inventaris berdasarkan pemasok, nomor seri, tag, barcode, SKU, atau ID. Satu sistem terpusat akan mampu untuk mengelola stok di banyak gudang. Dengan informasi lokasi barang yang akurat, Anda bisa membukukan penjualan di saat barang tersebut sedang dibuat atau dalam perjalanan.

Perusahaan juga dapat menerima pemberitahuan ketika jumlah item tertentu mencapai batas rendah yang telah ditetapkan serta pengisian stok secara otomatis dengan mengatur pemesanan ulang sesuai dengan tanggal tertentu.

Masalah logistik

Logistik adalah bagian besar dari sistem rantai pasokan dan masalah apa pun di bagian ini sebenarnya dapat menghancurkan keseluruhan proses. Dari pemesanan, transportasi hingga analisis logistik, pengambilan setiap langkah harus berhati-hati. Jika tidak dapat berakibat pada kerusakan atau kehilangan barang selama pengangkutan, keterlambatan pengiriman, bahkan penundaan proses proses produksi.

Sistem SCM akan membantu dalam menyusun strategi metode pengiriman dan rute yang paling sesuai untuk barang dan jasa perusahaan. Tetap terhubung dengan operator dan pengirim yang membantu semua pihak terkait.

Kesulitan dalam perencanaan sumber daya

Penawaran permintaan adalah aspek yang cukup rumit bagi perusahaan mana pun. Ada beberapa aktivitas yang dilibatkan dalam tahap tersebut, mulai dari prakiraan permintaan konsumen, perencanaan pembelian, dan perencanaan produksi, hingga persiapan tenaga kerja dan transportasi. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan merencanakan sumber daya secara efisien.

Aplikasi rantai pasok mempermudah perkiraan kebutuhan dan permintaan pelanggan juga memberikan solusi untuk mengelola sumber daya serta inventaris. Sistem tersebut juga dapat memperkirakan permintaan produk baru berdasarkan riwayat permintaan.

Kesimpulan

Tujuan utama Supply Chain Management adalah mencocokkan penawaran dengan permintaan. Untuk mencapai hal tersebut, rantai suplai harus bebas dari masalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Bantuan teknologi terutama solusi otomatis tidak hanya dapat menyederhanakan proses tersebut, tetapi juga mengoptimalkannya. Tingkatkan efisiensi dalam setiap proses yang terlibat.

Artikel terkait:

5 Strategi Mengoptimalkan Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain)

5 Tahapan Perencanaan Produksi

Berfungsi sebagai panduan untuk kegiatan manufaktur perusahaan. Pada perusahaan, proses ini dilakukan dengan menetapkan dan mengurutkan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai target produksi, sehingga semua staf yang terlibat bisa mengetahui segala hal terkait proses tersebut. Dengan software manufaktur, perusahaan dapat membantu tahapan perencanaan produksi.

Perencanaan produksi adalah proses administrasi yang terjadi dalam bisnis manufaktur dan memastikan bahwa bahan mentah, staf, dan item lain yang diperlukan telah diperoleh dan siap untuk membuat produk jadi sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Baca juga: Perencanaan Produksi | Tips Efektif Meningkatkan Production Planning

Berikut ini adalah beberapa tahapan perencaan produksi:

Perkirakan demand produk Anda

Perkirakan permintaan konsumen, sehingga bisnis bisa mengetahui berapa banyak produk yang perlu diproduksi selama periode waktu tertentu. Perusahaan mungkin telah mengetahui jumlah pesanan yang dikonfirmasi untuk beberapa bulan ke depan. Namun, Anda Anda perlu tetap memprediksi berapa banyak lagi yang mungkin akan ada.

Ada metode yang berbeda untuk memperkirakan permintaan produk Anda. Teknik tradisional untuk memperkirakan permintaan produk didasarkan pada informasi historis, seperti pesanan yang dilakukan oleh pelanggan di masa lalu. Meskipun ini adalah metode yang sangat umum, Anda perlu mempertimbangkan kejadian eksternal dan internal di lingkungan bisnis Anda yang dapat mengubah pola masa lalu. Beberapa contohnya ialah tren terbaru pasaran, perlambatan ekonomi, atau marketing campaign yang dapat meningkatkan atau menurunkan permintaan produk dibandingkan dengan yang terjadi di masa lalu.

Tentukan opsi potensial untuk proses produksi

Tentukan berbagai opsi produksi yang tersedia untuk memenuhi perkiraan permintaan produk. Misalnya, jika Anda ingin memproduksi produk tertentu, perlu menggunakan sejumlah mesin, sumber daya manusia, dan bahan. Kombinasi yang berbeda dari input ini dapat menyebabkan waktu dan biaya produksi yang berbeda.

Mulailah dengan memetakan semua tahapan perencanaan produksi Anda. Rencana proses produksi akan berbeda dan unik untuk masing-masing perusahaan. Tentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas yang terlibat dalam proses produksi. Lihatlah bagaimana kombinasi yang berbeda dari sumber daya menghasilkan waktu dan biaya produksi yang berbeda, seperti misalnya:

  • Sumber daya manusia: Tentukan jumlah staf yang akan terlibat dalam setiap tahap proses produksi, ketersediaan mereka, dan biaya. Pastikan waktu mereka digunakan dengan baik.
  • Mesin dan Peralatan: Identifikasi mesin yang dibutuhkan dan ketersediaannya, termasuk perawatan atau penggantian yang mungkin diperlukan.
  • Bahan: Buatlah daftar dari semua bahan yang dibutuhkan untuk produksi dan bagaimana Anda mendapatkannya. Lakukan review terhadap kemampuan pemasok, termasuk waktu pengiriman. Memiliki bahan yang tersedia saat dibutuhkan sangat penting untuk proses produksi.
  • Inventaris: Pertimbangkan cara untuk mengoptimalkan inventaris Anda. Menyimpan inventaris dalam jumlah besar memerlukan biaya yang banyak, di satu sisi menyimpan inventaris sedikit juga berisiko karena dapat terjadi fluktuasi pada permintaan sewaktu – waktu.

Pilih opsi untuk produksi yang menggunakan kombinasi sumber daya secara lebih efektif

Bandingkan biaya dan waktu dari setiap opsi produksi potensial. Pilih opsi yang menggunakan kombinasi sumber daya paling efisien dan yang memungkinkan terpenuhinya permintaan produk. Opsi yang dipilih harus memaksimalkan kapasitas operasional perusahaan. Selalu pastikan Anda dapat menutupi biaya yang terlibat dalam proses produksi seperti pembelian bahan serta pembayaran gaji staf.

Berikan rencana produksi Anda dengan semua departemen dan staf yang terlibat. Jika semua orang tahu apa yang harus dilakukan, dan bahan dan peralatan apa yang harus digunakan setiap tugas proses produksi, maka peluang berjalan lancarnya kegiatan operasional akan semakin tinggi.

Monitor dan kontrol performa

Pada tahapan perencanaan produksi ini, pastikan bahwa proses tersebut telah berjalan sesuai dengan rencana. Pemantauan dan pengendalian adalah tentang membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Memiliki sistem kontrol yang siap membantu mendeteksi masalah sesegera mungkin setelah terjadi, sehingga memberi lebih banyak waktu untuk memperbaikinya sebelum terlambat.

Penyesuaian

Bersiaplah untuk menyesuaikan rencana jika diperlukan. Rencana produksi harus fleksibel untuk mengakomodasi perubahan dalam permintaan pelanggan. Selain itu, Anda perlu memperhitungkan kemungkinan risiko yang mungkin timbul selama proses produksi. Sebagai contohnya adalah kerusakan mesin, pekerja jatuh sakit atau pemasok tidak mengantarkan tepat waktu dan memiliki rencana mitigasi risiko.

Kesimpulan

Sebuah rencana produksi akan membantu untuk memenuhi permintaan produk sekaligus meminimalisir waktu dan biaya produksi dengan menyederhanakan proses, mengurangi waktu tunggu antar operasi, dan mengoptimalkan penggunaan pabrik, peralatan, dan inventaris. Untuk melakukan ini, Anda harus menyelaraskan rencana produksi dengan strategi dan rencana bisnis, juga mendukung perencanaan produksi dengan berkoordinasi bersama departemen lain, seperti procurement, keuangan, dan pemasaran.

Artikel terkait:

7 Tips Menghemat Biaya Produksi di Pabrik Anda

Menjaga Keselamatan Kerja Karyawan untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Bisnis Konstruksi

Bisnis konstruksi menjadi satu pekerjaan dengan tingkat kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Penggunaan alat berat, bahan-bahan material yang berbahaya bagi kesehatan, penggunaan bahan kimia, dan pengetahuan tentang pengoperasian setiap alat kerja dapat menjadi faktor yang dapat memengaruhi keselamatan kerja dan kesehatan karyawan.

Sebagai aset perusahaan yang sangat berharga, menjamin kesehatan dan keselamatan kerja karyawan penting untuk menjaga roda bisnis perusahaan dapat berjalan dengan baik dan produktif.

Anda tentu tidak ingin karyawan Anda mengalami kendala dalam menjalankan pekerjaannya bukan? Untuk itu cobalah ikuti langkah-langkah berikut:

1. Menjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja Karyawan

Menjamin Keselamatan Kerja dan Kesehatan karyawan adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh perusahaan. Hal ini telah menjadi satu bahasan penting dalam Konferensi Umum Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa, dan telah ditetapkan pada 3 Juni 1981, serta dijamin dalam undang-undang ketenagakerjaan dalam sebuah negara.

Peraturan ini mencakup soal penyelarasan antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya. Pihak perusahaan wajib memberitahukan resiko dan kendala yang dihadapi oleh pekerja dalam menjalankan tugasnya, serta bagaimana penanganannya.

Selain itu perusahaan juga dituntut untuk memberikan jaminan kesehatan kepada setiap karyawannya. Ini penting untuk mengindari resiko yang harus ditanggung oleh karyawan di satu sisi, dan perusahaan di sisi yang lainnya.

2. Mendefenisikan SOP untuk Semua Tugas

Pekerja konstruksi memiliki resiko tersendiri dalam tiap proyek yang mereka kerjakan, sehingga memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk setiap langkah kerja akan membantu karyawan dalam mengambil langkah-langkah yang aman, termasuk juga dalam hal penggunaan peralatan untuk menunjang produktifitas karyawan.

Selain itu dengan memiliki SOP yang baik dan benar, perusahaan memberikan jaminan pada karyawan untuk dapat bekerja dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran yang dapat mengganggu kerja mereka.

3. Pemeliharaan Peralatan Secara Berkala

Menjaga-Keselamatan-Kerja-Karyawan-dalam-Bisnis-Konstruksi

Melakukan pengecekan secara berkala dan kontrol penuh terhadap pemeliharaan alat atau mesin produksi perlu dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Mencatat setiap hasil dari pengelolaan dan pengecekan secara berkala ini penting bagi perusahaan untuk menilai produktifitas penggunaan alat tertentu, serta menilai usia produktif sebuah mesin.

Perawatan mesin seperti ini tentu juga memiliki kaitannya dengan efektifitas kerja yang dapat dihasilkan oleh karyawan. Semakin bagus mesin beroperasi, semakin kecil pula resiko kerja yang akan dialami oleh karyawan. Dan semakin efektif pula kerja-kerja yang dapat dijalankan.

4. Penyimpanan dan Pengelolaan Bahan Material dengan Baik

Pengelolaan bahan material dalam bisnis konstruksi menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh manajemen perusahaan agar penggunaan dan pemanfaatan bahan dapat dikelola dengan baik. Pengelolaan bahan material ini terkait juga dengan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

Bahan-bahan berbahaya harus disimpan dengan benar dan aman, atau jika tidak selalu ada kemungkinan kecelakaan seperti terkontaminasi, kebakaran, terkena tumpahan, terhirup tidak disengaja, atau kombinasi dari semua ini di tempat kerja.

Sistem pergudangan yang baik akan menjaga bahan material untuk tetap berada dalam pengawasan yang benar, dan menghidarkan karyawan dari resiko-resiko yang tidak diinginkan.

View this post on Instagram

Fall protection works! – #WorldwideEngineering

A post shared by WORLDWIDE ENGINEERING (@worldwide_engineering) on

5. Pemberian Pelatihan Bagi Karyawan

Memberi pelatihan bagi karyawan tentang bagaimana pemanfaatan bahan material dan penggunaan alat atau mesin-mesin yang beroperasi akan menjaga karyawan bekerja dalam kondisi yang aman.

Sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menemukan solusi dari setiap kendala yang mereka temukan di lapangan.

Penggunaan sistem manajemen Human Resource juga akan berguna untuk melihat kompetensi karyawan dan juga dapat mengelola aktifitas karyawan dan kerja-kerja operasional mereka dengan mudah.

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku

Produk yang tidak laku merupakan mimpi buruk yang sering dialami oleh retailer. Inventaris yang bergerak lambat (atau tidak sama sekali) tidak hanya menghabiskan ruangan di toko Anda, tetapi juga mengikat modal Anda sehingga Anda hanya memiliki sedikit dana untuk berinvestasi dalam bisnis Anda.

Akan tetapi, Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena Anda masih bisa menghilangkan produk yang tidak laku dari tempat penyimpanan stok Anda dan mendapatkan penghasilan darinya. Berikut ini adalah lima cara efektif yang dapat Anda lakukan untuk menangani produk yang tidak laku.

1. Optimalkan Strategi Marketing Anda

Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah mengevaluasi strategi pemasaran yang selama ini sudah Anda lakukan. Cari tahu strategi mana yang efektif dan mana yang tidak. Mungkin saja selama ini Anda masih belum memasarkan produk Anda kepada target yang tepat atau mungkin tampilan produk Anda di situs e-commerce Anda masih kurang menarik.

Cek kembali target audience Anda dan cari tahu apakah Anda sudah menjual produk Anda pada orang-orang yang tepat. Telusuri gambar-gambar produk Anda di situs web Anda. Mungkin Anda perlu memperbarui gambar-gambar produk Anda agar terlihat lebih menarik bagi calon pembeli.

Jika Anda sudah mempercantik gambar-gambar produk Anda, Anda bisa memasarkannya kembali di media sosial, melalui email marketing atau Google Display Network. Targetkan kembali mereka yang pernah melihat produk-produk Anda yang belum terjual dengan menggunakan pesan yang kreatif.

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku
Perbarui gambar-gambar produk Anda untuk menarik calon pembeli.

Untuk membantu Anda mengoptimalkan strategi pemasaran Anda, pertimbangkan untuk menggunakan sistem otomasi pemasaran. Dengan sistem ini, Anda bisa dengan mudah mendesain email template Anda, mempersonalisasi campaign Anda untuk target audience yang berbeda, menjadwalkan email marketing Anda, dan masih banyak lagi.

2. Gunakan Beberapa Taktik Penjualan

Cara yang paling jelas untuk mengatasi produk yang tidak laku adalah dengan mendiskonkannya. Jika Anda memiliki produk yang tidak laku dalam jumlah banyak, Anda mungkin harus rela memberikan harga diskon sekitar 35 – 70%. Tetapi ada beberapa taktik penjualan yang bisa Anda lakukan agar Anda tidak perlu mendiskonkan produk-produk Anda terlalu sering sepanjang tahun.

Clearance Sales

Anda bisa melakukan clearance sale dua kali setahun untuk mengobral produk-produk yang tidak laku dalam 3 – 6 bulan terakhir. Manfaatkan media sosial untuk memberitahu khalayak tentang diskon besar-besaran ini. Jangan lupa juga mengingatkan pelanggan Anda untuk datang dengan mengirimkan mereka email atau SMS.

Flash Sales

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku
Berikan batas waktu untuk flash sale Anda untuk membuat pembeli Anda merasa takut untuk ketinggalan.

Flash Sale atau penjualan cepat dapat memberikan efek FOMO (the fear of missing out) yang serius pada konsumen. Beri tahu khalayak mengenai flash sale yang akan Anda adakan beberapa hari sebelumnya. Pasang juga banner di situs web Anda untuk mengingatkan pengunjung akan hari khusus tersebut lengkap dengan batas waktu penjualan yang Anda tentukan.

Seasonal Sales

Musim liburan dan hari raya merupakan momen yang paling pas bagi Anda untuk menjual produk-produk Anda yang tidak laku kepada para pencari diskon. Kemas produk-produk Anda semenarik mungkin sesuai dengan musimnya. Misalnya, jika Anda akan menjual produk Anda pada malam Natal, maka Anda bisa menghias produk-produk Anda dengan pita berwarna merah.

3. Ubah Display Toko Anda

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku
Taruh produk-produk yang tidak laku di rak bagian depan agar tamu toko Anda mudah menemukannya.

Mengubah tata letak produk Anda di toko bisa membantu konsumen untuk lebih memperhatikan produk Anda. Mungkin saja selama ini mereka belum menyadari produk Anda, karena tata letaknya yang tidak strategis. Anda bisa menaruh produk-produk yang tidak laku di dekat kasir dan di rak bagian depan, atau di tempat-tempat yang pasti dilihat dan dilalui oleh pelanggan.

4. Gabungkan Produk yang Tidak Laku dengan yang Laku

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku
Product bundles terlihat menarik bagi konsumen, karena mereka bisa mendapatkan harga yang lebih murah untuk beberapa produk.

Cara efektif lain yang dapat dilakukan untuk membuat produk yang tidak laku menjadi laris manis adalah dengan menggabungkannya dengan produk yang laku. Pelanggan akan tertarik untuk membeli product bundle, sebab mereka menganggapnya sebagai penawaran yang lebih menarik daripada produk yang dijual terpisah.

Pertimbangkan juga untuk menggabungkan produk dengan margin yang lebih tinggi dengan produk yang marginnya lebih rendah. Atau jika Anda memiliki banyak barang yang sama tetapi tidak laku, maka Anda bisa menggabungkannya menjadi satu dan menjualnya dengan harga diskon.

5. Identifikasi Produk yang Tidak Laku Lebih Awal

Anda tentu tidak mau terus menerus menyimpan banyak produk yang tidak laku di toko Anda. Apabila produk yang tidak laku berada terlalu lama di toko, maka produk tersebut bisa menjadi rusak sehingga membuatnya menjadi tidak layak dijual. Jadi, pengecekan inventaris secara berkala sangat penting untuk dilakukan, agar Anda bisa melakukan tindakan langsung untuk menangani produk-produk yang tidak laku.

5 Cara Efektif Menangani Produk yang Tidak Laku
Pengecekan inventory secara berkala harus dilakukan untuk membantu mengidentifikasi slow moving product lebih awal.

Dengan bantuan software manajemen inventaris, Anda dapat dengan mudah mengetahui produk-produk mana saja yang paling laku dan yang tidak di seluruh toko Anda. Software ini juga dapat membantu Anda untuk memprediksi permintaan pelanggan Anda di masa depan, sehingga Anda dapat mengontrol persediaan dan menghindari pengadaan inventaris yang tidak memberikan keuntungan bagi bisnis Anda.

Pentingnya Manajemen Pembelian bagi Bisnis Restoran

Menjaga kualitas makanan bukan hanya penting, tapi sesuatu yang harus dijunjung tinggi dalam bisnis restoran. Hal ini dapat dicapai dengan memastikan pasokan bahan makanan tersedia dengan baik.

Proses penyediaan bahan makanan dalam bisnis restoran ini akan lebih mudah jika dilakukan dengan menggunakan Software Manajemen Pembelian yang berfungsi sebagai berikut:

Kontrol Pembelian Secara Otomatis

Menggunakan Software Manajemen Pembelian yang tertanam dalam perangkat operasional Anda akan dapat dengan mudah melacak penjualan, memantau stok yang ada, juga membantu manajer menentukan apa yang akan dibeli, berapa banyak yang dibutuhkan, dan kapan pembelian akan dilakukan.

Dengan begitu ketersediaan bahan makanan untuk restoran Anda akan terjaga dengan baik. Serta menjamin mutu masakan yang akan Anda sajikan kepada pelanggan.

Memastikan Bahan Makanan Tersedia Dalam Kondisi Fresh

Menyetok bahan makanan sesuai dengan kebutuhan mingguan atau bulanan  restoran Anda di dalam food storage membuat makanan tersaji kepada pelanggan dalam kondisi yang tetap segar. Bahan yang di-restock tiap mingguan atau bulanannya menjaga kualitas bahan makanan tetap terjaga.

Menumpuk bahan makanan di gudang dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan bahan makananan menjadi rusak, busuk, atau kedaluarsa. Penggunaan bahan makanan yang tidak lagi segar, karena manajemen pembelian yang buruk, akan menurunkan kualitas masakan dalam bisnis restoran Anda.

Kelola Ketersediaan Bahan Makanan di Gudang

Software Manajemen Pembelian dapat dikostumisasi dengan Sistem Manajemen Gudang untuk mengelola arus keluar-masuk bahan makanan.

Proses pengiriman bahan makanan dan pengcekan untuk bahan makanan yang out of stock dapat diidentifikasi secara cepat sehingga mengurangi resiko kehabisan bahan makanan untuk restoran Anda.

Hindari Mencampur Bahan Makanan Tertentu

pentingnya-manajemen-pembelian-bagi-bisnis-restoran

Agar bahan makanan yang telah anda beli dapat bertahan dalam kondisi yang baik dan tetap segar, lakukan pemilahan untuk tiap-tiap bahan makanan, dan jangan mencampur bahan makanan tanpa tahu pengaruhnya bagi bahan makanan tersebut. Ini menjadi penting bagi manajer restoran untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa dicampur dan tidak.

Contohnya, jangan mencampur pisang, melon, pir, mangga, dan tomat dengan sayuran dan buah lain seperti apel, semangka, terong, kentang, wortel, dan brokoli, karena kelompok yang pertama mengeluarkan gas etilen, sedangkan kelompok kedua sangat sensitif dengan gas etilen. Mencampurkan keduanya hanya akan membuat bahan makanan Anda menjadi cepat busuk.

Mengelola Supplier dengan Mudah

Fitur Software Manajemen Pembelian dari HashMicro membantu Anda untuk dapat berhubungan dengan supplier bahan makanan secara otomatis. Fitur ini memudahkan dalam melakukan pemesanan barang dan pembayaran sekaligus.

Anda dapat mengajukan daftar pembelian langsung kepada supplier dan pihak supplier dapat langsung memproses pembelian Anda dengan mengirimkan invoice yang tinggal Anda setujui. Hal ini dapat Anda lakukan hanya dengan beberapa klik.

Manfaat Marketing Automation untuk Bisnis Ritel Anda

Menjamurnya marketplace di Indonesia mendorong pertumbuhan ritel semakin tinggi. Kemudahan yang dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis ritel dengan marketplace ini tak bisa diabaikan. Potensi bisnisnya terus meningkat pesat dari waktu ke waktu.

Di era digital ini proses pemasaran menjadi kunci utama untuk menaikan pendapatan di tengah persaingan para peritel lainnya. Untuk dapat memudahakan proses marketing ini pelaku usaha ritel dapat memanfaatkan Sistem Marketing Automation dengan keuntungan-keuntungan yang diberikannya. Misalnya:

Alur Kerja yang Lebih Efektif dan Efisien

Sistem Marketing Automation memungkinkan perusahaan untuk merampingkan, mengotomatisasi, dan mengukur tugas-tugas pemasaran dan alur kerjanya sehingga mereka dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menumbuhkan pendapatan lebih cepat.

Memanfaatkan fitur Manajemen Mass Mailing dari Sistem Marketing Automation, memudahkan Anda untuk melakukan publikasi informasi seputar produk yang Anda jual kepada klien secara langsung dan massif.

Dengan template dan waktu pengiriman yang dapat disesuaikan akan lebih memudahkan Anda untuk menjalain komunikasi secara berkala dengan konsumen via email. Selain menghemat tenaga, ini juga akan menghemat waktu produktif Anda dan biaya.

Bangun Kedekatan dengan Pelanggan

Menjalin hubungan baik dengan pelanggan menjadi salah satu kunci sukses pebisnis ritel. Pendekatan interpersonal yang baik akan membuat pelanggan nyaman dan percaya, sehingga akan kembali lagi untuk berbelanja di toko Anda.

Memiliki data pelanggan yang terhubung dengan sistem Marketing Automation akan lebih membantu pebisnis ritel untuk melakukan pendekatan yang baik kepada konsumen. Pastikan pelanggan Anda mengingat nama Anda, brand, atau nama toko online Anda ketika ia akan membeli sebuah produk.

Kabarkan Penawaran Khusus Kepada Pelanggan Setia Anda

Menyapa pelanggan lama akan memberi pengalaman yang baik bagi konsumen. Dengan memanfaatkan email marketing dan juga SMS marketing dari sistem Marketing Automation, Anda dapat menghubungi semua pelanggan lama Anda sembari memberikan penawaran khusus bagi mereka. Selain membangun kedekatan emosional, dengan cara ini Anda juga dapat menjaga peluang untuk penjualan yang lebih baik.

Biarkan Konsumen Menjadi Orang yang Merasa Memiliki

Setiap orang selalu ingin menjadi bagian dari suatu kelompok. Jadi jika Anda dapat membuat pelanggan Anda ikut merasa memiliki bisnis yang Anda jalankan, ini akan membuka kesempatan untuk terus menjaga kedekatan dengan pelanggan.

Dengan sistem data pelanggan Anda dapat membuat klasifikasi dari setiap pelanggan Anda, untuk kemudian membuat sebuah komunitas untuk produk-produk tertentu yang disenangi oleh pelanggan. Mengelola komunitas kecil dengan basis kecintaan pada satu produk yang sama akan meningkatkan engagement Anda dengan pelanggan

Laporan Penjualan yang Baik

Memiliki laporan penjualan yang terperinci dan mendalam akan membantu Anda untuk membuat pembukuan penjualan Anda dalam satu periode waktu tertentu. Sistem Marketing Automation dari Hashmicro akan membantu Anda dalam memberikan laporan penjual secara otomatis dan real time.

Manfaat Software Manajemen Inventori untuk Bisnis Ritel

Apa itu software manajemen inventori? Sebelum kita masuk ke penggunaan dan keuntungan dari software manajemen inventori bagi bisnis ritel, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu inventori. Inventori atau persediaan pada dasarnya adalah barang dari bahan baku hingga barang jadi yang dijual oleh suatu perusahaan agar bisa menghasilkan keuntungan. Jadi, jika Anda menjalankan bisnis yang mengelola ribuan barang inventori dan bertujuan untuk menghasilkan jutaan keuntungan, maka menjadi sangat penting bagi Anda untuk selalu melakukan pengecekan terhadap inventori Anda.

Anda perlu mengetahui tentang konsep inventory control. Manajemen inventori dilengkapi dengan bantuan software manajemen inventori yang pada dasarnya merupakan serangkaian aplikasi, produk, dan proses kolektif yang tersedia bagi bisnis untuk melacak dan mengelola inventori secara lebih efektif. Baik itu mengelola, melacak, atau memantau barang dalam inventori; software manajemen inventori dapat menangani semua itu.

Apa yang Menjadikan Software Manajemen Inventori Penting?

Manfaat pertama dan terpenting dari software manajemen inventori untuk bisnis ritel adalah membantu mengurangi biaya dan mengoptimalkan persediaan. Ini membantu mengontrol bisnis dengan lebih baik sehingga meningkatkan keseluruhan alur bisnis di sebuah perusahaan. Sejumlah besar data diperlukan untuk keberhasilan menjalankan bisnis baik lokasi inventori maupun jumlah pesanan yang masuk. Semua ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya software manajemen inventori.

Jika perusahaan tidak memiliki software manajemen inventori, perusahaan biasanya cenderung butuh waktu lebih lama untuk menghasilkan prospek sehingga perusahaan pun memerlukan waktu lebih lama untuk menutup transaksi. Keterlambatan seperti ini dapat menyebabkan kerugian dalam bisnis apa pun.

Manfaat Software Manajemen Inventori untuk Bisnis Ritel:

Software Manajemen Inventori untuk bisnis ritel menguntungkan semua pihak mulai dari pemilik bisnis, manajer penjualan, hingga tim penjualan. Anda bisa mengurangi biaya kerusakan atau pembatalan, mendapatkan pemberitahuan tentang data inventori dan melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan dengan bantuan perangkat lunak manajemen inventori.

Ada beberapa fitur dan fungsionalitas standar, fitur-fitur level profesional dan perusahaan yang umumnya disertakan dalam perangkat lunak inventori untuk bisnis ritel yang berkualitas. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Pre-built reporting
  2. Integrasi barcode
  3. Perizinan
  4. Jumlah perhitungan dan jumlah siklus
  5. Pemberitahuan dan notifikasi
  6. Manajemen Vendor
  7. Mobilitas

Mengapa Software Manajemen Inventori Sangat Berguna bagi Industri Ritel?

Amazon, Etsy, dan banyak layanan sejenis lainnya mampu menghasilkan pendapatan dalam jumlah besar. Rahasia di balik kesuksesan perusahaan-perusahaan tersebut yakni penggunaan software manajemen inventori. Pengelolaan inventori secara tepat dapat membantu meningkatkan level bisnis Anda serta meningkatkan transaksi online Anda.

  1. Implementasi software manajemen inventori untuk bisnis ritel dapat menghemat waktu kerja perusahaan. Ini akan memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada tugas yang lebih penting dan perlu repot mengelola inventori secara manual.
  2. Overstocking dapat disimpan dengan software manajemen inventori yang efisien. Setiap bisnis dapat memenuhi kebutuhan pelanggan mereka sesuai permintaan dan menjaga jumlah persediaan baru kini bukan lagi suatu masalah.
  3. Layanan pelanggan akan ditingkatkan menggunakan software manajemen inventori yang tepat. Hal ini memungkinkan bisnis untuk tidak pernah kehilangan penjualan dikarenakan kesalahan operasional. Manajemen persediaan menjadi mudah dengan perangkat lunak manajemen inventori.

7 Tips Menyederhanakan Manajemen Supply Chain dalam Bisnis Manufaktur

Supply chain atau rantai pasokan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan dari suatu bisnis manufaktur. Meskipun terkesan rumit, tetapi sebenarnya pengelolaannya dapat disederhanakan.

Pengelolaan rantai pasokan harus disederhanakan untuk membantu perusahaan manufaktur merespons perubahan pasar dengan lebih cepat sambil meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Berikut ini adalah tujuh cara mudah yang dapat dilakukan oleh produsen untuk memudahkan pengelolaan supply chain mereka.

1. Tingkatkan Metode Inventory Forecasting Anda

Sebagai produsen, penting bagi Anda untuk bisa memperkirakan berapa banyak produk yang harus Anda hasilkan setiap waktu. Anda juga harus dapat memperkirakan produk mana yang akan paling banyak diminati sehingga Anda dapat mempersiapkan bahan-bahan yang tepat untuk memproduksinya.

Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa data yang Anda gunakan untuk melakukan forecasting sudah akurat dan dapat diandalkan. Pastikan juga tidak ada data yang terduplikasi sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk merapikannya.

Petimbangkan untuk menggunakan perangkat lunak manajemen inventaris untuk memudahkan Anda menghasilkan laporan forecasting sehingga Anda tidak perlu lagi menganalisis dan membuat prediksi menggunakan data inventaris dan penjualan Anda secara manual.

Dengan metode forecasting yang tepat, Anda akan dapat mengontrol pembelian Anda dengan lebih baik. Anda tidak akan perlu khawatir akan kekurangan atau kelebihan stok bahan baku. Anda pun dapat memastikan bahwa barang yang Anda produksi sesuai dengan permintaan pelanggan Anda.

2. Manfaatkan Teknologi untuk Menyederhanakan Supply Chain Anda

Penggunaan teknologi tidak dapat dipisahkan dari proses manufaktur. Semakin besar bisnis manufaktur Anda, maka semakin besar kebutuhan Anda terhadap teknologi. Teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT) dan sistem ERP terbukti mampu menyederhanakan berbagai proses dalam bisnis manufaktur, terutama pengelolaan supply chain.

Jika sebagian proses manufaktur masih dijalankan secara manual, maka operasional rantai pasokan akan berjalan lambat dan sulit untuk disederhanakan. Tetapi, dengan menggunakan sistem ERP manufaktur dan IoT, Anda dapat menghemat banyak waktu, tenaga, dan biaya dalam mengelola supply chain Anda.

3. Jaga Hubungan yang Baik dengan Supplier Anda

Pemasok merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam pengelolaan rantai pasokan Anda. Persediaan bahan baku dan peralatan manufaktur Anda bergantung pada pemasok Anda, jadi penting bagi Anda untuk menjalin hubungan yang baik dengan mereka.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan hubungan Anda dengan pemasok adalah dengan memastikan bahwa Anda selalu membayar tagihan Anda tepat waktu. Sebab, pembayaran tagihan yang sering terlambat dapat membuat pemasok Anda kehilangan kepercayaan pada Anda.

Untuk memudahkan Anda mengelola invoice dan memproses pembayaran, pertimbangkan untuk menggunakan sistem invoicing yang terintegrasi dengan sistem akuntansi dan sistem lainnya yang Anda gunakan. Dengan alat ini, Anda tidak perlu khawatir lagi akan pembayaran pemasok yang tertunda atau tagihan yang terlupakan.

Baca juga artikel terkait: 7 Tips Memaksimalkan Produktivitas & OEE (Overall Equipment Effectiveness) di Pabrik Manufaktur

4. Tingkatkan Mobilitas Bisnis Manufaktur Anda

Apakah selama ini Anda masih menggunakan komputer atau perangkat keras yang membutuhkan sambungan listrik untuk mengawasi pengelolaan supply chain manufaktur Anda? Jika ya, berarti mobilitas bisnis manufaktur Anda masih belum optimal.

Saat ini produsen seharusnya sudah bisa mengawasi proses manufakturnya dari mana pun dan kapan pun yang mereka inginkan. Ini dapat diwujudkan dengan bantuan sistem ERP berbasis awan.

Dengan sistem ERP berbasis awan, produsen bisa mengetahui tingkat persediaan bahan baku, mengecek penjualan, melihat status pengiriman barang, mengecek tagihan dari pemasok, dan lain-lain melalui smartphone atau komputer tablet yang terhubung dengan koneksi internet.

Produsen dapat dengan segera memesan stok bahan baku yang kurang, memproses pembayaran, merespons pertanyaan pelanggan, atau memberikan tugas kepada staf, sehingga tidak ada lagi penundaan yang tidak direncanakan.

5. Integrasikan Seluruh Proses dalam Manajemen Supply Chain Anda

Mengumpulkan informasi dan mengawasi operasional secara terpisah menandakan kurangnya efisiensi dalam proses bisnis manufaktur Anda. Ketika seluruh data terkait supply chain dapat digabungkan dalam satu sistem, maka Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan preventif yang perlu dilakukan.

Dengan sistem ERP yang terintegrasi secara lengkap, Anda tidak perlu lagi mengecek penjualan dan persediaan barang jadi Anda dengan sistem yang terpisah. Anda tidak perlu lagi meminta departemen keuangan untuk menyerahkan laporan arus kas untuk Anda, karena Anda dapat membuatnya sendiri dalam hitungan detik melalui sistem.

6. Bantu Karyawan Anda untuk Menjadi Lebih Produktif

Tidak peduli secanggih apa teknologi yang Anda gunakan di pabrik manufaktur Anda, jika karyawan Anda sendiri tidak dapat bekerja secara cepat, maka rantai pasokan Anda akan tetap mengalami kendala.

Oleh karena itu, sebagai pemimpin, penting bagi Anda untuk bisa membantu meningkatkan produktivitas karyawan Anda. Selain memfasilitasi mereka dengan peralatan yang memadai, Anda juga harus memastikan bahwa kebutuhan mereka sudah terpenuhi dengan baik, sehingga mereka akan lebih semangat untuk bekerja.

Pastikan mereka selalu menerima gaji tepat waktu serta mendapatkan insentif dan manfaat lainnya yang patut mereka dapatkan. Manfaatkan modul HRM dalam sistem ERP untuk mengotomatiskan pengelolaan gaji dan insentif karyawan Anda.

7. Jadwalkan Evaluasi Rutin untuk Mengidentifikasi Berbagai Hambatan

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi secara rutin berbagai proses dalam manajemen supply chain Anda. Ketahui hal-hal yang menyebabkan terjadinya penundaan dalam pengadaan barang, pengambilan dan pengepakan barang, proses produksi, hingga proses pengiriman barang ke konsumen akhir. Temukan area-area yang masih dapat Anda tingkatkan agar seluruh proses berjalan dengan lebih efisien.

6 Manfaat Utama Sistem ERP untuk Industri Konstruksi

Perusahaan-perusahaan dari industri konstruksi dan sejenisnya harus dapat membuktikan diri dalam pasar yang kompetitif dan penuh tantangan di mana penggunaan sumber daya material dan tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam manajemen proyek menjadi sangat penting.

Ketatnya persaingan nasional dan internasional, meningkatnya persyaratan administratif, dan tekanan tinggi untuk berinovasi menjadikan kontraktor perlu memiliki dukungan solusi bisnis modern yang mampu menyederhanakan proses-proses yang kompleks dalam bisnis konstruksi.

Sistem ERP hadir dengan menawarkan berbagai solusi terintegrasi yang mendukung semua aspek khusus dalam bisnis konstruksi mulai dari perencanaan, pengendalian proyek, hingga biaya dan pendapatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat utama sistem ERP untuk industri konstruksi.

1. Mengoptimalkan Perencanaan

Perencanaan yang tidak matang dalam kerangka perusahaan konstruksi dapat menghambat kelancaran proyek dan bahkan dapat menjatuhkan perusahaan.

Perusahaan dapat menanggung kerugian besar dalam bentuk biaya tenaga kerja dan kehilangan klien dikarenakan target yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang diharapkan. Keterlambatan penyelesaian proyek yang dikarenakan kurangnya perencanaan juga mencerminkan buruknya kesiapan perusahaan.

Perencanaan untuk bahan baku yang diperlukan, pemanfaatan tenaga kerja yang efektif, desain arsitektur, dan penjadwalan, sangat penting untuk pengalokasian sumber daya yang tepat.

Perangkat lunak ERP konstruksi dapat digunakan untuk membuat penyisihan untuk pembelanjaan dan penganggaran keuangan. Sistem ini juga membantu menghindari penundaan yang tidak perlu dan masalah-masalah terkait kontrak dengan klien selama proyek berlangsung.

2. Menyederhanakan Pengelolaan Proyek

Mendistribusikan tugas dan memantau kemajuan proyek di beberapa lokasi kerja selalu menjadi tantangan umum dalam bisnis konstruksi.

Dengan bantuan sistem ERP, manajer konstruksi dapat dengan mudah mengawasi status dari setiap proyek, membuat milestone, mengalokasikan tugas ke staf yang tepat, dan mencatat waktu kerja staf di seluruh lokasi hanya dengan beberapa klik.

Data real-time memudahkan kontraktor melacak waktu yang dihabiskan oleh setiap staf pada setiap tugas sehingga memudahkan mereka membuat penagihan untuk klien.

Baca juga artikel terkait: 5 Tips Meningkatkan Efisiensi dalam Manajemen Proyek Konstruksi

3. Memudahkan Estimasi Biaya & Pendapatan

Sebagian besar perusahaan konstruksi bekerja berdasarkan kontrak dengan klien mereka. Sebelum mendapatkan tender untuk proyek, mereka diminta untuk menawar proyek dengan perkiraan biaya mereka.

Karena klien yang berbeda memiliki prioritas yang berbeda, maka tawaran yang paling sesuai dipilih berdasarkan desain yang diajukan, reputasi perusahaan, dan yang paling penting;  perkiraan biaya yang diajukan.

Sistem ERP dapat digunakan untuk menentukan estimasi yang akurat terkait bahan baku, desain, tenaga kerja, dan waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan suatu proyek, sehingga biaya aktual tidak akan menyimpang banyak dari biaya yang telah diproyeksikan.

Selain estimasi biaya, sistem ERP konstruksi juga memungkinkan kontraktor untuk mengetahui berapa banyak pendapatan atau berapa banyak kerugian dan keuntungan yang mereka peroleh dari setiap proyek. Dengan begini, mereka akan dapat mengatur waktu dan biaya yang digunakan untuk proyek-proyek mendatang dengan lebih bijak.

No.1 ERP Software for Construction
Hit every milestone, mitigate risks and keep costs under control more easily!

4. Menyederhanakan Pertukaran Informasi

Perusahaan konstruksi yang lebih besar menangani lebih dari satu klien pada waktu tertentu. Ini dapat menyebabkan pertukaran informasi dalam perusahaan menjadi sangat merepotkan dan membingungkan.

Mengelola dan mengompilasi data untuk banyak tugas dalam bentuk lembar Excel atau presentasi PowerPoint sangat tidak efisien dan praktis, terlebih lagi ini juga bukan cara yang aman.

Sistem ERP membuat pertukaran data menjadi lebih mudah melalui sumber daya dan firewall yang mendukung keamanan data yang optimal. Kontraktor juga dapat memberikan pembatasan terhadap data mereka; data apa saja yang boleh dibagikan kepada klien atau data apa saja yang boleh dilihat oleh karyawan.

5. Meningkatkan Proses Pengambilan Keputusan

Sistem yang terpusat membantu meningkatkan efisiensi dengan memberikan pandangan menyeluruh tentang situasi tertentu sebelum mengambil keputusan. Setiap kali staf diminta untuk mengorelasikan informasi dari sumber yang berbeda, sistem ERP membantu dalam mengekstraksi data dan memberikan kriteria yang relevan yang membutuhkan penyesuaian sebelum memenuhi suatu permintaan.

Misalnya, sebelum membuat pesanan pembelian untuk bahan baku tertentu, laporan anggaran diserahkan kepada manajer proyek, berdasarkan yang mereka rujuk kepada tim teknik dan desain konstruksi yang mereka rumuskan. Berdasarkan desain ini, manajer pembelian membuat pesanan pembelian yang kemudian harus dipertimbangkan dahulu oleh departemen akuntansi sebelum mendapatkan persetujuan.

6. Meningkatkan ROI

ROI tidak hanya dapat diukur dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk benefit lainnya. Terlepas dari bagaimana mengukurnya, setiap kontraktor tentunya berharap untuk meningkatkan ROI mereka dari waktu ke waktu. Ini dapat dengan lebih mudah dicapai dengan bantuan solusi ERP.

Sistem ERP memungkinkan perusahaan konstruksi menghilangkan berbagai proses manual yang memakan banyak waktu dan tenaga, mengontrol pengeluaran untuk kebutuhan bahan baku dan karyawan, mengurangi biaya IT, menghilangkan penundaan yang tidak perlu, dan memastikan proyek selesai sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.  

Sistem ERP Konstruksi dari HashMicro terdiri dari modul-modul yang mendukung  pengoptimalan operasi bisnis konstruksi secara menyeluruh, mulai dari manajemen proyek dan kontrak, akuntansi, inventaris, aset, hingga SDM.