PSBB Berakhir: 5 Pertimbangan Sebelum Membuka Bisnis Kembali

Syifa Fadiyah
Tren F&B 2020

Kabar mengenai PSBB berakhir dalam waktu dekat semakin gencar. Semua orang diharapkan bisa beradaptasi di new normal; termasuk para pelaku bisnis. Jika Anda termasuk orang-orang yang mengawasi update mengenai PSBB dan berencana membuka kembali kantor Anda, ada beberapa hal yang harus disiapkan. 

Persiapan yang matang harus dikedepankan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja di kantor. Lantas, apa sajakah itu?

Tentukan siapa yang harus masuk kantor

Meskipun belum jelas kapan PSBB berakhir, kemungkinan besar physical distancing akan tetap diberlakukan, setidaknya pada masa-masa awal penerapan new normal. Anda bisa menerapkan beberapa strategi ini saat mulai membuka kantor atau pabrik Anda:

  • Melakukan rolling dan memanggil karyawan yang kehadirannya lebih dibutuhkan di perusahaan terlebih dahulu. Cara ini membatasi jumlah orang berkumpul di tempat yang sama dan memberikan waktu bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri. 
  • Memulai perlahan dengan menambahkan jumlah shift dan mengubah jam operasinya. Jadi, jika kantor biasanya menggunakan dua shift, tambahkan menjadi tiga untuk mengurangi jam kerja karyawan.  
  • Mengatur jam datang, istirahat, dan pulang agar karyawan tidak berjejal di area yang berpotensi ramai seperti lift atau kantin di waktu yang sama.

Pikirkan juga strategi jika ingin merekrut atau mempekerjakan kembali karyawan yang sebelumnya di PHK. Tentukan siapa yang akan kembali dan apakah akan dipekerjakan paruh waktu atau purna waktu. 

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk meminta beberapa karyawan yang bisa bekerja jarak jauh tetap di rumah. Nantinya, mungkin saja karyawan ini bisa berkerja di rumah secara permanen tapi tentunya dibarengi dengan prosedur dan ketentuan yang jelas. 

Berikan notifikasi yang jelas

Ketika ketetapan dari pemerintah daerah jelas dan memberikan protokol yang jelas, bagikan informasi tersebut di hari pertama mereka kembali bekerja. 

Ingatkan mereka untuk melakukan protokol dasar seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan meningkatkan kebersihan. Pastikan ada surel, pesan singkat, atau poster di kantor yang bernada waspada terhadap COVID-19.

Misalnya, beri mereka imbauan untuk tidak menyentuh wajah, tetap dirumah jika memiliki gejala COVID-19 atau kontak dengan orang yang hasil uji labnya mengindikasikan positif terinfeksi.

Ingatkan mereka juga untuk jangan sungkan bertanya atau mengungkapkan kekhawatirannya. Dengan demikian, mereka tahu bahwa Anda peduli. 

Dengarkan masukan karyawan

Anda mungkin tidak tahu tantangan yang dihadapi karyawan saat kantor kembali dibuka. Oleh karena itu, sebagai pemimpin perusahaan, Anda harus bisa peka terhadap perubahan di hidup karyawan Anda. Bisa jadi mereka sedang merawat seseorang yang sedang diisolasi, tinggal serumah dengan tenaga medis, atau harus naik transportasi umum untuk berangkat kerja. 

Cari tahu tanggapan mereka mengenai bekerja kembali di kantor melalui survey dan pertanyaan mengenai kehidupan mereka selama pandemi. Atas alasan keamanan, mereka mungkin ingin tetap bekerja di rumah dengan prosedur yang jelas. Umpan balik dari karyawan Anda sangat berguna untuk mengakomodir kebutuhan karyawan dalam bekerja. 

Harus bisa fleksibel

Hal yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan adalah mendorong karyawan untuk mau memutuskan kapan dan bagaimana mereka mau kembali kantor. Anda bisa memikirkan strategi berikut: membagi waktu kembali bekerja dalam tiga fase.

  • Fase pertama: Kantor terbuka untuk siapapun yang ingin bekerja di kantor, baik karena urusan bisnis atau merasa lebih produktif di kantor.
  • Fase kedua: Terbuka untuk orang-orang yang lebih butuh fleksibilitas terutama mereka yang harus merawat orang tua dan anak atau kesulitan mencari transportasi umum. 
  • Fase ketiga: Menyambut mereka yang kesehatannya rentan atau mereka yang merasa khawatir berada di luar sebelum vaksin ditemukan. 

Tiga fase ini digunakan jika Anda tidak keberatan kalau tidak semua karyawan bisa kembali ke kantor. Kita sudah berhasil menerapkan kerja jarak jauh dan membuktikan kalau karyawan tidak harus berada di kantor untuk tetap produktif. Mengapa memaksa mereka kembali ke kantor?

Pola kerja seperti ini jadi memungkinkan Anda untuk merekrut orang dari luar negeri yang kemampuannya Anda butuhkan. Bekerja jarak jauh, sekalipun beda negara dan bedua, bukan masalah lagi.  

Menerapkan proses bisnis yang otomatis

Meskipun pola kerja fleksibel, operasi bisnis harus tetap berjalan sama efektifnya dengan saat tidak ada wabah ini. Caranya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang bisa mengotomatiskan operasi harian bisnis seperti Sistem ERP

Sistem ERP memudahkan Anda untuk melakukan segala aktivitas esensial bisnis seperti memantau penjualan hingga membuat laporan keuangan. Semuanya dilakukan dalam platform yang saling terintegrasi. Karyawan Anda tetap bisa berkolaborasi secara virtual dengan mudah, mendapatkan data real-time, dan tetap bekerja dengan produktivitas yang terpantau. 

Jadi, meskipun ada yang berkerja di kantor dan di rumah, semua orang bisa berada di jalur yang sama, proses bisnis tetap efektif, dan komunikasi lancar. 

Artikel terkait: 7 Tips Menjaga Loyalitas Konsumen di Tengah COVID-19

Selama krisis ini, Anda harus mengevaluasi apa yang Anda tahu, apa yang Anda ingin ketahui, siapa yang terdampak, dan apa cara terbaik yang bisa mendukung kepentingan semua orang setelah PSBB berakhir.

Kita semua akan melalui pandemi ini bersama, tentunya dengan mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan karyawan di dalam pengambilan keputusan, di atas segalanya.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles