5 Tips Mengantisipasi Gelombang Kedua Covid-19 bagi Perusahaan

Kanya Anindita
5 Tips Mengantisipasi Gelombang Kedua Covid-19 bagi Perusahaan

Gelombang kedua Covid-19 sudah menjadi topik hangat di berbagai berita di Indonesia semenjak bulan Mei lalu. Di beberapa negara di Asia dan Eropa, kasus Covid-19 sempat mereda, namun muncul kembali dan justru meningkat pada bulan Agustus. Indonesia sendiri sekarang sudah menjadi negara dengan angka kematian tertinggi akibat virus Corona di Asia Tenggara.

Isu gelombang kedua Covid-19 membuat banyak orang resah, karena kekhawatiran akan semakin banyaknya perusahaan yang tutup sehingga akan ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Namun, apakah gelombang kedua pandemi ini hanya desas desus atau kita benar-benar akan menghadapinya? Dan bagaimana caranya agar perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa mengantisipasinya?

Mengapa kita perlu waspada pada gelombang kedua Covid-19?

Menurut banyak pakar, gelombang kedua pandemi Covid-19 bisa dikatakan muncul ketika jumlah kasus positifnya secara terus-menerus meningkat. Menurut Adam Kucharski dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, gelombang kedua dapat terjadi apabila pembatasan sosial dicabut secara menyeluruh. Dan, kondisi sosial dan ekonomi akan menjadi lebih buruk jika ini benar-benar terjadi.

Melalui wawancara dengan BBC, Kucharski mengatakan bahwa peningkatan kasus dalam lingkup lokal dapat terlihat beberapa minggu atau bulan mendatang, setelah berbagai pembatasan dicabut. Mike Tildesley dari University of Warwick juga mengatakan kepada BBC bahwa jika pembatasan dicabut secara signifikan, gelombang kedua mungkin akan terjadi pada akhir Agustus atau awal September.

Gelombang kedua wabah Corona dikhawatirkan akan meninggalkan dampak yang lebih parah, salah satunya yakni resesi ekonomi. Namun, ini diharapkan tidak membuat pengusaha menjadi insecure dan panik, tetapi menjadi pemicu untuk menerapkan penanganan krisis yang lebih baik. Lantas, apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan untuk mengantisipasi kemunculan gelombang kedua pandemi global ini?

Bagaimana perusahaan sebaiknya mengantisipasi gelombang kedua Covid-19?

5 Tips Mengantisipasi Gelombang Kedua Covid-19 bagi PerusahaanBerlakukan kerja remote secara permanen

Bila diterapkan dengan baik, kerja remote tidak hanya membantu mengurangi risiko penularan virus di tempat kerja, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas karyawan. Menurut survei yang dilakukan oleh Airtasker pada 2019, pekerja remote lebih produktif, karena terhindar dari perjalanan yang jauh dan dapat menjaga kesehatannya dengan lebih optimal. 

Inilah mengapa perusahaan perlu mempertimbangkan untuk memberlakukan kerja remote secara tetap. Salah satu perusahaan yang hingga kini memberlakukan kerja remote adalah HashMicro. Ricky Halim, selaku founder dari HashMicro mengatakan bahwa apabila produktivitas karyawannya bisa meningkat dengan bekerja secara remote, maka tidak ada salahnya apabila ini diberlakukan terus menerus. Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini, kerja remote di terbukti berjalan sangat efektif di perusahaannya. 

Terapkan manajemen arus kas yang lebih baik

Manajemen arus kas menjadi lebih penting dari yang sebelumnya. Anda harus mengelola arus kas Anda dengan lebih ketat. Perhatikan sumber-sumber penghasilan Anda dan fokus pada klien yang memberikan kontribusi besar pada profit bisnis Anda. Hindari pembelanjaan yang tidak perlu untuk mengontrol anggaran. Gunakan alat pelaporan keuangan otomatis untuk memudahkan Anda memprediksi arus kas secara lebih akurat. 

Social distancing tetap harus dilakukan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, yakni gelombang kedua pandemi dapat benar-benar terjadi ketika social distancing dihilangkan secara total. Menurut pakar, tidak akan ada wilayah yang dapat melakukan hal ini, sebab social distancing adalah kebiasaan baru yang akan tetap perlu diberlakukan dalam waktu yang lama. Saat ini, perusahaan-perusahaan yang sudah kembali beroperasi diharuskan untuk menerapkan pembatasan sosial secara disiplin. 

Pembatasan sosial sering menjadi kendala bagi perusahaan-perusahaan dengan kantor yang tidak luas. Namun, ini dapat diatasi melalui jadwal shift (dengan mengurangi jam operasional atau memberlakukan kerja remote secara bergantian). 

Lebih peka terhadap kesehatan karyawan

Jika ada satu hal yang dapat dijadikan pembelajaran dari pandemi, mungkin itu adalah pentingnya menjaga kesehatan. Semenjak PSBB berakhir, seluruh tempat kerja yang sudah kembali dibuka diwajibkan untuk menaati prosedur-prosedur penanganan Covid-19. Akan tetapi, Anda tetap perlu memastikan bahwa prosedur-prosedur ini sudah dilakukan secara konsisten di tempat Anda. Dan, yang terpenting, perusahaan harus lebih memperhatikan kesehatan karyawannya. 

Sebisa mungkin, minta karyawan Anda untuk menghindari keramaian dan berbagai pertemuan di luar kantor. Izinkan karyawan yang lansia dan yang rentan terhadap penularan virus untuk bekerja dari rumah. Sediakan pengobatan dan tes gratis bagi mereka yang terlihat sakit demi mencegah penularan di kantor. 

Lakukan transformasi digital

Tidak ada yang secara pasti tahu kapan gelombang kedua akan menyerang. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengurangi risiko melalui kebijakan-kebijakan baru yang sesuai dengan protokol new normal. Salah satunya kebijakan baru yang penting untuk dipertimbangkan adalah digitalisasi operasi bisnis.

Transformasi digital sering dianggap menakutkan bagi perusahaan sebab terkesan kompleks. Akan tetapi, beralih ke digital justru akan membantu memberikan banyak kemudahan bagi bisnis Anda. Beberapa manfaatnya yakni operasi bisnis menjadi lebih sederhana, berbagai proses dapat diintegrasikan, kolaborasi internal dapat ditingkatkan tanpa harus bertatap muka, biaya operasional dapat dikurangi, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Tidak ada cara yang bisa 100% menjamin kita semua untuk dapat terbebas dari gelombang kedua Covid-19. Namun, ini adalah sesuatu yang dapat diantisipasi. Dan langkah ini perlu dimulai secara lokal, terutama di tempat kerja Anda. Tips di atas diharapkan dapat membantu Anda dalam menerapkan manajemen krisis sebagai antisipasi kemunculan gelombang dua pandemi yang dikhawatirkan akan datang.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles